CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 93


__ADS_3

Keesokan paginya mereka pun kembali lagi ke rumah Hana. Mereka tak menyerah untuk meyakinkan Hana bahwa mereka adalah teman teman baiknya. Alhamdulillah mereka juga memaklumi keadaan Hana kecuali Firman yang tak henti hentinya mengoceh untuk menghentikan aksi mereka.


Kalimat kalimat yang terlontar dari mulut Firman pun tak ada yang menanggapinya yang membuat Firman kesal. Teman temannya sangat berpegangan teguh untuk meyakinkan Hana.


Mereka mengetuk pintu, tanpa sengaja Hana pun yang membukanya. Ah menjengkelkan bagi Hana, lagi lagi orang orang yang kemarin datang lagi kesini, sebenernya maunya apa sih, pikir Hana.


"Kalian lagi kalian lagi, emang nggak ada kerjaan ya, sampe sampe buntutin gue mulu," ucap Hana dengan angkuhnya.


"Gue pengen elo ingat kita lagi," jawab Lisa tanpa ada kekesalan.


"Ngapain sih jelas jelas gue bukan temen kalian, ngaku ngaku banget sih," ucap Hana ketus.


"Gue juga bukan temen elo, males gue kenal ama lo lagi, ribet," ucap Firman spontan. Semua mata anak anak bar bar alumni SMA Harapan pun menatap Firman tajam. Bagaimana bisa saat keadaan seperti ini dia malah memperburuk keadaan.


"Ya udah sana pulang," ucap Hana angkuh.


"Han dengerin kita dulu," ucap Diva.


"Han Han emang siapa elo, sok kenal banget," ucap Hana angkuh.


Mereka pun heran, kenapa sekarang sifat Hana sangat berbeda, tidak seperti Hana yang mereka kenal dulu. Apakah karena kebencian yang tersirat di mata Hana terharap mereka atau ada faktor yang lain yang mereka tidak mengetahuinya.


Lalu Hana pun menutup pintunya dengan keras. Anak anak bar bar alumni SMA Harapan hanya bisa mengelus dada kecuali Firman yang notabenenya orang cuek. Firman mah bodoamat.


Mendengar suara keributan Ambar dan Bayu pun mencari sumber suaranya, ternyata dari pintu. Karena Ambar dan Bayu tidak mengetahui jika teman teman Hana akan kembali datang ke rumahnya.


"Hana kenapa kamu tutup, emang siapa?" tanya Ambar.


"Itu bu orang nggak ada kerjaan, ya udah Hana ke kamar dulu ya," ucap Hana pergi berjalan meninggalkan kedua orangtuanya.


Karena penasaran Ambar dan Bayu pun terkejut, ternyata temab teman Hana. Ternyata mereka masih setia menunggu di depan pintu.

__ADS_1


"Eh kalian, masuk masuk," ucap Ambar yang merasa bersalah dengan mereka atas perlakuan Hana. Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah Hana.


"Maafin anak om sama tante ya," ucap Bayu.


"Iya," jawab mereka dengan senyum sejuta watt kecuali Firman.


"Ya udah tante panggilin Hana dulu ya," ucap Ambar yang hendak beranjak berdiri.


"Nggak usah tante mungkin Hana belum mau ketemu sama kita," ujar Lisa.


"Nggak, biar tante paksa, nggak bisa tuh anak sikapnya seenak enaknya sama kalian," ucap Ambar berdiri meninggalkan mereka menuju kamar Hana.


"Hana, sekarang kamu turun ke bawah," ucap Ambar dengan nada sedikit meninggi.


"Ada apa sih bu," jawab Hana malas.


"Itu ada temen kamu di bawah, kenapa kamu usir," ucap Ambar.


"Hana sekarang kamu temuin dulu temen temen kamu!" ucap Ambar yang dipenuhi emosi.


"Enggak!" ucap Hana yang tetep berpegang teguh dengan keputusannya.


"Hana!" ucap Ambar dengan nada tinggi. Hana yang tak pernah melihat ibunya marah seperti ini, akhirnya pun Hana menuruti keinginan ibunya. Sedangkan Zela merasa tidak enak berada di tenga tengah perdebatan antara ibu dan anak ini.


Hana pun mengikuti langkah ibunya menuju ruang tamu dimana anak anak bar bar alumni SMA Harapan berada.


"Kok tante repot repot gini sih," ucap Rafli yang tak enak hati, karena tadi sayup sayup mendengar perdebatan antara ibu dan anak itu.


"Nggak kok, nggak papa," jawab Ambar.


"Hana kita mau," ucapan Diva terpotong oleh ucapan Hana.

__ADS_1


"Apa mau apa kalian," ucap Hana dingin.


"Nggak pengen apa apa, cuma kita pengen elo inget lagi sama kita," ucap Lisa.


"Emang kalian siapa perlu diingat, berjasa apa kalian sama hidup kita," ucap Hana kembali angkuh.


"Hana, kamu kenapa si, ibu heran deh sama sikap kamu," ujar Ambar.


"Hana biasa aja kok bu, nggak papa," jawab Hana santai.


"Hana! ibu harus bilang berapa kali sih, supaya kamu percaya kalo mereka itu temen kamu," ucap Ambar dengan nada sedikit meninggi.


"Hana nggak punya temen disini, temen Hana cuma satu dari Surabaya," jawab Hana.


"Han elo nggak inget sama kita kita," ucap Fira yang sudah mulutnya sudah gatel ingin berbicara.


"Nggak!" jawab Hana singkat jelas dan padat.


"Han beri kit kesempatan untuk membuktikan kalo kamu itu temen kami," ujar Opal.


"Nggak ada kesempatan!" jawab Hana.


"Hana! beri merek kesempatan," ucap Bayu yang greget dengan anaknya.


"Ya udah Hana kasih kesempatan 1 minggu," ujar Hana dingin.


"Hana! yang bener aja masa cuma di kasih waktu seminggu," ucap Ambar kesal dengan anaknya.


"Kalo nggak mau ya udah," ucap Hana angkuh.


"Oke oke kita semua akan buktikan selama satu minggu ini," jawab Lisa.

__ADS_1


__ADS_2