
Malam ini mereka sudah berkumpul di salah satu cafe langganan mereka. Hana, menjadi orang yang sedang di tunggu tunggu yang tak kunjung datang juga. Zela dan Dimas, kedua anak remaja itu baru memasuki cafe itu. Dimas dan Zela pun langsung bergabung bersama anak anak bar bar.
"Hana mana?" tanya Zela, pasalnya dia heran biasanya Hana akan selalu di depan jika urusan seperti ini. Tadi pagi dia juga bersemangat sekali mengintrogasi tapi sekarang, Hana malah tidak ada.
"Nggak tahu, tadi kan Hana yang paling semangat, sekarang malah hilang," jawab Fira.
"Kita tunggin Hana dulu apa gimana?" tanya Fira.
"Kita tunggu lima belas menit lagi, kalo dia nggak dateng kita mulai aja trus besok kita ceritain ke Hana," ujar Lisa.
Lima belas menit berlalu tapi tidak ada tanda tanda Hana datang. Zela dan Fira dari tadi pun terus menghubungi Hana lewat via telepon, tapo tak ada jawaban juga. Sepertinya hp Hana sedang mati.
"Gimana, ada hasil nggak?" tanya Lisa.
"Nggak ada," jawab Fira.
"Iya nih, hp Hana kayaknya juga mati," jawab Zela.
"Ya udah nih kita mulai sekarang aja," ujar Lisa.
"Hem ya udah deh," jawab Zela pasrah.
Zela dan Dimas pun mulai menjelaskan awal kedekatan mereka dari pertama hingga akhir (episode 97-100). Terkadang Dimas melebih lebihkan sedangkan Zela ada yang tidaj di ceritakan karena menurutnya itu semua tidak penting.
Sedekat itu kah kalian dulu. ~Batin Diva.
__ADS_1
Teman temannya pun mengangguk tanda paham dengan penjelasan Zela dan Dimas. Selesai sudah kebohongan Zela dan Dimas selama ini. Zela pun merasa lebih tenang. Kenapa Zela hanya merasa lebih tenang, karena ada satu masalah yang belum Zela selesaikan yaitu tentang perasaan antara Zela, Dimas dan Diva. Kisah cinta tiga remaja yang rumit.
"Deket banget ya kalian dulu," ujar Fira.
"Haha ya gitulah Fir, tapi itu duluu," ucap Zela dengan penekanan di akhir kalimat.
"Lah emang sekarang enggak?" tanya Fira.
"Biasa aja," jawab Zela cepat.
"Iri deh sama kalian yang dulu," ujar Lisa.
"Apaan Lis. Mana yang buat elo iri?" tanya Zela.
"Ya kedekatan kalian, ah pengen deh," jawab Lisa.
"Eh ini beneran Hana kutukupret nggak dateng?" tanya Zela.
"Iya nih, tumben banget tuh anak," jawab Angga.
"Aneh ya, pasti kalo ada apa apa juga pasti ngabarin kita," jawab Fira.
"Gue ngrasa ada sesuatu," ujar Fira.
"Kalo gue ngrasa ada firasat buruk, kenapa ya kok gue juga jadi takut," ujar Zela.
__ADS_1
"Dari kemarin perasaan gue nggak enak nih," ujar Diva.
"Kenapa ya, gue juga," ujar Lisa.
"Elo kenapa Pal?" tanya Lisa. Lisa kebetulan sedang melihat Opal yang asik melamun.
"Gue mimpiiiii," ucap Opal menggantung.
"Iya elo mimpi apa?" tanya Angga. Semua anak anak bar bar pun di buat penasaran oleh cerita Opal.
"Gue mimpi Hana tuh mau pergi nggak tahu kemana. Sebelumnya dia udah pamitan sama gue. Waktu Hana pergi bener bener nggak denger walaupun gue teriak dan gue kejar Hana," ujar Opal.
"Astaghfirullah," tanggapan anak anak bar bar mendengar cerita Opal.
"Tapi yang kita lihat Hana baik baik aja kan sekarang?" tanya Lisa.
"Iya, alhamdulilah, semoga Hana baik baik aja," ujar Zela.
"Aamin," jawab anak anak bar bar secara bersamaan.
"Kan elo Zel paling deket sama Hana, elo lihat Hana selama ini baik baik aja kan?" tanya Diva.
"Yang gue lihat sih Hana baik baik saja. Nggak ada apa apa. Semoga saja apa yang seperti kita lihat," jawab Zela.
"Tapi kan kalian tahu sendiri, dari tadi siang gue udah di rumah Dimas. Mana mungkin lah gue tahu keadaan Hana. Waktu gue pamitan sama Hana juga baik baik aja tuh anak," jawab Zela.
__ADS_1
"Iya yah elo kan tinggal di rumah Dimas, jadi nggak ada yang tahu deh Hana kenapa napa," ujar Rafli.
"Ya udah kita doain yang terbaik buat Hana," ujar Rafli.