
Bel pulang sekolah SMA Harapan berbunyi, para siswa berhahambur menuju gerbang sekolah.
"Ayo cepetan," ucap Lisa.
"Iya iya nih," jawab Fira. Saat di depan pintu kelas mereka bertemu dengan para cowo.
"Ayo buruan ah," ajak Diva.
"Iya iya," jawab Angga, mereka pun melewati koridor sekolah sambil lari lari seperti ngejar maling.
Sesampainya di parkiran, Rafli langsung melajukan mobil ke rumah Hana. Setelah beberapa menit akhirnya sampai juga di rumah Hana.
"Assalamualaikum Hana," ucap Lisa.
"Waalaikumsalam," jawab art Hana.
"Siapa ya?" tanya art Hana.
"Saya temen temennya Hana bi," jawab Diva.
"Hana dimana bi?" tanya Opal.
"Non Hana udah berangkat tadi," jawab art Hana.
"Hah yang bener bi?" ucap Fira.
"Iya, yuk masuk dulu," ajak art Hana. Mereka pun masuk ke dalam rumah Hana dan langsung duduk di ruang tamu.
"Kata tante Ambar Hana perginya entar sore," ucap Opal.
"Pertama bibi denger juga gitu, tapi pas nyonya pulang dari sekolah non Hana, langsung ngajak non Hana ke bandara katanya di percepat," jelas art Hana.
__ADS_1
"Oh iya ada titipan dari non Hana nih," ucap art Hana sambil meletakkan sebuah amplop didepan mereka.
"Ya udah silahkan kalo mau main, bibi mau ke belakang," ucap art Hana lalu pergi meninggalkan mereka.
"Eh buka dong," ucap Opal.
"Ya udah nih gue yang baca," ucap Lisa.
💌
*Halo teman temanku yang imut, lucu, cetar membahana.
Maafin Hana ya selama Hana jadi temen kalian Hana banyak salah. Hana enggak pergi jauh kok, Hana cuma pindah di Surabaya. Hana bingung mau mengatakan gimana sama teman teman kalo Hana mau pindah, pasti teman teman akan sedih kan. Waktu Hana diketawain kalian, Hana enggak marah kok sebenarnya, Hana cuma pengen menjauh dari kalian, supaya entar kalo Hana udah pindah kalian terbiasa udah enggak ada Hana.
Kasihan ya sekarang Opal, kalo naik motor enggak ada yang bisa di bonceng. Tuh Diva kasihan enggak punya temen duduk, awas tuh ada setannya. Teman teman jangan sedih ya, Hana enggak papa kok. Kalian senyum senyum terus ya jangan sampai kalian sedih. Hana disini bahagia kok*.
Para cewe pun menangis, betapa kehilangannya mereka, karena mereka sudah berteman dengan Hana sejak SMP.
"Ah Hana kapan pulang ya," ucap Lisa.
"Baru aja berangkat udah ditanya pulang," jawab Dimas.
"Nih silahkan diminum," ucap art Hana.
"Iya bi sama sama," ucap Opal, lalu aet Hana pun meninggalkan mereka.
"Ya kan kita juga masih bisa chatan apa telfon Hana," ucap Rafli.
"Iya sih, tapi dari kemaren nomornya enggak aktif," jawab Diva.
"Ya udah lah besok hubungin lagi," ujar Dimas.
__ADS_1
"Hai, Hana Hana," ucap Firman.
"Ih ngapain sih tuh makhluk nongol lagi," ucap Lisa.
"Ya udah kita samperin aja," ajak Dimas, mereka pun keluar untuk menemui Firman.
"Ngapain sih teriak teriak di depan rumah orang," ucap Diva kesal.
"Suka suka gue, kalian ngapain?" tanya Firman.
"Jual sate," jawab Lisa.
"Kita mau masuk," jawab Dimas lalu mereka pun masuk lagi kedalam rumah.
"Hai gue enggak disuruh masuk," ucap Firman kesal.
"Alah enggak disuruh juga masuk sendiri anak enggak tau sopan santun," ucap Rafli.
"Ya ya ya terserah kalian deh," ucap Firman.
"Hana mana?" tanya Firman.
"Pindah ke Surabaya," jawab Lisa.
"Haha bagus dong anak itu pergi, jadi enggak ada penghalang buat aku," ujar Firman.
"Sana elo pergi, elo bukan temen kita," ucap Diva.
"Dasar enggak guna!pergi sana!" ucap Lisa.
"Terserah lah," jawab Firman santai.
__ADS_1