
"Ih ngapain sih itu ada acara pake pakein helm kan punya tangan sendiri juga," ucap Fira kesal.
"Yah iri lo," ucap Hana.
"Sekarang kamu nggak usah berharap sama Kak Arif lagi, dia sekarang udah punya Kak Tika, kamu nggak usah jadi orang ketiga diantara mereka, nggak usah jadi pelakor," ucap Lisa.
"Kita juga kan baru masuk nggak usah lah cari masalah, kak Arif juga udah bahagia lah sama kak Tika," imbuh Hana.
"Tapi ngomong ngomoy kak Arif cocok ya sama kak Tika," ucap Hana.
"Iya cocok tuh," ucap Lisa.
"Ya udah deh gue ikhlasin kak Arif," ucap Fira dengan nada sedih yang dibuat buat.
"Ya udah cari cowo lain," ucap Lisa.
"Santai aja Lis mati satu tumbuh seribu," ucap Fira santai dan sombong.
"Terserah deh, elo mah cowo mulu," ucap Diva.
"Biarin deh berati gue kan normal," ucap Fira sambil tertawa.
"Udah ah males gue sama dede gorila," ucap Lisa, lalu mereka tertawa.
Bel masuk sekolah SMA Harapan sudah berbunyi, pertanda pelajaran akan dimulai. Guru yang mengajar sudah masuk ke ruang kelas yang diajar.
Setelah selesai jam pelajaran kini bel istirahat berbunyi, para siswa berbondong bondong ke kantin karena cacing yang didalam perut meronta ronta minta makan. Kini Lisa Diva Hana dan Fira sedang menikmati makanannya, tiba tiba Rafli dan teman temannya datang.
"Eh gue sama temen temen gue boleh gabung nggak?" tanya Rafli.
"Iya nih semua meja penuh, kita mau makan," ucap Dimas dengan nada memelas.
"Enggak ada tempat yang lain apa," ketus Lisa.
__ADS_1
"Enggak ada," jawab Angga.
"Eh sini nggak papa gabung aja," ajak Fira dengan nada sok baik.
"Apa apaan elu Fir," ucap Lisa kepada Fira sambil berbisik.
"Enggak papa berbagi itu indah," ucap Fira sambil senyum pepsodent.
"Yaudah terserah elo deh," ucap Lisa kesal.
"Eh ada apa bisik bisik ya," ucap Angga penasaran.
"Ada deh," jawab Fira sambil tersenyum.
"Sok kenal, mau tau aja" ucap Lisa ketus.
"Maaf ya kalau kami mengganggu kenyamanan kalian makan," ucap Naufal tidak enak hati.
"Udah nggak papa, nggak ngerepotin kok, kita malah seneng kan rame jadi banyak temannya," ucap Fira dengan nada sok baik, sedangkan Diva dan Hana hanya tersenyum pasrah.
Karena kesal, Lisa buru buru menghabiskan makanannya dan hendak pergi, tapi sebelum pergi dia menemui Rafli terlebih dahulu.
"Nih gue kembaliin uang lo," ucap Lisa sambil menaruh uang 50.000 ke meja Rafli.
"Enggak papa,gue juga ikhlas nolongin elo," ucap Rafli tulus.
"Ambil enggak!" ucap Lisa dengan nada membentak dan melototkan matanya.
"Eh iya gue ambil" ucap rafli pasrah sambil mengambil uang dari Lisa, takut kalo nggak diambil diamuk sama betina.
Ga**dis ini udah kaya singa betina aja. Tuh mata melotot nggak takut apa jatuh dari tempatnya, tapi senyumnya manis banget bikin gue meleleh aja.~Batin Rafli.
Setelah Lisa pergi, teman teman Lisa pun ikut menyusul Lisa, kini di meja itu tinggal Rafli dan teman temannya.
__ADS_1
"Et dah buset galak banget," ucap Dimas.
"Melotot juga," imbuh Naufal.
"Itu pas melotot serem tau," ucap Rafli.
"Enggak takut apa gitu matanya copot," ledek Angga lalu mereka tertawa.
Dikelas Lisaa.........
"Ngapain sih lo tadi pergi gitu aja," ucap Fira kesal.
"Makanan gue udah abis," ucap Lisa ketus.
"Boong lo," ucap Hana.
"Gue males sama Rafli dan temen temennya itu," ucap Lisa.
"Gue betah banget tuh makan sama cowo cowo tampan," ucap Fira.
"Diem elo Fir," ucap Diva.
"Ya udah lah Rafli sama temen temennya kita anggep aja angin," ucap Hana.
"Iya deh," jawab Lisa pasrah.
Setelah seharian belajar akhirnya bel pulang SMA Harapan pun berbunyi, para siswa berhamburan menuju gerbang sekolah. Lisa sedang naik angkutan umum untuk pulang ke rumah, setelah menembus jalanan yanga macet akhirnya Lisa sampai juga di rumahnya.
"Assalamualaikum bu," salam Lisa kepada Vina sambil mencium tangan Vina.
"Waalaikumsalam nak," ucap Vina.
Lalu Lisa pergi kekamarnya untuk ganti baju lalu makan. Setelah makan Lisa kembali ke kamarnya untuk tidur siang.
__ADS_1