
"Assalamualaikum bu," salam Lisa ke Vina, lalu Lisa pun salim kepada Vina.
"Waalaikumsalam sayang," jawab Vina, lalu Lisa bergegas ke kamarnya untuk ganti baju dan sholat dzuhur lalu kembali lagi ke meja makan untuk mengisi perut.
"Gimana sekolahnya sayang?" tanya Vina pada Lisa dengan lemah lembut.
"Ya gitu deh bu," jawab Lisa sambil makan.
"Gitu gimana ibu nggak maksud," ucap Vina bingung.
"Ya biasa lah bu kaya sekolah sekolah yang lain," jawab Lisa sambil terus makan.
"Kamu senang kan disana?" tanya Vina.
"Alhamdulilah Lisa seneng bu," jawab Lisa.
"Ibu juga ikut seneng kalo gitu," ucap Vina bersyukur.
Setelah selesai makan siang Lisa kembali lagi ke kamarnya untuk tidur siang. Setelah bangun tidur, Lisa melanjutkan kegiatan seperti biasanya sampai malam.
Kini Lisa sedang sarapan bersama kedua orang tuanya. Lisa sebenarnya bukan anak tunggal,dia mempunyai kakak laki laki yang sedang menyelesaikan studinya di luar kota.
"Pagi ayah ibu," sapa Lisa.
"Pagi sayang," ucap Vina dan Rizky berbarengan.
"Lis kamu berangkat pake angkutan umum?" tanya Rizky.
"Iya yah," jawab Lisa.
"Kamu hari ini ikut mobil ayah aja ya," ucap Rizky.
__ADS_1
"Ya udah yah Lisa ikut ayah saja," jawab Lisa.
"Kamu sarapan dulu ya, ayah tunggu dimobil," ucap Rizky sambil keluar menuju ke mobilnya.
"Sip yah," jawab Lisa.
Setelah 25 menit perjalanan bersama ayahnya ,Lisa sudah sampai di gerbang sekolahnya.
"Lisa masuk dulu ya yah," ucap Lisa salim kepada Rizky.
"Iya nak belajar yang rajin," ucap Rizky, lalu Lisa pergi meninggalkan ayahnya, lalu ayah Lisa pergi melanjutkan perjalanannya ke kantor.
Ketika Lisa masuk kelas, teman teman Lisa sedang heboh.
"Ada apa sih pagi pagi gini udah heboh aja," tanya Lisa penasaran.
"Iya nih gue juga nggak tau, Diva tuh yang heboh sendiri belum cerita cerita sama kita juga," ucap Hana.
"Iya kenapa sih?" imbuh Hana.
"Udah buruan cerita," ucap Lisa agak emosi.
"Mau tau apa mau tau banget," ledek Diva.
"Udah bilang buruan," ucap Hana.
"Buruan bilang kalo nggak gue jitak nih," ancam Lisa.
"Eh selow bambang," ucap Diva.
"Udah buruan," ucap Hana tidak sabar.
__ADS_1
"Iya iya," ucap Diva.
"Kak Arif sama kak Tika pacaran tau," ucap Diva.
"Kirain ada apa heboh banget ternyata cuma kaya gitu," ucap Hana kesal.
"Ah bodoamat itu mah urusan orang," ucap Lisa acuh.
"Yah pupus deh harapan gue sama kak Arif," ucap Fira dengan nada sok sedih.
"Eh tapi lo tau darimana kalo kak Arif sama kak tika pacaran," imbuh fira.
"Oh gue nggak sengaja kemaren liat," ucap Diva.
"Gimana ceritanya?" tanya Fira.
Flash back on
Waktu pulang sekolah SMA Harapan berbunyi. Pawa siswa berhamburan menuju gerbang untuk pulang. Pada saat sudah berada di depan gerbang, Diva merasa buku catatannya ada yang ketinggalan di kelas, lalu Diva kembali ke kelas untuk mengambil buku catatannya. Pada saat keluar Diva melihat keromantisan Tika dan Arif.
"Sayang aku nggak di jemput nih," rengek Tika.
"Lah emang kenapa enggak dijemput?" tanya Arif.
"Tadi katanya ayah ada meeting mendadak," ucap Tika.
"Ya udah bareng gue aja," ucap Arif.
Lalu Arif pun memakaikan helm kepada Tika. Mereka pergi boncengan naik motor dengan pegangan tangan memeluk.
Setelah Diva melihat kejadian itu, Diva segera pergi tanpa memikirkan hal hal yang buruk.
__ADS_1
Flash back off