
Kini mereka pun masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, yaitu Sekolah Dasar. Hari pertama mereka masuk SD pun bersama sama, saling bergandengan tangan dan diantar hanya sampai gerbang oleh Linda.
Mereka juga langsung memilih tempat duduk paling depan. Mereka juga duduk bersama. Pasti banyak anak yang menatap heran, biasanya kan anak cewe ama anak cewe, anak cowo sama anak cowo, kenapa sekarang ada yang duduk anak cewe sama anak cowo.
Banyak anak yang belum mau di tinggal pergi sama orang tuanya, malah ada yang sampai menangis. Berbeda dengan Dimas dan Zela yang saling menguatkan.
Seperti pada umumnya, hari pertama mereka diisi dengan acara perkenalan. Ada yang masih malu malu, ada yang tidak mau berbicara sama sekali, ada juga yang lancar dalam memperkenalkan diri.
Jam istirahat, ada anak anak pemberani yang keluar kelas, ada anak anak yang duduk di depan kelas ada juga yang masih betah berada di dalam kelas.
"Alan, kamu mau keluar nggak," ujar Zela.
"Nggak usah keluar, kita di dalam kelas aja. Tadi ibu bawain aku roti selai coklat buat aku sama buat kamu," ujar Dimas mengeluarkan bekal dari dalam tas.
Saat tempat makannya di buka, terdapat beberapa lembat roti dengan selai coklat disana. Dimas pun mulai mengambil roti lalu di masukkan ke dalam mulutnya, begitupun dengan Zela yang ikut mengambil dan langsung memakan tanpa sungkan.
Pulang sekolah Dimas dan Zela di jemput oleh sopir kepercayaan Linda. Mereka pun sampai di rumah Dimas, Zela pun ikut masuk tanpa pulang ke rumahnya yang dulu.
"Kalian udah pulang," ucap Linda menyambut anak anaknya yang baru pulang sekolah.
"Udah ibu," jawab mereka kompak dengan senyum yang mengembang di bibir mereka.
"Ya udah masuk yuk," ujar Linda sambil menggandeng tangan kedua anaknya.
__ADS_1
Linda dengan semangat langsung memgganti pakaian kedua anaknya itu. Karena Zela sering berada di rumah Dimas, jadi ada saja baju Zela di rumah Dimas.
Zela juga sering menginap di rumah Dimas. Apapun kegiatan Zela dan Dimas selalu dalam pengawasan Linda. Soal Zela yang sering menginap di rumah Dimas pun sudah ada izin dari ayah Zela. Kedua orang tua Dimas dan ayah Zela pun sudah membicarakan hal ini dari hati ka hati.
Selesai berganti baju, Linda pun mengajak kedua anaknya itu untuk makan siang. Setelah makan siang barulah mereka tidur siang. Itulah aktivitas Linda selama kedua anaknya pulang sekolah, bahagia rasanya, seperti mempunyai anak kembar beda kelamin.
Kini, Zela juga merasakan sosok Linda yang ia anggap seperti ibunya sendiri. Sosok Linda yang selalu mencurahkan kasih sayang dan segala perhatian kepada Dimas dan Zela tanpa membeda bedakan.
Walaupun dari kecil Zela bersama para bibi art, rasanya hidup Zela masih saja kekurangan kasih sayang dan perhatian dari orang orang terdekatnya apalagi seorang ibu, kini Zela pun menemukannya.
Ayah Zela yang selalu sibuk dengan bisnisnya jarang sekali memperhatikan anaknya. Banyak perkembangan dari anaknya yang Ayah Zela kurang ketahui.
Sekitar jam 2 sore Zela dan Dimas pun sudah bangun dari tidur siangnya. Mereka langsung menuju ruang keluarga yang kebetulan tempat untuk bersantai. Disana banyak mainan mainan, baik mainan Dimas maupun mainan Zela.
"Alan, Puput nggak suka yang itu, ganti sekarang," ujar Zela yang berusaha merebut remot tv dari Dimas untuk mengganti dengan chanel yang ia inginkan.
"Tapi Alan suka, jadi kita nonton yang ini aja ya," jawab Dimas yang mencoba menyembunyikan remot tv.
"Ah Puput nggak suka yang ia, ganti yang lain," ucap Zela yang tak henti hentinya merengek.
"Ah Alan mau yang ini," jawab Dimas.
"Puput nggak mau yang ini, sekarang ganti," ucap Zela yang masih berusaha merebut remot tv dari tangan Dimas.
__ADS_1
"Yehh dapat," ujar Zela senang karena bisa merebut remot tv dari Dimas dan langsung mengganti ke chanel yang Zela inginkan.
"Sini sini sini sini". Akhirnya pertarungan berebut remot tv pun terjadi. Tak ada yang ingin mengalah di antara mereka.
"Alan!" ucap Zela kesal dan berusaha merebut remot tv.
Mendengar suara keributan, Linda pun segera mencari asal suaranya. Ternyata kedua anaknya sedang berebut remot tv, Linda pun segera menghampirinya.
"Kalian kenapa rebutan remot tv?" tanya Linda yang membuat aksi mereka berhenti, remot tv pun jatuh di atas karpet bulu bulu.
"Dimasss bu nggak mau ngalah," ucap Zela sambil menundukkan kepalanya.
"Enggak bu enggak, Zela tuh bu yang main rebut," bantah Dimas.
"Ya udah sekarang kalian nggak usah nonton tv lagi, daripada rebutan remot tv," ucap Linda mengambil remot tv yang terjatuh.
"Yah," jawab mereka lesu.
"Kamu sih Dim," ucap Zela menatap Dimas.
"Kok aku, ya kamu lah pakai ada acara rebut rebut remot," ucap Dimas merasa tak terima.
"Udah udah, sekarang mending Zela main boneka dan Dimas main robot," ucap Linda.
__ADS_1
"Iya bu," jawab mereka bersamaan.