
Pagi ini mereka sengaja ingin berangkat bersama, sebelum jam 06:00 mereka sudah ada di rumah Lisa. Setelah jam 06:00 baru lah mereka berangkat ke sekolah. Tapi mereka berencana untuk singgah ke taman untuk sarapan. Akhirnya mereka pun sampai taman, mereka pun turun dari mobil.
"Kita mau sarapan apa?" tanya Angga.
"Biasa lah bubur ayam aja," jawab Lisa.
"Ya udah deh tempat biasa," ajak Rafli.
Mereka pun langsung duduk di tempat masing masing sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Eh gue mau beli tempe mendoan anget anget dulu ya," pinta Opal.
"Ya udah sana," jawab Dimas.
"Ya udah ayo Div," ajak Opal, Diva pun mengangguk.
"Kok sama Diva sih?" ucap Dimas kesal.
"Kan yang biasa beli kaya gini gue sama Diva, kenapa elo kesel sih," ucap Opal.
"Ya udah sana," jawab Dimas gugup. Opal dan Diva pun pergi membelu tempe mendoan anget anget.
"Yah cemburu sama Opal," ledek Lisa.
"Gue kan udah bilang kalo sayang ungkapin," ucap Angga.
"Kaya gue nih sama Fira gantle," imbuh Angga sombong.
"Sombong amat," pinta Rafli.
"Udah ah males gue sama kalian," ucap Dimas.
Bubur ayam pesanan mereka pun datang berbarengan dengan Opal dan Diva yang membeli tempe mendoan anget anget. Mereka pun menikmatinya. Tanpa mereka duga, Firman pun datang lagi.
"Hallo sahabat yang aku sayangi dan aku cintai," sapa Firman, semua pun mengentikan makannya dan menoleh ke arah Firman, sedangkan Firman hanya senyum tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
"Astaghfirullah pagi pagi gini gue udah liat makhluk kaya elo," ujar Rafli.
"Ilang nafsu makan gue liat elo deh," imbuh Angga.
"Ah gue tau gue ganteng, makasih ya teman teman," ucap Firman dengan sejuta senyum.
Mereka pun heran dengan Firman, kenapa dia hari ini datang dengan penuh drama seperti perempuan yang lama tidak bertemu temannya, kemaren dia datang dengan ucapan blak blakan dan gaya bad boy.
"Lo waras kan?" tanya Fira.
"Alhamdulilah sangat baik," jawab Firman.
"Sumpah deh elo kaya cewe yang lagi kumpul sama temen lamanya," ujar Diva.
"Enggak papa kok teman teman," jawab Firman.
"Ngeri gue liat elo," ucap Dimas.
Setelah kedatangan Firman, mereka pun buru buru menghabiskan bubur ayam mereka dan memilih untuk segera berangkat ke sekolah.
"Ah gue udah selesai," ucap Rafli sambil meletakkan sendoknya.
"Oh semua udah selesai, buruan bayar Han," ucap Lisa.
"Haha aku?" ucap Hana bingung, Lisa pun mengode Hana dengan mengedipkan matanya, Hana pun langsung membayar bubur ayam mereka.
"Udah selesai ayo pulang," ajak Dimas.
"Firman gue pulang dulu ya," ucap Hana.
Mereka pun segera berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah mereka langsung ke kelas X Ipa, betapa terkejutnya mereka ternyata sudah ada Firman disana.
"Hai teman teman gue sampai duluan disini," ucap Firman.
"Elo bunglon atau apasih?" tanya Lisa.
__ADS_1
"Hah kok bunglon?" jawab Firman menyeritkan dahinya.
"Kelakuan elo tuh kemaren gaya bad boy sekarang kaya banci," ucap Diva.
"Ah terserah kalian mau anggap gue apa," jawab Firman.
"Noh sekarang mulai lagi," jawab Lisa.
"Oh gue tadi jadi kaya banci karena gue pengen berteman sama kalian, gue pikir kalian ilfeel dengan sikap gue yang bad boy mendingan gue jadi banci aja barangkali bisa merubah sikap gue eh malah taunya kalian tambah ilfeel," jelas Firman.
"Jadilah diri sendiri dan jangan tiru orang lain, karena menjadi diri sendiri lebih baik, disaat elo jadi orang lain mungkin banyak yang suka sama elo tapi pas jadi diri sendiri banyak yang membenci elo, lah yang benar benar tulus adalah mereka yang masih ada sejak kamu menjadi orang lain sampai kamu menjadi diri sendiri," ucap Lisa.
"Bukannya kita enggak mau temenan sama elo, tapi kita udah biasa kemana kemana bareng kaya tadi, bahkan orang tua kita juga udah kenal samua, kita udah nyaman berteman kaya gini, belum pernah ada orang lain yang masuk dalam pertemanan kita, jadi wajar aja lah kalo kita kaya gitu ke elo, kita merasa risih ada orang lain," jelas Lisa.
Aduh Lisa ini udah cantik, lemah lembut, ah gue kagum sama dia, dia juga bisa kasih penjelasan sama gue, enggak kaya temen temennya yang cuma nonton.~Batin Firman.
"Iya deh, terserah intinya gue juga jijik lakuin kaya tadi," ucap Firman.
"Ngapain elo lakuin?" tanya Hana.
"Gue kan udah jelasin," jawab Firman ketus.
"This is my self," ucap Diva.
"Iya iya," jawab Firman.
Bel masuk SMA Harapan berbunyi, menandakan pelajaran akan segera di mulai.
"Udah sana masuk kelas kalian," ucap Hana.
"Elo ngusir kita," ujar Opal.
"Enggak ngusir, sekarang udah bel sana kalian pergi," jawab Hana.
"Ya udah jangan kangen ya," ucap Opal.
__ADS_1
"Idih narsis amat elo," jawab Hana.
"Bodoamat," ucap Opal.