
Karena kemarin cowo X Ips belum bertanding, mereka pun kesal dan ingin hari ini harus bertanding. Mereka berlapan kali ini sedang berada di taman.
"Lo beneran kan tanding hari ini," ledek Fira.
"Ntar kaya kemaren deh, udah pake baju futsal tapi nggak jadi tanding," imbuh Hana meledek.
"Tau ah kalian malah pada ngeledek," ucap Angga kesal.
"Gitu aja ngambek," ledek Lisa.
"Eh kita kayaknya final deh," ucap Lisa.
"Kemungkinan sih iya," jawab Diva.
"Ya udah gue tanya aja sama kak Arif," ucap Lisa.
"Ngapain tanya sama kak Arif mulu, emang nggak ada yang lain," ucap Rafli kesal.
"Cie Rafli cemburu," ledek Dimas.
"Cemburu tanda cinta," ucap Fira.
"Marah tandanya suka," imbuh Diva.
"Aduh apaan sih kalian nggak jelas banget," ucap Lisa.
"Panggilan untuk putra kelas X Ipa dan kelas X Ips untuk segera ke lapangan," ucap seseorang dari pengeras suara.
"Aduh kelas kita tanding sama elo elo pada," ucap fira.
"Nggak mau ndukung ah," ucap Fira.
"Enak aja kemaren aja gue dukung elo pada," ucap Angga protes.
"Iya deh iya," jawab Fira pasrah.
"Ya udah yuk kelapangan," ajak Opal, mereka pun berjalan ke lapangan.
Mereka berjalan ke lapangan dan berhadapan langsung antara X Ipa vs X Ips. Peluit berbunyi menandakan mereka harus memulai pertandingan. Mereka saling mengoper bola kesana kemari, beberapa kali mereka mencetak gol ada yang gagal ada yang berhasil.
Sorak sorai dan teriakan dukungan masih memenuhi sekitar lapangan, para siswa lain pun berantusias melihat pertandingan ini. Peluit pun berbunyi lagi, berati mereka harus mengakhiri permainan babak pertama ini. Skor permainan mereka adalah 1-1, jadi mereka seri.
Mereka pun duduk di tepi lapangan bersama, karena jika di lapangan mereka lawan tetapi jika di luar lapangan mereka adalah kawan. Lisa memberikan air mineral untuk mereka.
"Nih minum," ucap Lisa.
"Makasih," ucap Rafli.
"Wah kalian seri nih hebat deh," ucap Hana.
"Yang kalah traktir loh," ucap Lisa.
"Enak aja minta traktir," ucap Dani.
__ADS_1
"Wah Lisa payah elo," ucap Tino.
"Kemaren aja yang taruhan gue sama Angga belum selesai, elo malah minta taruhan lagi pertandingan ini," ucap Dimas kesal.
"Noh kan pada ngambek, gitu aja marah," ucap Lisa.
"Kalian pms?" ledek Hana.
"Apaan elo Fir" ucap Angga.
"Udah udah tinggal traktir aja susah amat," ucap Diva.
"Elo bilang enteng, kita yang lakuin berat," ujar Opal.
"Jangan rindu berat" ucap Fira penuh drama.
"Hdah ah, malah mbahas nyeleneh," ucap Angga. Peluit pun berbunyi lagi, mereka harus masuk lagi ke lapangan untuk babak ke dua.
"Pokoknya yang kalah traktir," ucap Lisa berteriak.
Mereka pun mulai mengoper bola dan sorak sorai pun mulai terdengar lagi. Setelah dua puluh menit berlalu permainan pun selesai, pemenang nya adalah kelas X Ips.
"Ya udah yuk traktir Dan," ledek Hana.
"Apa apaan ini, masa kita suruh traktir, orangnya juga banyak banget, bangkrut kita," ucap Aldo.
"Ya udah kantin aja gimana," tawar Lisa.
"Kantin apa cafe," ledek Diva.
