
Sedangkan di SMA Harapan, bel masuk baru saja berbunyi. Para siswa langsung masuk ke dalam kelas mereka masing masing.
Pelajaran pun telah selesai, bel istirahat pun berbunyi. Seperti biasa para cowo cowo bar bar ke kelas cewenya. Setelah semua berkumpul mereka pun langsung menuju kantin.
"Keadaan Hana disana gimana ya?" tanya Opal.
"Khawatir loo," ledek Rafli.
"Ya kan namanya juga temen, ya kan Lis," ucap Opal dengan menatap Lisa.
"Alah enggak enggak, elo pasti ada main dibelakang," ujar Lisa.
"Anjaiiii, bukannya dibelain eh malah tambah di bully," ujar Opal.
"Kasihan banget sih lo," ucap Angga.
"Paan loo," jawab Opal.
"Kita ntar main yuk ke rumah Hana," ajak Diva.
"Males ah, nggak ada orang juga," jawab Rafli.
"Iya lah, gabut banget tuh main nggak ada orangya," imbuh Angga.
"Kita kan mau ketemu sama orangnya bukan sama pembantunya, paliangan di rumah Hana cuman ada tukang kebun sama pembantunya," ujar Dimas.
"Jangan jangan elo mau godain tukang kebunya ya," ledek Fira.
"Elo tuh yang genit, gue mah masih suci," jawab Diva.
"Ah masa nggak percaya gue," ledek Lisa.
"Paan lo ikut ikutan tau ah," jawab Diva kesal.
__ADS_1
"Jalan jalan yuk," ajak Lisa.
"Nggak ah males capek," ujar Fira.
"Banyak alasan," ujar Lisa.
"Seribu alasan, tiap kali ku ajak jalan," ucap Angga.
"Kok nyanyi *****," ujar Diva.
"Merdu suara gue anjai," ucap Angga.
"Merdu dari mana ***** jelas jelas kaya suara ayam berkokok," ucap Lisa.
"Ya ya ya gue sih ngalah kan cewe maha bener," ujar Angga.
"Lah lo tau, makanya banyak banyak ngalah deh, debat ama perempuan nggak bikin elo kaya," ucap Diva.
"Kok kaya si," protes Dimas.
"Kok galak si pms ya," ledek Dimas.
"Mau tau aja urusan perempuan lo Dim," jawab Lisa.
___________
Dirumah sakit tempat Hana dirawat, bukannya Hana yang tidur tetapi Zela karena terlalu banyak makan.
"Nih anak oncom banget, kan gue sakit yang sakit harusnya kan gue yang tidur yang istirahat eh malah dia yang enak enak tidur," gerutu Hana.
"Gimana ya caranya biar ingatan gue sembuh, biar gue nggak ngerepotin orang orang lagi, biar gue juga nggak salah paham sama orang," ucap Hana dengan tatapan kosong.
"Woi bengong mulu," ucap Zela sambil menepuk bahu Hana.
__ADS_1
"Eh astaghfirullah," ucap Hana.
"Oncom banget lo sih, pake ngagetin gue segala, bukannya elo tadi udah tidur," ujar Hana.
"Nggak bisa tidur gue, daritadi gue berusaha mejemin mata tapi nggak bisa," jawab Zela.
"Eh Zel kok elo disini trus nggak bosen emang, nemenin gue di rumah sakit kaya gini," tanya Hana.
"Gue seneng malah, jadi gue nggak sekolah," jawab Zela.
"Emang orang tua elo nggak marah?" tanya Hana.
"Alah orang bokap gue aja nggak peduli, mau pulang apa enggak mau makan apa enggak, yang penting dia udah kasih uang ke gue," jawab Zela.
"Lo juga tau kan, gue udah nggak punya nyokap, nyokap gue udah meninggal waktu lahirin gue," imbuh Zela. Hana pun berusaha mengingat ingat.
"Nggak usah diingat ingat ntar malah sakit lo tambah parah deh," ucap Zela.
"Ah baik banget sih lo, peka terhadap rangsang," ledek Hana.
"Iya lah gue emang baik, tingkat kepekaan gue juga udah level akut, nggak bisa turun lagi, jadi nggak usah diraguin," jawab Zela.
"Apaan elo dikit dikit terbang, dikit dikit terbang," canda Hana.
"Nggak papa entar juga ada yang nangkep" jawab Zela.
"Emang lo punya pacar," ledek Hana.
"Tuh mulut saring dulu napa, yang ngomong aja juga belum punya," ledek Zela.
"Gue kan jomblo terhormat," ucap Hana.
"Tertomat kali," ledek Zela.
__ADS_1
"Elo kali," jawab Hana.