CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 61


__ADS_3

"Assalamualaikum," ucap Hana sambil mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam," jawab Ambar sambil membuka pintu.


"Eh anak mamah ayo masuk," ajak Ambar, mereka pun masuk kedalam rumah.


"Kamu udah beres beres?" tanya Ambar.


"Belum mah, emang kita pergi kapan?" tanya Hana.


"Besok sore sih, kamu enggak usah berangkat biar mamah yang ke sekolah," ucap Ambar.


"Ya udah Hana ke kamar dulu," ucap Hana lalu beranjak pergi ke kamar.


Keesokan harinya Hana hendak beranjak dari kasur namun pintu kamar Hana sudah terbuka lebar, disana ada Ambar yang hendak masuk ke kamar Hana.


"Hana kamu enggak usah sekolah ya," ucap Ambar.


"Tapi kan ini biar jadi hari terakhir Hana bu," ucap Hana.


"Enggak usah Hana," jawab Ambar.


"Ya udah deh Hana nurut, Hana mau mandi biar seger trus mau ngecek apalagi yang harus dibawa," ucap Hana.


"Ya udah, ibu mau siap siap dulu," ucap Ambar lalu pergi meninggalkan Hana.


Didalam kamar, Hana pun menatap jendela dengan tatapan kosong, kenangan bersama teman temannya, rasanya tidak sanggup meninggalkan teman temannya.


Sedangkan Ambar hari ini pergi ke SMA Harapan mengurus kepindahan Hana, setelah dari ruang kepala sekolah, Ambar bertemu dengan teman teman Hana.


"Tante Ambar," sapa Lisa.

__ADS_1


"Eh kalian, apa kabar," ucap Ambar.


"Alhamdulilah tante kami baik," jawab mereka serempak.


"Tante kenapa Hana enggak berangkat sekolah?" tanya Opal.


"Hana dirumah," jawab Ambar.


"Sakit ya tante," ucap Fira menebak.


"Hana lagi packing barang, ntar sore Hana mau pindah ke Surabaya," jawab Ambar.


"Apa!" ucap mereka serempak.


"Kok Hana enggak pernah cerita sih tante," ucap Lisa.


"Kirain tante, Hana udah cerita sama kalian," ucap Ambar.


"Ya udah kalo begitu, tante pamit dulu," ucap Ambar meninggalkan anak anak itu. Mereka pun pergi ke kelas X Ipa.


"Hana beneran nih mau pindah?" ucap Lisa.


"Ya tadi sesuai ucapan mamah nya," jawab Dimas.


"Kenapa Hana enggak bilang bilang si," ucap Fira kesal.


"Mungkin Hana enggak pengen buat kita sedih deh," jawab Rafli.


"Kan Hana ke Surabaya nanti sore, ya udah kita pulang sekolah ke rumah Hana dulu, kalo bisa kita nganter Hana sampai bandara," ujar Opal.


"Tumben pintar elo," ucap Angga.

__ADS_1


"Iya lah Opalsss," jawab Opal sombong.


"Ya ya ya terserah elo," jawab Angga.


Sesampainya di rumah Ambar pun buru buru masuk ke dalam rumah, Ambar langsung menuju kamar Hana.


"Mah ada apa kok kaya panik gitu," tanya Hana.


"Keberangkatan kita dipercepat, sekarang papah sudah di bandara tinggal kamu sama mamah, ayo siap siap," ucap Ambar.


Hana pun bersiap siap, hampir saja air matanya jatuh, tapi dengan cepat Hana menghapusnya. Hana membawa koper ke ruang tamu.


"Ayo Hana buruan," ucap Ambar.


"Kopernya biar supir aja yang bawa," imbuh Ambar.


Sopir pun meletakkan koper Hana di bagasi. Mobil pun melaju ke bandara. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya sampai juga di bandara.


"Ah itu papah," ucap Ambar, mereka pun menghampiri Bayu.


"Ah kalian sudah sampai," ucap Bayu.


"Papah udah nungguin lama apa belum?" tanya Hana.


"Belum kok sayang," jawab Bayu.


"Ya udah ayo pesawat nya mau terbang ke angkasa," canda Bayu.


"Iya iya," jawab Hana.


Hana beserta orang tuanya masuk ke dalam pesawat. Pesawat take off dan segera meninggalkan kota Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2