
Setelah diantarkan Angga pulang ke rumah, wajah Fira nampak berseri seri penuh kebahagiaan.
"Assalamualaikum," salam Fira.
"Waalaikumsalam," jawab Lia (ibu Fira). Fira pun langsung masuk ke rumahnya, disana ternyata sudah ada ayah Fira, karena kebetulan kedua orang tuanya tidak dinas ke luar kota bahkan ke luar negeri.
"Eh sayang maaf ya ayah tadi lama jemput jadi kamu pulangnya sama temen kamu," ucap Rino (ayah Fira).
"Udah nggak papa yah, emang gitu kan kalian sibuk," ucap Fira.
"Kamu kenapa senyum senyum gituu kaya bahagia banget," ucap Lia penuh selidik.
"Jangan jangan temen mu tadi cowo ya," imbuh Rino.
"Apasih ayah ibu ya udah Fira ke kamar dulu ya," ucap Fira langsung berlari ke kamarnya karena malu.
Keesokan harinya Fira sudah berkumpul bersama teman temannya di depan gerbang sekolah. Setelah itu mereka pun masuk ke dalam kelas.
"Eh Fir lu kemaren pergi ke taman kan sama Angga?" tanya Diva.
"Cie kencan mulu lu, kemaren aja bilangnya cuma temenan," ledek Hana.
"Apaan sih lo pada, gue cuman makan sate di taman," jawab Fira.
"Sama babang anggamu itu kan?" ledek Lisa.
"Iya gue sama angga, kok lo bisa tau sih Div?" tanya Fira bingung plus malu.
"Lo kan tau gue peramal," canda Diva.
"Ih yang bener," pinta Fir kesal.
"Papa gue kemaren ngajak gue ke toko roti yang di deket taman trus pas mau pulang gue kaya liat lo sama Angga gitu, mau gue samperin eh malah gue udah dipanggil papa gue suruh pulang, ya udah deh gue nggak jadi nyamperin elo," jelas Diva.
"Wah parah lo Fir kencan mulu," ucap Han.
"Udah diem ah," ucap Fira maluu.
Bel masuk SMA Harapan pun berbunyi para siswa yang sedang ada di luar langsung masuk dan siswa yang dikelas langsung menempatkan diri di kursi masing masing.
Setelah selesai perlajaran bel istirahat pun berbunyi para siswa berhamburan menuju kantin. Kini Diva Lisa Hana dan Fira sudah berada di kantin sejak awal, mereka sedang menikmati makanannya. Tiba tiba Rafli dan teman temannya datang.
"Hai Fir," sapa Angga.
"Hai Angga, sini gabung bareng aja," ucap Fira.
"Kalo mau pacaran cari meja sendiri aja," sindir Hana penuh penekanan.
"Nggak usah nyindir kali," ucap Fira.
__ADS_1
"Udah sana mau pacaran kan," ucap Diva.
"Ya udah yuk Fir cari meja lain," ajak Angga, Fira pun mengangguk mengiyakan lalu berjalan menuju meja yang lain. Rafli Dimas dan Opal pun duduk bersama dengan Lisa Diva dan Hana.
"Haii Lis," sapa Rafli, tapi tidak ada jawaban dari Lisa.
"Lagi makan apa kamu?" tanya Rafli basa basi kepada Lisa.
"Udahlah nggak usah sok peduli," ucap Lisa santai dan terus makan.
"Lo gimana kabarnya?" tanya Rafli.
"Gue bilang nggak usah peduli ya nggak usah peduli!" ucap Lisa membentak.
"Lo budeg apa gimana si," imbuh Hana ikut turun tangan.
"Udah enggak usah bikin onar kalo enggak gue tendang elo ke pluto," ucap Lisa.
"Ya maaf" ucap rafli. Meja yang ditempati enam orang itu hening, tidak ada percakapan lagi. Sementara meja Angga dan Fira damai bahagia sentosa.
