CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 94


__ADS_3

Hari ini, usai kesempatan mereka untuk meyakinkan Hana bahwa mereka adalah teman temannya. Berbagai macam upaya pun mereka lakukan untuk Hana seorang. Sebegitukah rindunya mereka kepada sikap Hana. Ingin, mereka menemukan Hana yang mereka kenal dulu, yang periang dan suka makan wkwk.


Sebegitunya perjuangan mereka untuk mendapatkan kepercayaan Hana kembali. Rasanya sulit untuk mereka lalui, tetapi mereka tak menyerah. Tempat tempat yang mereka pernah dikunjungi saat bersama Hana, mereka pun kunjungi kembali.


Terkadang Hana pun menolak untuk diajak pergi, bahkan tuduhan tuduhan menyakitkan pun tak jarang keluar dari mulut Hana. Yang lebih parah lagi, Hana yang cerewet dan memerintah, meminta ini itu yang hanya menambahkan beban kepada teman temannya.


Dengan hati yang tulus dan sabar mereka pun menuruti apa yang Hana inginkan sebisa mungkin. Senyum keikhlasan pun terpancar dari raut wajah mereka.


Hanya Firman yang melakukan dengan wajah yang tidak ikhlas dan hati karena paksaan. Baginya, sungguh menjengkelkan untuk melakukan ini semua. Buat apa sih melakukan hal ini itu yang Firman anggap bodoh. Mereka semua seakan menjadi budak dengan Hana sebagai pemimpinnya.


Bagi Firman, protes pun tak gunanya, tidak ada yang merespon protes dirinya, dianggap seakan dirinya itu batu. Walaupun jengkel tetapi Firman tetap melakukan ini semua. Umpatan dan kekesalan pun tak jarang terlontar dari mulut Firman.


Sebenarnya saat satu minggu ini, apa yang dilakukan oleh anak anak bar bar alumni SMA Harapan cukup meyakinkan hati Hana. Ingatan saat saat bersama mereka pun kembali secara perlahan. Tak jarang kepala Hana merasa sakit saat ingatannya kembali, tapi Hana menunjukkan bahwa dia baik baik saja.


Terkadang saat sudah tak bersama mereka, Hana menangis, merasa bersalah karena telah melakukan ini semua kepada teman temannya. Rasanya tak pantas, jika Hana kembali menjadi teman mereka. Hana hanya ingin menguji sebesar apa mereka berjuang untuk Hana.


Sejak pertemuan pertama mereka setelah 2 tahun di cafe yang lalu, di hati kecil Hana merasa sudah tidak asing dengan orang orang itu. Hanya ingatannya yang belum bisa diajak bekerja sama.

__ADS_1


Sikap angkuh, dingin dan ketus, Hana tunjukkan semata mata hanya untuk meyakinkan hati, apakah temannya atau bukan.


Kini ruang tamu Hana mendadak berubah suasana menjadi mencengkam. Apa yang Hana putuskan setelah 1 minggu teman temannya meyakinkan dirinya. Wajah tegang dan hati dag dig tak karuan akan mendengar jawaban Hana. Tetapi itu tidak berlaku untuk Firman, dia hanya memasang wajah cuek dan datar.


"Jadi sekarang bagaimana keputusan kamu sayang?" tanya Ambar menatap Hana dan untuk mencairkan suasana. Hana menarik nafas panjang.


"Satu minggu merupakan waktu yang singkat untuk kalian bisa membuktikan bahwa gue adalah bagian dari kalian. Kenangan yang kurang lebih dihabiskan dalam waktu kurang lebih 8 bulan menjadi satu minggu, bukankah itu sangat singkat," ujar Hana.


"Mungkin ada yang kalian belum tunjukin sama gue gara gara waktu yang sangat singkat itu. Gue hargai banget sama perjuangan kalian buat ngeyakinin hati gue. Makasih banget gue," ujar Hana menatap teman temannya itu.


Anak anak bar bar alumni SMA Harapan hanya bisa pasrah jika jawaban yang mereka dengar dari mulut Hana merupakan jawaban yang jauh dari ekspetasi mereka.


"Makasih yang kalian mau perjuangan Hana yang kelakuannya nyeleneh banget. Hana sayang kalian," ucap Hana dengan bibir yang mengembang.


Bahagianya mereka akhirnya jawaban Hana pun sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Tak ingin lama lama, para cewe bar bar alumni SMA Harapan pun langsung menghambur ke pelukan Hana. Melepas rindu setelah 2 tahun tak bertemu.


Para cowo pun hanya bisa tersenyum dengan kekompakan mereka, kecuali Firman yang menganggap ini semua drama yang sangat alay. Heran deh gue sama jalan pikiran Firman.

__ADS_1


Prok prok prok


"Drama apa apaan ini, pake nangis segala," ucap Firman dengan nada meledek. Sontak membuat semua pandangan tertuju pada Firman.


"Firman! kamu apa apaan sih!" ucap Diva kesal.


"Iya, kamu tuh hanya merusak suasana aja," imbuh Fira.


"Bodoamat," jawab Firman datar.


"Ya udah, sekarang kalian udah baikan sekarang kalian makan dulu," ujar Ambar.


"Ah siap tante," jawab Opal semangat empat lima. Jawaban Firman sontak tawa mereka pecah.


"Ya udah sekarang kamu panggil tuh yang masih di atas," ucap Ambar manatap Hana.


"Iya bu benta," jawab Hana meninggalkan teman temannya dan menuju kamarnya. Tak lama kemudian Hana pun turun menemui mereka.

__ADS_1


"Katanya entar aja bu makannya, lagi males," ucap Hana.


"Ya udah yuk kalian makan duluan bareng bareng," ajak Ambar.


__ADS_2