
Hari weekend yang dinanti para remaja itu pun tiba. Pagi ini pukul 6 mereka sedang berkumpul di rumah Fira seperti yang mereka ucapkan kemarin. Mereka sedang duduk menikmati minuman dan makanan ringan.
"Eh kita mau mana?" tanya Hana.
"Kita ke taman aja yuk jalan jalan," ucap Lisa.
"Ya udah ayo," ucap Angga.
"Trus dari taman kita ke mall keliling gituu ntar kalo udah capek kita nongkrong di cafe," usul Dimas.
"Boleh juga tuh," ucap Opal.
"Lo ngrayain jadian lo sama Fira," ucap Diva menunjuk Angga.
"Lo juga ngrayain pegang pegangan tangan sama si Dimas ya," ledek Angga.
"Tau ah nggak jelas," ucap Diva malu.
"Udah yok jalan," ajak Angga.
"Mau pake motor?" tanya Opal.
"Tapi ntar kalo naik motor rame banget lah," imbuh opal.
"Ya udah pake mobil aja," jawab Fira.
"Kita para cewe nggak ada yang bawa mobil, kita dianter" ucap Hana.
"Pake mobil gue aja," usul Fira.
"Emang tuh laki ada yang bisa jadi supir," ucap Lisa.
"Disini laki semua bisa jadi supir lah," ucap Opal.
"Ya udah yang mau jadi supir siapa?" tanya Hana.
"Ya udah gue aja," ucap Rafli.
"Ya udah yuk masuk mobil otw," ajak Diva. Mereka semua pun masuk ke dalam mobil. Rafli sebagai supir dengan Opal di sampingnya, di bangku kedua ada Dimas Anggara dan Fira dan dibangku ketiga Hana Lisa dan Diva. Didalam mobil mereka merasa sangat sunyi.
"Krik krik krik sunyi banget si," ucap Fira sambil meniru suara jangkrik.
"Iya kaya kuburan," tambah Angga.
"Nyanyi aja yuk," ajak Dimas.
"Lo nyanyi Fir," ucap Opal.
"Jangannn," ucap Diva Lisa dan Hana. Para cowo cowo itu pun bingung sambil mengerutkan dahinya.
"Kenapa Fira nggak boleh nyanyi?" tanya Opal bingung.
__ADS_1
"Lo mau kita ntar berakhir liburan di rumah sakit," ucap hana.
"Kok gitu si," ucap Angga tambah bingung.
"Oh itu ngga suara suara pacar lo itu bagus banget, kalo pacar lo gelar konser pasti nggak ada yang dateng, kalo yang dateng paling pulang pulang ke rumah sakit, gendang telinganya pecah dengar suara pacar lo," jelas Lisa.
"Wah keren lo Fir" ucap Opal sambil menunjukkan jempolnya.
"Makasih makasih," jawab Fira bangga.
Mereka pun sunyi kembali karena tidak ada yang menyanyi. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya sampai juga mereka di taman.
"Ayo turun" ajak Rafli. Mereka pun turun dari mobil.
"Eh jalan jalan dulu yuk," ajak Opal.
"Ya udah ayuk sekalian olahraga," ucap Fira.
Mereka pun berjalan bergerombol mengelilingi taman. Setelah 3 putaran mereka sudah merasa capek.
"Sarapan yuk," ajak Diva.
"Ya udah mau dimana?" tanya Dimas.
"Sarapan bubur ayam kayanya enak deh," ucap Lisa.
"Enakan sate lah," ucap Fira.
"Ya udah kita duduk di penjual bubur ayam itu, ntar kalo mau sate pesen aja tuh diselahnya, trus kalo mau ditambah tempe mendoan tuh kan ada juga yang nggak jauh dari situ," jelas Opal menengahi.
"Ya udah deh setuju," ucap mereka serempak. Mereka pun berjalan ke stand penjual bubur ayam. Setelah sampai mereka memilih duduk di atas tikar.
