
Bel pulang SMA Harapan berbunyi, para siswa pun berhamburan keluar gerbang. Ketujuh anak bar bar berencana akan pergi ke taman. Sesampainya di taman mereka masih saja duduk di atas motor mereka.
"Ah masa sampe sini cuman duduk di atas motor, kan hampa," ujar Lisa.
"Ya udah ayo makan aja," ajak Opal
"Boleh tuh Pal," jawab Fira.
"Mau makan apa emang?" tanya Rafli.
"Gimana kalo makan bakso," usul Opal.
"Ya udah tapi baksonya yang beraneka jenis disana," ujar Diva.
"Ya udah ayo, di arah yang mau gue pulang ada tuh warung baksonya rame, jual nya beraneka ragam," ujar Angga.
"Let's go," ucap Opal.
Mereka pun melajukan motornya ke warung bakso yang Angga bilang. Sesampainya di sana, tempat nya pun sangat ramai, mungkin karena banyak pengunjung jadi mereka bangun ada 3 lantai.
"Wah ***** masa warung bakso gini, gini mah kaya resto," ujar Dimas.
"Tapi ini kan isinya bakso semua," jawab Angga.
"Udah udah ayo masuk," ajak Lisa.
Di lantai 1 sudah terpenuhi dengan para pengunjung, mereka pun menaiki tangga untuk ke lantai 2, disana juga tidak jauh berbeda dengan lantai 1, mereka pun memutuskan untuk naik tangga lagi, disana sudah agak longgar pengunjung.
"Kalian mau pesen apa?" tanya Angga.
"Gue mau bakso beranak aja deh," ucap Lisa.
"Gue juga," imbuh Diva.
__ADS_1
"Gue mau bakso pelangi aja deh kayaknya lucu," ucap Fira.
"Gue bingung mau bakso yang mana," ujar Opal.
"Pasti elo pengen beli semuanya kan," ucap Dimas.
"Nah elo tau aja," jawab Opal.
"Ya udah gue memutuskan bakso mangkok aja deh," ucap Opal.
"Gue pengen bakso malang aja deh," ujar Rafli.
"Gue mau bakso lava aja," ucap Angga.
"Emang elo tahan sama pedesnya?" tanya Fira.
"Kan ana kalian, kita makan bareng bareng," ucap Angga.
"Jadi gue pesan bakso urat aja deh," ujar Angga.
"Iya mba mau pesen apa?" tanya pelayan.
"Pesan bakso beranak 2, bakso pelangi 1, bakso mangkok nya 3, bakso malang nya 1, bakso lava nya 2, bakso uratnya 2, sama bakso bakar nya 3 porsi, bakso goreng nya 2 porsi, minumnya es jeruk 10," ucap Opal.
"Baik, silahkan ditunggu ya," ucap pelayan tersebut lalu meninggalkan mereka.
"Gila elo Pal, nggak salah kita pesen sebanyak itu," ujar Fira.
"Enggak lah santai aja," jawab Opal tanpa dosa.
Setelah menunggu bakso pesana mereka pun datang, dengan segera mereka pun langsung melahapnya. Bakso inti yang mereka pesan pun sudah ludes tinggal bakso tambahan pesanan Opal.
"Nih gila pedes banget," ujar Opal.
__ADS_1
"Kan yang pesen elo ****," ujar Lisa.
"Ya udah makan lah," ucap Diva.
"Eh tumben Firman enggak ngikutin kita," ujar Dimas.
"Pas Hana udah pindah kan Firman jarang lah mampir ke kita," ucap Fira.
"Siapa bilang, nih gue disini," ucap Firman sambil berjalan menuju meja mereka.
"Ngapain sih makhluk kaya elo nongol mulu," ujar Fira.
"Ya makhluk ganteng," jawab Firman langsung mengambil bakso bakar
"Ngapain elo ikut makan," ketus Rafli.
"Suka suka gue dong idup idup gue," jawab Firman.
"Bayar elo ya," ucap Opal.
"Santai aja," jawab Firman.
"Kenapa pas elo datang, Hana trus pergi," ujar Diva.
"Ya enggak tau lah emang gue siapa," jawab Firman.
"Apa elo ya, yang bikin Hana pergi dari kita?" tanya Fira penuh selidik.
"Enak aja, nuduh lo," jawab Firman.
"Trus?" tanya Opal.
"Enggak tau lah," jawab Firman.
__ADS_1
"Ya udah ah terserah lo," jawab Lisa.