CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 104


__ADS_3

Satu minggu terlewati. Zela pun sudah akrab dengan anak anak bar bar, dia sudah bisa beradaptasi dengan cara dia sendiri. Kini mereka sedang nongkrong di salah satu cafe yang cukup terkenal di kota itu. Hanya sekedar untuk mengobrol dan berbagi kisah.


"Eh gaes gue ke toilet dulu ya," ucap Zela berlari meninggalkan meja yang di tempati anak anak bar bar. Melihat Zela pergi Dimas pun berinisiatif untuk menyusul Zela supaya bis mengobrol bersamanya. Sulit sekali untuk mengajak Zela mengobrol, mengobrol lewat WhatsApp pun Zela menjawab seperti orang asing.


"Eh gue kebelet juga, bentar ya," ucap Dimas berlari, berlagak seperti orang yang sudah kebelet. Dimas pun langsung berdiri di depan toilet cewe.


Saat keluar dari toilet betapa terkejutnya melihat Dimas yang menatapnya dengan sangat dalam. Zela pun pura pura tak melihat dan tak mengenal.


"Zel tunggu," ucap Dimas menarik pergelangan tangan Zela. Dengan cepat Zela pun melepaskannya tapi masih berdiri di tempat.


"Ada apa?" tanya Zela.


"Kenapa sih elo ngehindar dari gue," ucap Dimas.


"Gue nggak pernah ngehindar dari elo!" bantah Alia.

__ADS_1


"Gue minta maaf," ucap Dimas sambil menggenggam tangan Zela tapi dengan cepat Zela melepaskannya.


"Minta maaf untuk?" ucap Zela berusaha acuh dan tidak mengingat masa lalu.


"Minta maaf karena Alan buat Puput sedih,", ucap Dimas.


"Alan? Puput? siapa itu," ucap Zela.


"Ayo kita kembali seperti dulu," ucap Dimas kembali menggenggam tangan Zela tetapi dengan cepat Zela juga melepaskannya. Kini emosi Zela sudah terpancing.


"Kembali? Kembali seperti apa yang kau bilang! Kembali aku merasakan luka? Kembali aku seperti orang pesakitan? Hah!" ucap Zela dengan suara membentak. Toilet itu pun kebetulan sedang sepi.


"Maaf? Hanya maaf yang kau bilang! Apa kau tidak tahu betapa besarnya rasa luka yang kau torehkan!" ucap Zela dengan emosi yang meledak ledak.


"Saat kau pergi aku merasa semua hancur! Apa kau tahu? Aku merasa tidak ada orang yang menyayangiku lagi! Semua orang pergi! Betapa malangnya gadis seperti aku! Ibu sudah pergi untuk selamanya, ayah yang sibuk dengan pekerjaannya, lalu kau, ibu dan ayah yang memberikan kembali warna di hidup ku pun ikut pergi!" ucap Zela, tak terasa air mata pun membasahi pipi begitu saja.

__ADS_1


"Bertahun tahun Dim aku mencarimu! Aku menjadi seorang pendiam dan tertutup! Karena apa? Karena aku tidak mau ada seseorang yang menyayangiku kembali lalu dia pergi!" ucap Zela.


"Sekarang dengan mudahnya kau bilang maaf? Apa tidak cukup luka yang kau torehkan? Apa kau menambahkan lagi? Belum puas melihat aku merasakan kehilangan," ucap Zela. Dengan cepat Zela menghapus air matanya dan meninggalkan Dimas.


Nafas terasa sesak, mulut rasanya kaku untuk berbicara, hati bagai ditusuk dengan beribu belati, ucapan Zela berhasil membuat Dimas yang mendengarnya menjadi lemas.


Rasa bersalah kembali menghujam dirinya. Rasa sesal pun amat ia rasakan. Rasanya ia ingin kembali ke masa masa dulu dan memperbaiki semuanya. Tapi apalah daya? jarum jam tidak dapat di putar ke kiri.


Dimas pun memperbarui dirinya ke posisi semula, serasa sudah rapi Dimas kembali menemui teman temannya.


Malam harinya ada seorang gadis yang sedang merenung. Dia adalah Diva, wanita yang diam diam menyukai Dimas.


Diva adalah sepasang mata yang melihat bagaimana perbebatan antara Zela dan Dimas saat berada di depan toilet. Diva tadi tidak sengaja bajunya tertumpah jus oleh salah satu pelayan disana. Diva pun ke toilet ingin membersihkan bajunya, tapi malah melihat pendebatan antara Zela dan Dimas.


Diva melihat itu pun rasanya sangat sakit. Kata orang, sakit yang tidak berdarah. Di pikir struk kali sakit tidak berdarah.

__ADS_1


Anggapan Diva saat ini adalah, Dimas tidak mencintainya seperti Diva mencintai Dimas. Hanya Zela, satu wanita yang Dimas cintai. Diva pikir, berati sudah tidak ada ruang di hati Dimas untuk Diva.


Jadi, Diva sekarang harus mulai menjauh dari Dimas. Diva harus bisa melepaskan dan mengiklaskan Dimas. Itu lah prinsip Diva setelah menyimpulkan kejadian antara Dimas dan Zela.


__ADS_2