
Setelah puas bermain main, bercanda gurau di rumah Fira, mereka pun memutuskan untuk pulang. Nggak ada angin nggak ada hujan, Hana langsung lari ke motor Firman, pertanda jika anak itu minta supaya di bonceng Firman.
Dengan jelas pasti Firman akan menolaknya, bahkan tak segan Firman akan membentak dan bersikap kasar. Yaaa, karena cinta Firman hanya untuk Lisa wkwkwk.
"Ngapain sih elo, sana deh sama Opal aja," ucap Firman kesal.
"Enggak, gue maunya sama elo," jawab Hana manja.
"Apaan sih Han, jijik gue," ucap Firman dengan nada membentak.
"Firman, elo cowo lah, jangan kasar sama cewe," ucap Rafli yang sudah tidak tahan dengan sikap kasar Firman. Mungkin juga karena Firman saingannya untuk mendapatkan hati Lisa.
"Ya Hana keterlaluan," jawab Firman.
"Bener yang di katain Rafli. Elo kan cowo seharusnya bisa jaga emosi kamu dong. Kalo kamu mau nolak ya nolak aja jangan kasar gitu," ucap Angga yang ikut angkat suara.
"Kalo nolak tuh pake cara yang halus, bukan ngebentak bentak," ucap Diva.
"Kenapa kalian pada nyalahin gue, salahin tuh temen kalian yang ganjen," ucap Firman.
Lalu Firman memakai helm dan menaiki motornya. Tanpa salam tanpa pamit anak itu pun langsung tancap gas meninggalkan rumah Lisa.
"Gila tuh anak, bener bener ya," ucap Dimas.
Sebenarnya Opal pun mau membela Hana, tetapi Opal punya keinginan untuk segera melupakan Hana. Dari pada rasa sakit nya semakin hari semakin bertambah melihat Hana yang selalu mendekati Firman, seolah tidak ada perasaan sedikit pun kepada Opal.
__ADS_1
"Sumpah tuh anak nggak berubah berubah ya," ucap Angga geram.
"Sekarang kan Firman udah pulang, ya udah ayo kita pulang," ucap Rafli.
"Lah gue sama siapa?" ucap Hana menunjuk dirinya sendiri.
"Ya sama Opal lah," jawab Dimas enteng.
"Oh enggak bisa, gue udah sama Diva," jawab Opal cepat.
Maafin gue Han. ~Batin Opal.
"Lah trus gueee," ucap Hana.
"Udah lah brisik elo, ya udah elo sama gue," ucap Rafli.
_________
Dua hari berlalu, tapi batang hidung Firman tak nampak. Anak anak bar bar itu jika bertemu pasti tak ada Firman. Sejak masalah itu sampai saat ini, Firman belum juga kelihatan. Kemana anak itu pergi.
"Ih Firman kemana sih," ucap Hana.
"Ada yang tau nggak?" imbuh Hana.
Ya, sejak kepergian Firman yang terakhir sampai saat ini, mantan gadis amnesia itu terus saja menanyakan keberadaan Firman. Bahkan tak kapok dengan perlakuan Firman yang kasar.
__ADS_1
Seolah buta dan tuli, anak anak bar bar yang lain tidak menggubris perkataan Hana. Mereka juga merasa jengah dengan pertanyaan yang Hana lontarkan tentang Firman setiap saat. Seolah anak anak bar bar tak peduli dengan keberadaan Firman, hanya Hana yang peduli.
Tapi apakah yang selama ini Hana lakukan bisa membuat Firman meliriknya dan jatuh hati kepada nya, ternyata tidak. Firman tetap saja jadi seorang yang kasar dan cuek kepada Hana.
"Eh kita kan di kampus yang sama kan," ucap Fira.
"Iya, tapi dengan jurusan yang berbeda beda," jawab Lisa.
"Yah nggak asik dong," timpa Rafli.
"Emang kenapa Fli?" tanya Opal.
"Iya iya, kenapa tuh," imbuh Dimas.
"Ya nanti kita kan bakal beda kelas trus beda jam juga," jawab Rafli.
"Iya sih ya, kalo dulu waktu SMA kan tinggal let's go aja," ujar Angga.
"Bakal kangen gue ntar," ucap Diva.
"Enggak tuh, gue nggak kangen," ledek Fira.
"Iya gue kangen sama Firman," ucap Hana yang ngomong beda jalur. Ya tapi tetap saka tidak ada yang menanggapinya.
"Eh kita makan dulu yuk," ajak Fira.
__ADS_1
"Ayoo, urusan makan mah aku jagonya," ucap Opal dengan semangat yang membara.
Ya karena mereka ini sedang berkumpul di rumah Fira. Jadi, Fira lah sebagai tuan rumah yang mempersilahkan tamu tamunya untuk menyantap hidangan yang tersedia.