
"Assalamualaikum," salam Rizky dan Vina.
"Waalaikumsalam," jawab Lisa sambil membuka pintu. Rizky dan Vina pun masuk kedalam rumah.
"Ayah ibu darimana kok baru pulang?" tanya Lisa.
"Dari rumah sakit jenguk tetangga, terus pulang nya ke supermarket beli perlengkapan rumah" jelas Vina.
"Ih ayah sama ibu jalan jalan nggak ngajak ngajak," ucap Lisa.
"Ya besok deh kapan kapan," ucap Rizky.
"Lisa makanan yang ibu masak di meja makan di makan nggak?" tanya Vina.
"Dimakan bu malah dah abis, tadi temen temen Lisa pada kesini," ucap Lisa.
"Ya udah nggak papa," jawab Vina.
"Ya udah bu Lisa ke kamar dulu, Lisa udah ngantuk mau tidur," ucap Lisa.
"Ya udah nak sana," jawab Vina.
Sesampainya di kamar Lisa langsung merebahkan tubuhnya dan mamasuki alam mimpi.
Keesokan paginya Lisa berangkat sekolah, di dekat gerbang teman temannya sudah menunggu Lisa. Setelah saling tegur sapa, mereka melewati koridor sekolah dan masuk ke kelas. Sesampainya di kelas mereka langsung duduk di bangku masing masing.
"Bawa apa lo," ucap Lisa.
"Gue bawa nasi goreng," jawab Fira.
"Ya udah yuk kita makan," ucap Fira. Mereka pun mulai melahap bekal Fira, tiba tiba Rafli dan teman temannya datang.
"Eh gue bagi dong," ucap Opal.
"Kalian kebiasaan pagi pagi gini kesini mau minta makan," ucap Diva.
"Iya dong," jawab Rafli dengan senyum pepsodent.
__ADS_1
"Ya udah sini bareng aja," ucap Fira. Mereka pun melanjutkan makan bekal Fira. Kemudian bel masuk pun berbunyi.
"Kita ke kelas dulu ya," ucap Opal.
"Udah kenyang trus pergi," ucap Diva.
"Iya iya makasih bekalnya," ucap Rafli sambil keluar dari kelas Lisa. Mereka pun pergi ke kelas mereka.
Setelah seharian belajar, bel pulang SMA Harapan pun berbunyi, para siswa berhamburan menuju parkiran sekolah. Lisa Rafli dan teman temannya sedang berada di parkiran.
"Eh kita ke cafe nongkrong yuk," ajak Dimas.
"Dimana?" tanya Diva.
"Di cafe yang waktu itu kita ketemu," jawab Dimas.
"Ya udah ayok," ucap Hana.
"Kita naik motor?" tanya Lisa.
"Wah ati ati lo Div kalo sama Dimas," canda Angga.
"Bahaya banget tuh," imbuh Rafli.
"Ah bangke lo, bukannya di dukung malah di kata katain," ucap Dimas kesal.
"Udah diem ah, ayo berangkat," ucap Hana.
Mereka pun memakai helm masing masing dan menaiki motor pasangan mereka. Motor pun melaju menembus jalanan kota menuju cafe.
Setelah beberapa menit perjalanan mereka pun sampai di cafe yang mereka tuju. Mereka pun masuk ke dalam cafe dan duduk di kursi masing masing. Setelah itu mereka pun memesan makanan.
"Eh kalian traktir kita dong," ucap Dimas sambil menunjuk Angga dan Fira.
"Apaan sih lo bayar sendiri," ucap Fira.
"Tadi siapa coba yang ngajak kita ke cafe ini," ucap Angga.
__ADS_1
"Kalian perhitungan banget sama temen sendiri," ucap Opal.
"Gue itu terlalu baik buat kalian, jadi nggak usah lah traktir traktir gitu, dompet gue juga lempeng," ucap Angga dengan muka memelas.
"Iya deh iya," jawab Opal.
"Eh itu Fir muka pacar lo kaya kuda nil," ledek Dimas.
"Apaan lo ngawur aja," ucap Angga.
"Eh kita liburan yuk," ajak Diva.
"Dari kemaren liburan mulu, udah sering mah kita," ucap Opal.
"Ya udah lah besok kita rencanain lagi," ucap Rafli. Pesenan mereka pun datang, pelayan pun meletakkan di atas meja. Mereka pun mulai melahap pesanan mereka.
"Fir gue mau dong nyobain minuman lo," ucap Angga genit.
"Jangan Fir, awas ntar rabies lo," canda Opal.
"Jigongnya juga bau Fir," imbuh Rafli.
"Apaan si kalian bukan temen gue," ucap Angga kesal.
"Gitu aja ngambek," ledek Rafli.
"Udah ah kasiahan si Angga," ucap Fira.
"Ngapain lo belain Fir," canda Diva.
"Oh iya gue lupa ya, kan pacarnya" imbuh Diva.
"Kan satu hati satu jiwa satu jaga juga," canda Lisa.
"Tau ah kalian semua," ucap Fira dan Angga bersamaan.
"Cie sama sama ngambek lagi," ledek Hana. Mereka pun saling ledek sambil menikmati makanannya.
__ADS_1