"Eh Fir entar malem kira adain acara barbeque yu," ajak Angga.
"Dimana?" tanya Fira.
"Dirumah lo bisa nggak?" tanya Angga.
"Bisa sih, emang kita cuman berdua? kan kalo cuman berdua nggak asik," ucap Fira.
"Ya udah ntar jam 7 kamu ke rumahku sekalian sama temen temen mu, ntar aku juga ajak temen temen ku," ucap Fira.
"Ya udah deh oke," ucap Angga.
Bel masuk SMA Harapan berbunyi para siswa buru buru masuk ke kelas masing masing.
"Udah yuk Fir ke kelas jangan pacaran mulu," ucap Diva.
"Iya udah kok," jawab Fira. Lisa dan teman temannya berjalan ke kelas. Sesampainya di kelas ternyata pak Kuat belum datang.
"Eh kita nanti dateng ya ke acara barbeque di rumah gue," ajak Fira.
"Emang jam berapa?" tanya Diva.
"Lo kan temen gue dateng jam 6 ya," ucap Fira sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Iya udah ntar gue usahain," jawab Hana.
"Itu mata kenapa mata, kena belek mulu emang," ledek Lisa.
"Ah diem lu Lis," jawab Fira. Sementara di kelas Rafli suasana juga sama seperti kelas Lisa karena guru juga belum hadir.
__ADS_1
"Eh ntar ikut acara barbeque gue yuk," ajak Angga.
"Pasti sama cewek lo itu," ucap Rafli.
"Mentang mentang udah punya cewe sekarang gandengan trus kaya truk," ledek Dimas.
"Lo semua iri kan," ucap Angga sombong.
"Apalagi elo kan Fli," ledek Angga sambil mengedipkan sebelah matanya pada Rafli.
"Jijik gue matalo kaya lampu disko," ucal Opal.
"Ya gue sih sebenernya iri sama lo Angga, lo cepet banget dapet si Fira, padahal juga kan lebih duluan gue kenal sama Lisa, eh malah kamu duluan yang deket sama Fira," ucap Rafli merenungi nasib.
"Udah lah bro jangan sok sedih gitu," ucap Opal.
"Udah lah bro perjuangin aja dulu si Lisa ntar siapa tau Lisa suka beneran sama lo," ucap Dimas.
"Nih ya Fli kalo lo mau liat pemandangan di atas awan kamu harus naik ke atas gunung dulu. Naik gunung juga capek, butuh perjuangan, tapi ntar kalo udah sampe diatas bahagia banget rasanya," ucap Opal.
"Mungkin kamu sama Lisa akan indah pada waktunya," ucap Dimas.
"Ya semoga aja sih gitu, Lisa nggak cuek lagi sama gue nggak ketus lagi sama gue," ucap Rafli.
"Eh kok lo ke Fira kaya nggak ada perjuangan nya gitu," ucap Dimas.
"Orang Angga genit mana ada kata berjuang," ledek Opal.
"***** elo, bukan nggak ada tapi belum ada," ujar Angga.
"Tumben otak lo bener," ejek Dimas.
"Angga Saputra Wijaya emang pinter lo aja kali yang baru sadar," ucap Angga sombong.
"Iya deh iya," ucap Dimas mengalah.
"Eh ntar emang dimana acara barbeque nya?" tanya Opal.
"Di rumah Fira," jawab Angga santai.
"***** masa kita suruh dateng rumah cewe," ucap Rafli kesal.
"Ya nggak papa lah ntar kan disana ada temen temannya Fira juga, Lisa ada kok Fli" ucap Angga penuh penekanan di kata Lisa.
"Ya udah nggak papa demi Lisa," ucap Rafli penuh semangat.
"Lah gitu dong Fli perjuangin," ucap Dimas.
"Iya dong," jawab Rafli.
__ADS_1
"Ya udah ntar kumpul aja dirumah gue jam 6," ucap Angga.
"Ya udah oke," jawab Opal.