
Keesokan harinya para anak anak bar bangun seperti sedang mimpi buruk. Mereka mendapat kabar dari Zela, bahwa Hana sudah ikhlas kembali kepada pemiliknya.
Sekitar jam delapan mereka ke rumah Hana, di depan rumah sudah terdapat bendera kuning. Anak anak bar bar itu pun langsung ke dalam rumah. Terdapat mayat Hana di tengah tengah orang membaca Yasin.
Anak anak bar bar itu pun langsung lari menghampiri mayat Hana. Air mata anak anak bar bar pun tumpah, apalagi untuk para cewe dan para cowo hanya sekedar meneteskan saja, Firman yang biasanya cuek dan tidak punya hati kali ini dia ikut meneteskan air mata.
"Han, bangun Han," ucap Zela lemah.
"Gue sayang sama elo Han," ucap Opal lemah. Air mata Opal pun menetes tapi dengan cepat ia hapus kembali. Ia selalu mengingat ucapan Hana, jika Opal sayang dam cinta pada Hana maka Opal harus bisa mengiklaskan Hana pergi untuk selama lamanya.
"Udah, kita semua harus sabar. Hana sendiri yang bilang kalo kita harus ikhlas dan Hana juga meminta kita untuk selalu mendoakannya," ucap Rafli.
"Ayo kita sama sama doakan Hana," imbuh Rafli.
Mendengar ucapan Rafli, mereka pun berusaha mengiklaskan kepergian Hana dan menenangkan diri. Setelah itu barulah mereka ikut membaca Yasin.
Ambar dan Bayu pun tak kalah sedihnya dari anak anak bar bar. Hana, anak satu satunya mereka harus diikhlaskan untuk pergi selama lamanya.
Tepat pukul sepuluh pagi, mereka pun sudah berada di TPU dan jenazah Hana sudah di kuburkan, ayah dan ibu Hana sudah pulang, tinggal anak anak bar bar yang masih berada di makam Hana.
__ADS_1
"Han gue nggak nyangka, elo bakal ninggalin kita secepat ini," ucap Lisa.
"Kenapa elo nggak bilang dari awal Han, supaya kita bisa sama sama bantu buat nyembuhin elo," ujar Diva.
"Han gue kangen tingkah elo yang petakilan, sekarang gue nggak bisa liat elo lagi. Elo yang sebelum tidur suka curhat, elo yang segalanya buat gue Han," ucap Zela.
Para cewe anak anak bar bar pun tak kuasa menahan air matanya. Air mata pun tumpah kembali. Rasa sedih dan kehilangan bercampur menjadi satu. Duka, kehilangan salah satu sahabat terbaiknya.
Sosok yang pintar, ceria tak lupa pula suka makan, sempat berpisah beberapa tahun dengan anak anak bar bar dan pada saat kembali sosok itu tidak mengenali anak anak bar bar. Para anak anak bar bar pun mencari tahu alasannya. Setelah tahu, anak anak bar bar berusaha untuk meyakinkan dan akhirnya berbuah manis. Tak henti di situ saja ulahnya, sosok itu kemudian mendekati salah satu anak anak bar bar hanya untuk pelampiasan. Tak lama jumpa, ternyata sosok tersebut sedang terbaring lemah di brangkar salah satu rumah sakit di kota itu. Seolah sedang menunggu maut menjemput. Sosok yang akhirnya mengiklaskan dirinya untuk pergi selama lamanya.
Setelah itu mereka pun kembali ke rumah Hana. Disana orang orang sedang mempersiapkan pengajian nanti malam. Anak anak bar bar pun masuk ke dalam kamar Hana, mereka tidak langsung masuk saja walaupun Zela termasuk anggota keluarga disana. Mereka meminta izin terlebih dahulu kepada Bayu dan Ambar.
"Ini ada titipan dari Hana buat kalian semua," ucap Ambar memberikan sebuah amplop. Lisa pun menerima itu. Anak anak bar bar pun penasaran apa isi dari amplop itu.
"Dan yang ini khusus untuk Opal dan Zela," ucap Ambar memberikan amplop itu kepada Opal dan Zela.
Yang pertama ini buka adalah amplop milik umum, alias milik anak anak bar bar. Lisa yang membukanya dan membaca.
*Buat temanku yang pada gesrek
__ADS_1
Gue tahu kalo kalian baca ini pasti gue udah nggak ada di sisi kalian. Gue cuma mau bilang terima kasih udah mau terima gue jadi teman, padahal gue mah biasa biasa aja. Kalian selalu inget gue ya, jangan lupain kalo gue pernah menjadi bagian dari kalian. Pada belajar yang rajin biar sukses, gue tahu kalian nggak bakal bisa kalo nggak nyontek wkwk. Pas gue udah tahu ada penyakit di tubuh gue, gue langsung nulis ini buat kalian. Ikhlasin ya gue pergi, jangan lupa doain gue terus. Buat Firman maaf ya gue repotin elo, gue ngelampiasin ke elo. Abis gue bingung mau lampiasin ke siapa, kalo ke Angga entar gue di geprek lagi sama Fira, kalo gue ke Rafli, dia kan udah pada lop lop sama Lisa, kalo gue ke Dimas tau dah tuh anak, jadi nggak ada orang lagi. Maafin gue Firman. Bahagia terus ya kalian*.....
"Hana," ucap Lisa lirih.
Tanpa sepengetahuan yang lain, Opal pun membuka amplop yang di berikan Ambar. Dia mulai membaca, cukup membaca dalam hati saja.
*Dear Opal.....
Naufal Februarianto, gue sayang dan cinta sama elo. Selama ini gue kagum dan suka sama elo. Tapi entah kapan gue bisa ngungkapin ini semua. Kondisi gue ini yang nggak akan bertahan lama, membuat gue berfikir kalo gue nggak mau elo berharap sama gue. Gue lemah, dan nggak lama lagi gue pergi. Pal, gue minta tolong, elo ikhkasin gue ya kalo gue bener bener pergi. Jangan lupa cari pasangan yang lebih baik dari gue. Jangan lupa bahagia*.....
Seketika air mata Opal pun menetes.
Hati Opal sedih, ternyata Hana sudah merencanakan semua ini dari awal. Andai waktu dapat di putar kembali.
Zela pun sama, dia membuka amplop pemberian Ambar. Zela pun mulai membacanya.
*Dear Zela yang nggak baik.....
Zel, gue minta elo jaga diri baik baik ya. Belajar yang rajin, biar pinter kaya gue. Nggak usah sedih gue pergi selamanya dari kehidupan elo, intinya gue tetep sayang kok sama elo. Tuh puaskan kasurnya elo kuasain sendiri. Pokoknya jangan lupa doain aku. Bahagia selalu*.....
__ADS_1