
Keesokan paginya, mereka kembali bertemu di rumah Fira. Sepertinya hari hari mereka hanya di sibukkan dengan itu. Hana pun datang bersamaan dengan Zela, diantar oleh supir Hana.
"Woi udah pada dateng nih," ucap Hana dengan hebohnya. Hana pun langsung duduk tanpa di pesilahkan, di susul dengan Zela.
"Apasih Han, pagi pagi udah brisik aja," timpal Diva.
"Udah pada sarapan belum? Tadi ibu masak banyak, jadi di suruh bawa deh kemari. Gue tahu kalian itu pada belum makan, kalian itu jiwa jiwa gratisan," ucap Hana panjang kali lebar. Biasanya dengan semangat menimpali jika berhubungan tentang makanan, tapi kali ini tidak karena yang menawani adalah Hana. Opal mah cukup makan saja.
"Enak nih Han, tau aja," timpal Angga.
"Ya gue tahu gue baik makasih," jawab Hana dengan sombongnya.
"Apaan sih dikit dikit terbang," timpa Zela.
"Firman sini biar gue ambilin," ucap Hana memulai aktingnya kembali.
Mulai lagi deh tuh anak.~Batin Zela.
"Nggak usah deh, ngapain sih elo," tolak Firman. Firman pun sama saja, menolak secara kasar, tidak bisa menolak secara halus.
"Ih sini nggak papa deh," ucap Hana yang terus ngotot.
"Udah ah sana," jawab Firman.
"Udah ah diem ngapa, masih pagi aja udah berisik," ucap Angga kesal setiap mendengar perdebatan Hana san Firman.
__ADS_1
"Iya nih Han, tolong lah ini kan masih pagi, simpan deh tenaga elo buat besok besok lagi, nggak usah buat ribut gini," ucap Lisa yang juga sama seperti Angga.
Mungkin yang lain juga sama. Setiap mendengar pedebatan itu, rasa kesal dan jengkel anak anak bar bar meluap luap.
"Iya Han udah, nggak capek apa," timpal Fira.
Hana pun menghentikan aktivitasnya, Hana juga tak menanggapi ucapan ucapan para teman temannya. Hana langsung membuka hp nya. Ternyata dia sedang chat Zela. Yang lain pun mumulai makannya, hanya Zela dan Hana yang asyik dan fokua dengan hp nya. Mereka sedang saling berbalas pesan.
"Hem, asik bener kalian, sampai sampai di lupa kalo ada orang lain," ucap Fira sambil berdehem.
"Hehe maap," jawab Hana dengan senyum senjuta watt.
"Hehe iya gue juga," jawab Zela cengegesan. Zela pun meletakkan kembali hp nya kedalam tas.
"Oh gue sedang chat bokap gue, kangen gue udah lama nggak ketemu," jawab Zela.
"Alah manja bener, biasanya juga kagak," ledek Hana.
"Emang bokap elo dimana Zel?" tanya Opal.
"Bokap gue ya di Surabaya lah, kalo di Jakarta gue nggak mungkin tinggal serumah sama Hana," jawab Zela.
"Ya kali aja gitu gara gara saking dekatnya elo sama Hana, jadi tinggal bareng," timpal Opal.
"Waktu di Surabaya kita mah sering se rumah bareng, kalo nggak di rumah gue ya di rumah Nenek," jawab Zela.
__ADS_1
"Nenek siapa Zel?" tanya Opal.
"Nenek Hana lah masa nenek gue," jawab Zela.
"Ya kali aja gitu," jawab Opal cengegesan.
"Hem, dunia serasa milik berdua," ledek Fira memecahkan suasana.
Nggak papa elo sama Zela Pal, walaupun hati gue sakit, Zela orang baik Pal. ~Batin Hana.
"Apaan sih elo Fir ngaco, cuma tanya gue," elak Opal.
"Tanya? Tanya apa elo Pal, tanya kalo hati Zela masih kosong apa enggak," ucap Angga yang ikut ikutan meledek.
"Yuk Pal, gas pol. Jangan kasih kendor," ucap Dimas.
"Apaan sih kalian ngomong apa nggak jelas banget," ucap Opal yang berusaha mengelak.
"Iya nih apasih kalian," ucap Zela.
"Zel Zel Opal ganteng loh, jomblo abadi lagi, nggak mau ngisi hatinya elo?" ledek Angga.
"Lah Hana apaan," jawab Zela secara spontan. Bahkan Zela tak menyadari jika telah mengatakan hal itu. Sontak Hana langsung melototkan matanya kepada Zela. Hana juga memberi tatapan garang kepada Zela. Zela pun membalas dengan senyum gigi pepsodent. Senyum itu adalah senyum minta maaf Zela.
Andai Hana mau Zel, dari dulu gue udah pacarin. Tadi elo ngomong gitu aja, matanya langsung melotot. Nggak suka banget elo Han sama gue. Apa benar benar nggak ada harapan lagi buat gue di hati elo. ~Batin Opal.
__ADS_1