
Fira masih belum siap ketika bertemu kedua orang tuanya dan pasti selalu menghindar. Fira pun lebih sering pulang sore dan makan malam di dalam kamar.
Sekuat kuatnya perempuan pasti menangis, entah memendam luka atau menyapu kecewa. Seperti yang saat ini Fira rasakan. Walaupun dia sekarang sudah terlihat tegar di depan teman temannya, tetapi hatinya tidak bisa berbohong.
Fira terisak seorang diri di gelapnya malam dengan angin dingin yang menyelimutinya dengan tangan dan kaki memeluk bantal.
Rasa sakit dan kecewa menjadi satu. Setiap kenangan berputar di ingatan nya seperti film. Ingin rasanya Fira kembali ke masa masa itu. Namum apalah daya, itu semua adalah masa lalu, sekarang kita harus menata hidup untuk masa depan kelak.
Fira harus ikhlas. Kalo mereka mau pisah, Fira harus menerima dengan ikhlas dan tabah. Mungkin ini jalan terbaik buat Fira.
Fira kan udah biasa ditinggal sama orang tua buat ke luar kota, luar negri buat dinas. Fira harus kuat, mulai sekarang hidup mandiri. Fira harus bisa tanpa orang tua Fira. Masih banyak orang yang sayang sama Fira.
Fira pun menghapus air mata yang jatuh dan berusaha menguatkan hati dan mentalnya. Mungkin ini jalan yang terbaik buat Fira.
Keesokan paginya, wajah Fira pun dengan senyum yang sangat lebar. Fira duduk meja makan, dengan tangan yang sibuk mengoles beberapa lembat roti.
Lia pun bahagia, akhirnya anaknya pun bisa duduk di meja makan. Lia pun langsung berlari menghampiri anak satu satunya itu.
__ADS_1
"Sayang," panggil Lia yang langsung menarik kursi lalu mendudukinya.
"Ada apa?" jawab Fira tanpa menoleh.
"Kamu marah sama ibu?" tanya Lia.
"Enggak," jawab Fira singkat.
Fira memang sudah ikhlas tetapi belum sepenuhnya keikhlasan itu di hati Fira. Di hati kecilnya masih ada rasa sakit dan kecewa.
"Kenapa jawabnya pendek pendek," ujar Lia.
"Kalo ibu udah pisah, kamu ikut sama ibu ya," ujar Lia sambil mengelus rambut putri satu satunya itu.
"Enggak bisa! Fira harus tinggal sama aku!" ucap Rino yang baru datang langsung membuka mulut.
"Fira tinggal sama aku!" bantah Lia.
__ADS_1
"Aku ayahnya, berati Fira harus tinggal sama aku!" ucap Rino setengah berteriak.
"Fira__" ucapa Lia pun terpotong oleh Fira.
"Cukup!" ucap Fira berteriak.
"Fira disini duduk! Fira berharap udah nggak ada lagi yang perlu diributin! Fira udah berusaha ikhlas! Tapi apa yang Fira harapkan tidak sesuai kemuan Fira! Lagi lagi Fira harus mendengar perdebatan kalian! Fira berangkat, assalamualaikum," ujar Fira berteriak lalu meninggalkan kedua orang tuanya itu.
Rino dan Lia pun langsung mengejar putrinya itu. Rino pun menarik tangan Fira, seketika langkah Fira pun berhenti.
"Fira sayang dengerin ayah dulu," ucap Rino berusaha membujuk putrinya itu.
"Cukup! Nggak perlu yang dijelaskan! Semua udah clear!" ucap Fira membentak dengan air mata yang mulai menggenangi pipinya.
"Fira akan tinggal disini! SENDIRI! Kalo kalian mau pergi, silahkan!" ucap Fira penuh penekanan lalu melepaskan dari tarikan Rino dan langsung masuk kedalam mobil.
Fira udah berusaha ikhlas, kenapa kekecewaan lagi yang Fira dapatkan. Sebegitu menyedihkan hidup Fira.
__ADS_1
Fira pun segera menghapus air matanya supaya teman temannya tidak curiga dengan apa yang telah terjadi kepada Fira. Fira akan tetap menceritakan apa yang telah terjadi, tetapi Fira harua terlihat kuat dan ikhlas.