
Rafli kagum dengan suara Lisa yang sangat merdu bagi Rafli, yang tidak bernyanyi pun ikut tepuk tangan atas penampilan Rafli dan Lisa.
"Bagus suara lo Lis," puji Rafli.
"Makasih," ucap Lisa.
"Eh yuk kita makan hasil panggangan kita," ajak Fira. Mereka pun duduk melingkar diatas tikar.
"Eh tadi ada loh yang lagi bakar sosis trus pegang pegangan tangan sama mukanya tatapan," sindir Opal.
"Diem lu *****," ucap Dimas kesal, sedangkan Diva hanya menunduk karena malu.
"Oh ternyata yang kasmaran nggak cuma satu pasang aja," ucap Rafli.
"Yang jomblo harap bersabar," ucap Angga.
"Udah buruan tembak si Fira," ucap Lisa. Fira juga menunduk seperti diva karena malu.
"Jangan lah gue sayang sama si Fira gue masih mau berjuang buat Fira, Fira nggak boleh ditembak," canda Angga dengan muka sok sedih.
"***** tadi pas di sekolah ngaku ngaku pinternya sampe jagad raya eh sekarang bodohnya kumat," ucap Dimas.
"Iya dia juga kan bukan temen gue," ucap Rafli.
"Lo jangan mau lagi Fir diajak jalan sama si Angga lagi," canda Opal.
"Bangke lo temen apaan," ucap Angga kesal.
"Acie marah ya," ledek Hana.
"Eh kita kok jadi akur gini ya," ucap Lisa yang baru menyadarinya.
"Entahlah waktu begitu cepat berlalu," jawab Angga.
"Dulu kan kita belum kenal," ucap Opal.
"Yang kenal kan dulu cuman Lisa sama si Rafli," sindir Diva.
"Trus acara genitnya Angga sama si Fira di kantin, trus jadinya mereka kencan deh," imbuh Diva.
"Iya yah yang waktu itu bilangnya babang Angga," ucap Opal, semua pun langsung tertawa.
"Ya udah kita berteman baik aja," ucap Rafli memberikan usul.
"Ya udah kita berteman," ucap mereka bersamaan.
"Enak juga ya kalo gini jadi rame," ucap Hana.
"Nggak nyangka kok kita jadi temenan gini ya," ucap Lisa.
"Takdir terbaik buat kita semua," jawab Opal.
"Eh sepi gini cerita ngapa," ucap Hana.
__ADS_1
"Jadi gini ya," ucap Opal. Semua orang yang ada di sana pun pensaran dengan cerita Opal.
"Jadi gini," ucap Opal lagi.
"Jadi gini," ucap Opal lagi sampe ke 5 kalinya Opal bilang sama saja. Semua yang ada disitu pun dibuat greget oleh tingkat Opal.
"Jadi gini," ucap Opal yang ke 6, karena greget langsung saja Rafli menjitak kepala Opal.
"Aduh tega lo Fli," ucap Opal.
"Lah elo cerita kaya gitu nggak jelas banget," ucap Dimas.
"Nungguin ya," canda Opal.
"Udah kamu nggak usah cerita," ucap Angga.
"Yah hampa deh kalo diem diem diem gini," ucap Hana. Akhirnya Dimas pun bercerita horor yang membuat bulu kuduk merinding.
Setelah acara cerita cerita dan diselingi canda tawa, mereka pun pulang karena sudah larut malam.
Keesokan harinya mereka bertemu di sekolah seperti biasa, kini mereka berdelapan sedang berada di kantin.
"Eh pesan sana lo Fir," ucap Lisa.
"Iya deh iya tapi gue nggak mau sendiri, kalian mau apa?" tanya Fira.
"Ya udah sana abang Angga," jawab Angga, semua orang yang ada di meja itu pun langsung menatap Angga jijik.
"Iya gue tahu gue itu tampan kok sejak lahir," ucap Angga sombong dan penuh percaya diri.
"Kita semua jijik tadi denger lo bilang abang Angga," ucap Opal.
"Udah udah mendingan kita makan aja ya udah laper kan," ucap Diva. Setelah menanyakan pesanan mereka apa, Angga dan Fira langsung memesan makanannya. Setelah memesan makanan mereka menikmatinya.
"Eh kalian ingat nggak yang tadi malam Rafli bilang gini 'eh pacarnya Angga ada gitar nggak?' " ucap Lisa.
"Wah kan langsung dijawab ya sama si Fira," imbuh Diva.
"Wah wah berati kalian udah pacaran ya," ucap Dimas penuh selidik.
"Yang sebentar lagi pacaran juga ada," sindir Hana.
"Lo nyindir Han?" ucap Dimas.
"Oh kamu krasa ya," ucap Hana sambil senyum pepsodent.
"Udah udah, mendingan kita interogasi dulu dua anak ini," ucap Rafli.
"Sejak kapan kalian pacaran?" tanya Diva.
"Kok nggak bilang bilang," ucap Lisa.
"Berati kita di traktir makan makan dong buat rayain jadian kalian," ucap Opal.
__ADS_1
"Oh gue sama Fira pacaran kemaren," jawab Angga santai.
"Uwaw pasangan baru," sindir Dimas.
"Emang dimana pas nembak?" tanya Rafli.
"Oh kemaren di meja sebelah," jawab Fira.
"Emang ginana sih?" tanya Diva pesaran.
"Cie ada yang mau ditembak juga nih," ucap Lisa.
"Tau ah, buruan cerita Fir" ucap diva.
Flash back on
"Fir gue mau ngomong," ucap Angga sambil memegang tangan Fira.
"Ada apa sih Ngga, kaya kamu nggak pernah ngomong aja," ucap Fira.
"Gue sayang sama lo," ucap Angga.
"Oh kalo sayang perjuangin," jawab Fira santai.
"Ayo Fir berjuang bareng bareng, biar ngrasa lebih semangat," ucap Angga.
"Ayo deh," jawab Fira.
"Lo mau jadi pacar gue," ucap Angga. Fir pun kaget dan malu atas ucapan Angga.
"Iya gue mau, gue bakal nemeni lo buat berjuang," ucap Fira.
"Makasih Fir," ucap Angga mencium punggung tangan Fira. Fira tersenyum bahagia dan malu malu.
Flash back off
"Oh gituuu," ucap semua yang ada disitu.
"Rayain dong jadiannya," ucap Opal.
"Makan makan kek," ucap Diva.
"Ya udah besok kita jalan jalan, kan besok weekend," usul Rafli.
"Kita mau kemana?" tanya Angga.
"Ke mall atau ke taman atau kemana gitu" ucap Lisa.
"Ya udah besok kumpul dirumah Fira," ucap Hana.
"Jam 6," ucap Fira.
"Oke sip," ucap merek serentak.
__ADS_1