"Siapa yang mau bubur ayam angkat tangan," ucap Lisa. Kemudian Rafli Dimas Diva dan Hana pun mengangkat tangannya.
" Ya udah gue pesenin bubur ayam 5 sama minumnya teh anget," ucap Lisa. Lisa pun berjalan menuju penjualnya dan memesan.
"Berati yang lain sate?" ucap Angga. Fira dan Opal pun mengangguk. Angga pun berjalan ke tukang sate dan memesan satenya. Lisa dan Angga pun sudah duduk kembali.
"Eh siapa tadi yang pengin beli tempe mendoan anget anget," ucap Dimas.
"Ya udah gue pesenin,siapa yang mau?" tanya Hana.
"Udah han beli 10 aja, pasti dimakan kok, kan kamu tau sendiri mereka kaya sapi semua," ucap Dimas. Hana pun pergi memesan 10 tempe mendoan, setelah mendapatkannya Hana kembali duduk, bersamaan dengan datangnya bubur ayam dan sate. Setelah itu mereka pun menikmatinya dengan lahap hingga habis tanpa sisa.
"Tuh kan apa gue bilang mereka semua kaya sapi pasti ludes," ucap Dimas.
"Iyaa yah hebat kalian semua," ucap Lisa.
"Enak ya gini rame rame," ucap Hana.
"Iya lah banyak temen," ucap Rafli.
__ADS_1
"Eh mau ke jalan jalan ke mall kapan?" tanya Rafli.
"Wah bisa nggak ganti acara, jangan ke mall gitu, kan kalo ke mall kaya udah biasa gituu" ucap Hana.
"Kita cari suasana baru gituu," ucap Fira.
"Mending kita ke pantai," usul Opal.
"Ya udah ayok, sekalian aja sampai sore, kita liat sunset," usul Dimas.
"Ini kan udah jam 8, kita mau berangkat jam berapa?" tanya Rafli.
"Berangkat jam setengah 9 aja, ntar kita sampai di sana jam 9," ucap Diva.
"Ya trus kita ngapain," ucap Dimas.
"Ya berbincang bincang," ucap Hana.
"Eh nih gue punya cerita," ucap Opal.
"Awas aja kalo lo cerita kaya kemaren malem langsung gue sentil jidat lo," ancam Rafli.
"Iya iya bawel," jawab opyal.
"Gue pernah ditipu sama tetangga gue udah nenek nenek lagi," ucap opal dengan nada sok sedihnya.
"Wah parah, udah tua masih aja gitu," ucap Hana.
"agarusnya kan udah tua sadar lah tobat," imbuh Angga.
"Emang lo ditipu kenapa?" tanya Rafli.
"Waktu lebaran gue dateng kan ke rumahnya, trus kan banyak kue kering gitu lah disitu ada kaleng tulisnya KHONG GUAN ya gue buka lah kan kirain isinya emang itu, eh pas gue buka isinya rengginang" ucap Opal sedih.
Ha**hahahaha
"Aduh udah Pal ***** perut gue sakit ketawa mulu," ucap Rafli.
"Mampos lo,t rus gimana lanjutannya?" tanya Angga pensaran.
"Trus kan udah gue buka ya tutupnya, pas gue mau tutup lagi eh pada liat gue semua, ya udah deh terpaksa gue ambil rengginang nya," jelas Opal. Mereka pun melanjutkan tawanya hingga tak terasa sudah mau jam setengah 9.
"Eh udah yuk, bentar lagi jam setengah 9," ucap Fira.
"Eh beli mendoan lagi ngapa," ucap Diva.
"Iya,buat ntar dimobil," imbuh Opal.
"Ya udah sana kalian berdua pesen," ucap Lisa.
Diva dan Opal pun pergi ke penjual tempe mendoan, mereka memesan 8 tempe lagi. Setelah itu mereka kembali berama teman teman mereka. Setelah semua berkumpul mereka pun masuk kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju ke pantai.
__ADS_1