
Sesampainya di pantai mereka berjalan bergerombol menuju ke pasir.
"Eh kita mau ngapain dulu?" tanya Fira.
"Eh buat istana pasir yuk," ajak Hana.
"Kita main jet sky aja" usul Rafli.
"Ya udah ayok," ucap Angga penuh semangat.
"Ntar deh kalo udah selesai naik jet sky baru kita main dipasir," ucap Angga.
"Ya udah gue setuju," ucap Hana.
"Eh tapi ntar sendiri sendiri?" tanya Dimas.
"Gue sama si Fira," ucap Angga penuh semangat dan menggoda.
"***** giliran kencan kencan aja lo semangat," sindir Opal, Angga pun hanya cekikikan.
"Kita buat pasangan cowo sama cewe aja kali ya, gue takut ntar kalo perempuan sama perempuan kenapa napa," ucap Rafli.
"Ya udah lo sama Diva," ucap Angga sambil menunjuk ke Dimas. Diva pun menunduk malu atas ucapan Angga.
"Lisa sama Rafli dan yang terakhir Hana sama si Opal," ucap Dimas. Mereka pun setuju dengan ucapan Dimas. Mereka pun sudah di posisi masing masing. Mereka pun meluncur kan jet sky mereka.
"Fira pegangan," ucap Angga dengan nada menggoda.
"Apaan sih kamu genit," ucap Fira.
"Genit genit gini juga kamu sayang kan," ledek Angga.
"Iya udah deh terserah kamu," ucap Fira kesal.
"Udah pegangan buruan kaya pas kita naik motor," ucap Angga.
"Iya iya ini," tangan Fira pun langsung berada di perut Angga. Sementara Dimas dan Diva pun canggung.
"Eh pegangan Div, takut ntar jatuh," ucap Dimas penuh perhatian.
"Iya iya ini gue pegangan," ucap Diva sambil memegang pundak Dimas.
"Eh Dim gue pengen teriak tapi sambil berdiri ya," ucap Diva.
"Iya silahkan," jawab Dimas. Diva pun langsung berdiri sambil berterik hingga puas. Opal pun heran kenapa Diva berteriak.
"Eh Han temen lo waras nggak si yang itu," ucap Opal sambil menunjuk ke arah Diva.
"Enak aja, temen gue mah waras semua," jawab Hana.
"Lah itu kenapa teriak teriak," ucap Opal.
"Apa jangan jangan Diva mau diceburin sama si Dimas," ucap Hana sambil memikirkan yang tidak tidak.
"Sejak kapan gue punya temen psikopat," jawab Opal.
"Ya kali aja gituu," ucap Hana. Sedangkan ini momen baik untuk Rafli dan tidak boleh disia siakan.
"Lis pegangan dong," ucap Rafli.
"Iya ini udah," ucap Lisa sambil memegang baju belakang Rafli.
"Kaya si Angga sama si Fira bisa nggak," ucap Rafli lembut.
"Sekarang kamu jadi ketularan genit deh kaya si Angga," jawab Lisa.
"Enggak lah enak aja gue disamaain sama si Angga, dia kan nggak waras," celetuk Rafli. Lisa hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah mereka puas, mereka pun kembali lagi duduk duduk di tepi pantai.
__ADS_1
"Eh cewe cewe udah puas main istana pasir nya?" tanya Dimas.
"Bentar Dim, tanggung," jawab Lisa.
Angga pun melihat ada ranting kayu di tepi pantai, langsung saja Angga mengambilnya. Angga menulis nama Fira diatas pasir ditambah emoticon love.
"Firaaa," panggil Angga, Fira pun langsung menoleh ke arah anggga.
"Adaa apaaa?" ucap Fira agak berteriak.
"Sini sini," ucap Angga. Fira pun langsung berlari ke arah Angga. Setelah sampai di hadapan Angga, Fira merasa bahagia karena Angga romantis tapi juga Fira malu. Angga pun langsung merangkul bahu Fira.
"Fira aku sayang sama kamu," ucap Angga berbisik di telinga Fira.
"Aku juga," jawab Fira malu malu.
"Wah wah wah malah enak enak pacaran lu," ucap Opal.
"Udah sini, lo potoin gue, katanya lo temen yang baik," ucap Angga.
"Ya udah mana sini hp nya," ucap Opal, Angga langsung memberikan hp nya kepada Opal. Setelah beberapa potret gambar, mereka kembali lagi berkumpul dengan yang lainnya.
"Eh tadi ada yang lop lopan tau," ledek opatl.
"Buat yang itu gue mah udah nggak kaget," ucap Hana.
"Eh ini udah siang, makan yuk," ajak Diva.
"Ya udah ayo". Mereka pun berjalan menuju rumah makan yang ada di pantai itu. Sesampainya disana, mereka menempatkan posisi duduk masing masing. Mereka pun mengambil buku menu yang tersedia.
"Eh kita mau pesen apa?" tanya Diva.
"Eh mending kita makannya pake nasi yang pake cepon entar pada ambil sendiri sendiri, daripada yang pake porsi nya sendiri sendiri ntar malah ada yang nambah," jelas Rafli.
