
Hana pun turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe. Hana pun mencari cari meja yang tepat menututnya, akhirnya Hana memilih di dekat tembok.
Kembali lagi di meja anak anak bar bar yang sudah lulus dari SMA Harapan, Diva lah yang pertama melihat keberadaan Hana.
"Gaes gaes itu Hana kan," ucap Diva.
"Apaan sih elo Div, halu banget, dia kan di mana nggak tau, masa tiba tiba disini," jawab Firman yang masih asik dengan game onlinenya. Kursi yang ditempati Firman kebetulan membelakangi meja yang Hana tempati.
"Iya bener tuh kata Firman," ucap Fira.
"Tuh tuh lihat tuh lihat," ucap Diva dengan tangan yang menunjuk ke meja Hana.
"Iya tuh persis Hana banget," ucap Lisa.
Di meja Hana, Hana pun merasa biasa saja, dia tidak merasa jika sedang di perhatikan. Hana fokus dengan hp nya yang sedang melihat lihat medsos.
Mendengar ucapa Lisa, mereka pun langsung memutar badan melihat Hana berada.
"Iya itu Hana," ucap Firman.
"Kita samperin yuk," ajak Fira.
"Ya udah ayo," ucap Opal bersemangat.
Mereka pun langsung berandak dari duduknya dan menghampiri meja Hana secara bergerombol. Diva, Fira dan Lisa sudah tidak sabar pun langsung berlari menghampiri Hana. Mereka pun langsung memeluk Hana. Hana bingung kenapa ada orang datang tiba tiba memeluk dia. Dan apa itu, 4 cowo juga sedang menghampirinya.
"Maaf kalian siapa ya, kok tiba tiba memeluk saya," ucap Hana mencoba melepas pelukan Diva, Lisa dan Fira.
"Han ini gue Fira masa elo nggak kenal sih," ucap Fira yang sudah melepas pelukan Hana. Mereka pun duduk di kursi yang berada di meja Hana, sedangkan para cowo duduk di meja samping Hana yang kebetulan kosong.
"Fira siapa yah," tanya Hana.
"Elo gimana sih Han, elo ngilang selama ini, elo disana juga nggak pernah kasih kabar sama kita, pas pergi juga nggak bilang bilang, kita mau cari elo disana mau nyamperin elo disana juga nggak tau alamat, kita selama ini nunggu elo loh. Dan sekarang elo malah nggak inget kita?" ucap Diva mengeluarkan uneg uneg nya.
"Iya, kemana aja elo Han," ucap Opal yang ikut membuka suara.
__ADS_1
"Ah maaf mungkin kalian salah orang," ucap Hana.
"Nggak mungkin kita salah orang, elo Hana kan," ucap Lisa.
"Ah mungkin kalian salah orang, permisi duluan ya," ucap Hana.
"Han," panggil Lisa, tetapi Hana tidak menghentikan langkahnya, malah dia memperpat langkahnya.
Zela pun keluar toilet dengan buru buru karena tidak enak dengan Hana yang sudah menunggu lama, tak sengaja Zela pun menabrak cowo seusianya hingga hp yang dipegang Zela pun jatuh. Dengan cepat cowo itu pun mengambil dan memberikan kepada Zela. Betapa terkejutnya Zela ternyata orang itu.
"Alan," ucap Zela menganga tak percaya.
"Puput," ucap cowo itu yang tak lain adalah Dimas.
Zela pun sadar dengan apa yang ia lihat, dengan cepat Zela berbalik badan dan melangkahkan kakinya, tetapi dengan cepat Dimas memegang pergelangan tangan Zela.
"Lepas," ucap Zela dingin dan ketus.
"Gue nggak mau lepasin elo," jawab Dimas memelas.
"Lepas nggak," ucap Zela agak sedikit membentak.
"Penjelasan apa ya," ucap Zela dingin.
"Dengerin gue dulu," ucap Dimas.
"Lepas tangan gue, lepasin," ucap Zela meronta ronta. Akhirnya Dimas pun mengalah dan melepaskan pergelangan tangan Zela. Zela pun langsung berlari meninggalkan Dimas.
Puput maafkan aku. Kata itulah yang sekarang bisa Dimas ucapkan untuk Zela.
Saat mendekati mobil, Zela harus bersikap seolah tidak ada apa apa yang terjadi. Sudah meresa tenang, Zela pun masuk ke dalam mobil.
"Han elo belum masuk cafe, maaf ya elo nunggu gue lama," ucap Zela.
"Enggak kok, kita ganti tempat lain aja yuk," ajak Hana.
__ADS_1
"Kenapa tiba tiba?" tanya Zela.
"Ah nggak papa," jawab Hana.
Dimas pun kembali ke meja yang ia dan teman temannya tadi tempati. Dimas pun heran kenapa tiba tiba mejanya kosong, apakah Dimas ditinggal. Akhirnya Dimas pun menemukan teman temannya yang berada di meja lain.
"Woi ngapain disitu balik sini," ucap Dimas sambil melambaikan tangannya.
"Oh iya, ngapain kita disini, balik ke meja kira yuk," ucap Firman. Mereka pun kembali ke meja yang tadi ditempati.
"Ngapain sih pada ke meja lain?" tanya Dimas penasaran.
"Tadi kita lihat Hana dimeja situ trus kita samperin deh," jawab Rafli.
"Lah sekarang Hana nya dimana?" tanya Dimas menerka nerka apa yang telah terjadi tadi.
"Hana nya pergi, dia nggak kenal kita semua," jawab Opal.
"Parah men," jawab Dimas spontan dan heboh.
"Hana jahat banget sih bukan temen gue," ucap Fira yang disulut emosi.
"Elo kok ngomong gitu sih," ucap Diva merasa tak terima.
"Iya, ngggak boleh ngomong gitu ****," ucap Opal.
"Kita tuh nggak boleh loh asal menyimpulkan sesuatu, jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu," ucap Lisa bijak.
"Bener tuh kaya Lisa, jadi kita harus cari tahu penyebabnya," imbuh Rafli.
"Buang buang waktu," ucap Firman dengan mata yang fokus kepada hp nya.
"Firman!" ucap mereka yang geram akan tingkan Firman.
"Ya udah kita ke rumahnya sekarang," ucap Opal bersemangat.
__ADS_1
"Jangan sekarang besok pagi aja," ujar Dimas.
"Ya udah deh, kita sekarang nongkrong dulu," jawab Lisa.