"Ya udah ayo,kantin," ucap Tino pasrah. Mereka pun ke kantin bersama sama, mereka pun duduk di kursi.
"Aduh banyak banget nih orangnya ada berapa ya," ucap Dani sambil menghitung orang disana.
"13 *****, banyak banget," ucap Aldo.
"Nih gue yakin kalian pasti pada mau ngrampok kan," ucap Ferdi penuh selidik.
"Enak aja, kita anak baik baik," ucap Fira sok imut.
"Wah soudzon elo," ucap Hana.
"Itu muka muka kalian mencurigakan," ucap Tino.
"Tau ah terserah kalian," ucap Lisa, makanan yang mereka pesan pun datang.
"Wah banyak banget nih," ucap Dani.
"Ikhlas aja elo Dan," ucap Opal penuh semangat.
"Iya deh," jawab Dani pasrah.
Mereka pun asik melahap makanan yang di atas meja, sementara yang bayar pun kurang bersemangat menikmati makanan, tanpa terasa makanan pun habis di lahap.
__ADS_1
"Bayar deh kalian," ledek Lisa.
"Aduh kalian ini pasti ngrampok eh ternyata beneran," ucap Dani.
"Apaan lo, udah bayar nggak usah ngeluh mulu," ucap Opal.
"Kalo elo aja gimana pal yang bayar, elo kan yang paling banyak makan," ucap Aldo.
"Oh kalo Opal mah gitu makanannya banyak banget," ucap Dimas.
"Perutnya Opal kan perut karet," imbuh Diva.
"Aduh kalian apa apaan sih," elak Opal.
Mereka pun melanjutkan candaan mereka tanpa menonton pertandingan yang lainnya, tanpa terasa mereka melewati beberapa pertandingan.
"Panggilan untuk putri X Ipa vs X Ips untuk menentukan pemenang lomba futsal putri kelas X," ucap seseorang dari pengeras suara.
"Aduh gimana ini,kita kan masih pake baju gini," ucap Lisa panik.
"Iya, kita belum pakai baju olahraga," imbuh Diva.
"Ya udah sana bilang sama panitia, suruh tunda dulu biar kalian biasa ganti baju," ucap Dani.
"Ya udah deh, yok Han kita ke panitia," ajak Lisa.
Lisa dan Hana pun pergi ke panitia yang berada di pinggir lapangan, mereka pun segera menghampiri nya.
"Kak Tika," ucap Lisa.
"Eh iya dek ada apa?" tanya Tika ramah.
"Kak saya dari kelas X Ipa yang ikut futsal tapi kita belum pake baju olahraga," jelas Lisa
"Kami mohon untuk diundur dulu, biar kelas lain dulu yang tanding kak," imbuh Hana.
"Ya udah deh nggak papa," jawab Tika.
"Makasih kak," ucap Lisa dan Hana bersamaan.
"Iya dek sama sama," jawab Tika, Lisa dan Hana pun pergi meninggalkan Tika, kembali lagi bertemu teman mereka di kantin.
"Gimana boleh nggak?" tanya Diva.
"Iya boleh kok tadi, gue udah izin sama kak Tika," jelas Hana.
"Ya udah sekarang kita ganti baju," ajak Lisa, mereka pergi ke kamar mandi untuk ganti baju.
Setelah selesai berganti baju, Lisa dan yang lain pun menjadi penonton sambil menunggu pertandingan selesai. Pertandingan pun selesai kini giliran putri X Ipa vs X Ips. Mereka telah memasuki lapangan, mereka pun mulai bertanding.
Setelah selesai permainan dua kali dua puluh menit dengan waktu istirahat lima belas menit, kini ternyata final putri x bahasa vs x ips.
permainan pun dimulai,sorak sorai pun memenuhi pinggir lapangan,dan menjadi semangat para peserta. Mereka pun bermain tanpa kasar hingga selesai permainan.
__ADS_1