"Ya udah gitu aja," jawab Lisa.
"Udang goreng tepung, cah kangkung, sama ikan kakap bakar," imbuh Hana.
"Eh pecelnya sekalian sama tempe mendoan anget anget," imbuh Opal.
"Eh itu emang nggak kurang nasinya cuman satu cepon?" tanya Lisa.
"Ntar kalo kurang minta nambah aja lagi," jawab Fira santai.
"Berati pesennya nasi liwet 1 cepon, cumi sambel ijo, udang goreng tepung, cah kangkung, ikan kakap bakar, pecel sama tempe mendoan?" tanya Diva.
"Minumnya mau apa?" tanya Diva lagi.
"Es teh aja," jawab Dimas
"Eh kelapa muda aja," ucap Opal
"Es kelapa mudanya entar aja pas kita nikmatin sunset," jawab Dimas.
"Hem ya udah deh," ucap Opal pasrah.
"Eh ini pecel nya berapa porsi?" tanya Diva.
"3 porsi aja," ucap Opal. Diva pun pergi ke meja pemesanan, lalu memberikan pesanan kepada pelayanan. Setelah itu Diva kembali duduk.
"Eh ini kita pesen banyak banget lo," ucap Fira.
"Udah sante aja, banyak para sapi kelaparan disini," jawab Angga dengan santai. Pelayan pun datang membawa pesanan mereka. Mereka pun mulai mengambil nasi.
"Eh kurang nih nasinya," ucap Lisa.
"Ya udah Lis kamu pesan satu cepon lagi," jawab Angga. Lisa pun pergi memesan satu cepon nasi lagi.
__ADS_1
"Tuh kan apa gue bilang, nasinya juga kurang, kita liat ntar makanan nya," ucap Angga.
"Ydah udah makan buruan," ucap Lisa. Mereka pun mulai memakan dengan lahap hingga ludes tanpa sisa.
"Tuh kan apa gue bilang," ucap Angga.
"Ya kaya gini juga temen lo *****," ucap Hana.
"Eh kita mau ngapain abis ini," tanya Diva.
"Nunggu sunset juga masih lama," imbuh Angga.
"Ya udah kita berburu kuliner aja," jawab Opal penuh semangat.
"Lo itu pikirannya cuman makan ajaaaa," ucap Lisa kesal.
"Emang belum kenyang pal makanan sebanyak ini," ucap Hana. Opal hanya menjawab cengengesan.
"Kita naik kapal aja yuk," ajak Dimas.
"Oke juga, ntar kali udah naik kapal kita jalan jalan lah, ya sambil beli oleh oleh," ucap Dimas.
"Tapi kita disini sebentar lah buat istirahat," ucap Rafli, mereka semua pun setuju.
Setelah istirahat sejenak mereka pun pergi ke pelabuhan kecil, mereka satu persatu menaiki perahu. Perahu pun berjalan mengelilingi muara.
"Eh kita foto yuk," ajak Fira.
"Cepet siap ke posisi masing," ucap Lisa. Mereka pun langsung bersiap, beberapa foto pun sudah didapat.
Setelah selesai berkeliling muara, mereka turun dari perahu. Tujuan mereka saat ini adalah jalan jalan di deretan para pedagang.
"wah Angga itu gelangnya lucu deh," ucap Fira sambil mendekati toko aksesoris itu.
"Iya yah Fir lucu," ucap Angga.
"Angga kita couple yuk," ajak Fira. Fira pun langsung mengambil gelang itu dan membayar nya.
Mereka terus mengelilingi para pedagang itu, tak terasa sore yang dinanti pun tiba.
"Eh kita ke tepi pantai yuk, katanya mau liat sunset," ajak Diva. Mereka pun sudah duduk di tepi pasir sambil menikmati kelapa muda.
"Eh itu mulai tenggelam matahari nya," ucap Dimas.
"Bagus ya," ucap Fira.
"Dulu, pada suatu ketika, senja pernah indah, seindah janji-janji yang berujung menjadi sumpah serapah. –Fiersa Besari," ucap Lisa.
"Tuh bener kata Lisa," ucap Hana.
"Kan biasanya cowo cuma janji manis yang tidak pernah ditepati," sindir Fira.
"Kita kan bukan cowo yang kaya gitu," ucap Rafli.
"Eh kita foto yuk," ajak Fira.
"Masa kita selfi kan jelek," ucap Dimas.
"Ya udah minta tolong sama mba mba itu," ucap Lisa sambil menunjuk seorang cewe.
"Mba minta tolong fotoin beleh," ucap Diva sambil memberikan hp nya.
"Oh iya mba boleh," ucap cewe itu sambil menerima hp nya.
Mereka pun melakukan beberapa pose foto yang menurut mereka bagus. Setelah itu mereka kembali duduk menikmati senja hingga waktu malam pun tiba.
"Pulang yuk" ajak Diva, mereka mengangguk setuju. Mereka masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya ke rumah Fira.
__ADS_1