
Pagi ini anak anak bar bar sudah berada di rumah Lisa. Mereka juga sarapan disana, mereka di jamu dengan baik oleh Vina. Hari ini anak anak bar bar itu berencana untuk mencari cari kampus yang cocok mereka. Anak anak bar bar itu pun bersiap siap untuk mencari kampus menggunakan motor.
"Firman gue sama elo," ucap Diva saat sudah berada di depan rumah Lisa.
Anak anak bar bar yang lain pun menatap heran kepada Diva, apalagi Dimas yang biasa membonceng Diva. Padahal selama 3 tahun ini tidak ada masalah jika Diva di boncengan oleh Dimas, kenapa hari ini baru ada protes, pikir anak anak bar bar itu.
"Kenapa sih pada liatin gue," ucap Diva yang risih dengan tatapan teman temannya.
"Mimpi apa elo tiba tiba minta di bonceng ama kutu kupret," ucap Opal.
"*****, nama gue Firman ya," bantah Firman tak terima.
"Ya ya terserah elo deh, gue tanya nih sama Diva, tumben tumben banget," ucap Opal.
"Ya nggak papa pengen aja," jawab Diva memaksa bersikap biasa saja, padahal dalam hatinya merasa di cabik cabik.
"Lah trus gue sama siapa?" ucap Zela menunjuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"Ya elo sama Dimas lah," jawab Hana enteng.
Ini kebetulan apa kesengajaan sih ~Batin Zela.
"Enggak ah gue nggak mau sama Dimas," ucap Zela yang mencoba protes.
"Udah lah Zel trima aja," ucap Hana, akhirnya Zela pun hanya bisa mengangguk pasrah.
Dengan malasnya Zela menaiki motor Dimas. Zela juga berusaha mengendalikan hatinya supaya tidak terjebak dengan rasa sayang yang akhirnya kehilangan.
Di tengah perjalanan tiba tiba Dimas menarik tangan Zela supaya memeluknya. Zela hendak melepaskan tapi tangan Zela di tahan oleh Dimas.
"Apaan sih Dim," ucap Zela meronta ronta berusaha melepaskan tangannya.
"Gue kepengin kita kaya gini terus," ucap Dimas.
"Jijik gue! Lepasin nggak! Kalo enggak gue lompat!" ucap Zela nekat.
__ADS_1
Apa yang elo mau Dim? Elo mau bikin gue terluka lagi. ~Batin Zela.
"Silahkan lompat aja," jawab Dimas santai karena Dimas pikir Zela masih seperti Puput yang dulu, yang kalem dan penurut apalagi Zela yang urakan waktu SMA, mungkin Dimas tidak akan mempercayainya itu.
Zela pun memiringkan badannya ke kiri, seketika motornya pun hendak jatuh. Pikiran Dimas pun kemana mana, takut Zela yang nekat.
"Iya iya gue lepasin tangan elo," ucap Dimas pasrah dari pada nanti Zela celaka pikir Dimas. Dimas pun melepaskan tangan Zela.
Kenapa sih, Zela nekat sejak kapan dia seperti itu. ~Batin Dimas.
Kenapa sih tadi tiba tiba Diva nggak mau satu motor sama Dimas. Kenapa Zela minta tukeran sama gue, kan masih banyak yang lain. Batin Zela.
Saat Dimas menuntun tangan Zela untuk memeluknya, tanpa disadari ada sepasang mata yang lagi lagi melihatnya, orang itu yang tak lain adalah Diva.
Diva berusaha menahan air matanya agar tidak membasahi pipinya, apalagi kalo sampe Firman lihat dan bilang kepada teman temannya.
Sabar Diva, kuatkan hati mu. Mungkin Dimas bukan yang terbaik buat kamu. Dimas lebih senang dan bahagia jika bersama Zela. Tapi aku tak bisa membohongi diri ku sendiri, aku sakit dan cemburu saat aku memilih mu dengan Zela. ~Batin Diva.
__ADS_1