CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 125


__ADS_3

Anak anak bar bar pun berusaha menenangkan diri setelah mendengar kenyataan yang begitu pahit. Di rasa tenang, mereka pun masuk ke dalam ruangan Hana. Begitu masuk anak anak bar bar pun terkejut melihat Hana yang biasanya ceria dan banyak gaya, sekarang terlihat lemas di atas brangkar rumah sakit di tambah muka Hana yang pucat dan rambut yang mulai rontok.


Melihat teman temannya masuk, Hana pun terkejut tetapi rasa senang pun Hana rasakan. Melihat teman temannya yang mendekati brangkarnya.


"Assalamualaikum," ucap anak anak bar bar itu bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab Hana lemah. Hana sedang makan bersama suster. Sementara ibunya sedang ke kantin membeli makan dan ayahnya Hana di depan ruangan Hana sedang mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk.


"Sus biar saya saja ya," ucap Zela menawarkan diri.


"Ya sudah tidak apa apa tetapi di pastikan makan ya," ucap suster.


"Baik sus," jawab Zela mengambil alih sendok dan mangkoknya. Zela pun mulai menyuapi Hana.


"Gimana keadaan elo?" tanya Diva.


"Baik baik aja. Kalian ngapain ke sini?" tanya Hana.


"Kita semua mau jenguk elo lah," jawab Lisa.


"Maaf ya kita nggak bawa sesuatu karena kita tadi buru buru," ujar Rafli.


"Iya nggak papa, kalian kesini aja gue udah seneng. Padahal gue nggak mau kalian tahu kondisi gue saat ini, tapi ya udah lah," ujar Hana.


"Kalo gue udah bener bener pergi, jaga diri kalian baik baik ya," ucap Hana.


"Han jangan ngomong gitu lah," ucap Opal.

__ADS_1


"Itu akan menjadi kenyataan, cepat atau lambat," ucap Hana menampilkan senyum manis di bibir pucatnya.


"Udahlah sekarang elo makan dulu," ucap Zela mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Udah ah Zel nggak enak, pahit," tolak Hana.


"Gue jewer nih kalo elo nggak mau makan," canda Zela memperagakan emak galak yang mau menjewer anaknya.


"Udah Zel, gue nggak kuat sumpah malah gue mual," ucap Hana yang menolak.


"Fir panggilin suster aja nih, orang sakit bawel amat," ucap Zela.


"Udahlah Han ayo makan," ujar Fira. Dengan terpaksa, Hana pun menelan makanan rumah sakit yang ia benci.


"Kalian emang nggak sibuk gitu, trus kampus yang buat kalian kuliah nanti gimana?" tanya Hana.


"Ya udah sana deh elo pulang, disini cuma sampah," ucap Dimas menendang kaki Firman.


"Apaan sih nendang nendang, elo pikir kaki gue bola apa," ucap Firman kesal, Firman pun mempause gamenya dan membalas menendang Dimas.


"Woii kampret elo ya," ucap Dimas yang tak terima.


"Apa elo, ngajak ribut? ayo gue siap," jawab Firman menantang.


"Tau ah ngeladenin orang kaya elo itu cuma bikin darah tinggi," ujar Dimas.


Hana pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah teman temannya. Ini juga mampu menghibur Hana.

__ADS_1


"Udah sih kalian ribut mulu, ini rumah sakit woii, entar kalian di usir satpam loh," ucap Lisa menengahi kedua temanya itu.


"Noh Dimas/Firman," ucap mereka bersamaan mengucapkan lawannya.


"Cie barengan, jangan jangan jodoh," ledek Rafli.


"Apaan, elo pikir gue gay," ucap Firman kesal.


"Gue aja nggak mau sama dia, apalagi cewe, mana ada yang mau sama manusia bentukan dia," ledek Dimas.


"Udah lah, brisik tahu nggak," ucap Diva kesal.


"Han kenapa sih elo nggak ngomong sama kita tentang ini semua?" tanya Diva.


"Nggak papa, gue cuma nggak mau repotin kalian aja. Selama ini kalian udah sabar ngadepin tingkah gue yang nauzubillah," ucap Hana lemas.


"Elo ngomong apasih, kita temenan dari kapan masih bilang ngerepotin," timpal Lisa.


"Iya, kita semua kan sahabat masa gitu," ujar Diva.


"Woi kalian lagi ngapain sih alay," timapal Firman.


"Apaan sih elo gorengan bakwan, ngerusak suasana aja," jawab Fira kesal.


"Gue? Elo kali," jawab Firman.


"Udah si kalian nggak ada abis abisnya. Firman, elo bisa diem kagak sih? Pengen gue sumpel mulut elo," ujar Lisa yang gregetan dengan kelaluan temannya itu.

__ADS_1


__ADS_2