
Linda yang sedang menggoreng ayam pun kaget karena ada sepasang tangan yang melingkar di perutnya. Dagunya pun di letakkan di pundak Linda. Linda pun sudah menebak, pasti Zela.
"Kamu ngagetin ibu aja," ucap Linda.
"Maaf bu," jawab Zela.
"Masak apa bu?" tanya Zela.
"Mau masak ayam goreng sama sambel terasi trus nasi liwet," jawab Linda.
"Wah enak banget tuh bu, ya udah Zela bantuin," ucap Zela tak melepas pelukannya.
"Emang kamu bisa apa?" tanya Linda.
"Makan bu, jadi Zela bantu makan aja ya," ucap Zela sambil cengengesan. Linda pun mencubit pipi Zela dengan gemasnya.
"Sayang, kamu gimana sama Dimas?" tanya Linda. Zela pun langsung terdiam. Alasan dia ingin menyusul Linda juga karena ia tak ingin banyak di hujam pertanyaan oleh anak anak bar bar.
"Kita baik baik aja kok bu," jawab Zela dengan ragu.
"Jujur sama ibu," ucap Linda.
"Kita kaya orang ngga kenal bu waktu pertama tama ketemu, tapi lama lama Dimas kaya menunjukkan kalo dia itu udah deket sama Zela. Tapi Zela bilang sama orang orang kalo kita nggak ada apa apa," jelas Zela.
"Maafin kita ya karena," ucap Linda, tapi di potong oleh Zela. Karena Zela tahu itu akan membahas masa lalu yang akan membuat sakit hati.
"Ibu ngomong apasih, udah lah bu yang dulu lupain, kita mulai dengan yang baru," ucap Zela.
"Iya Zel, anak ibu sekarang udah jadi anak yang bijak," ujar Linda.
"Wah ada apa nih rame rame," ucap Ela yang baru dari ruang tamu.
__ADS_1
"Eh kakak, mau ngapain kak?" tanya Zela melepas pelukannya kepada Linda.
"Ini cuma mau buat susu, Fikri minta susu," jawab Ela.
"Ayah dimana kak?" tanya Linda.
"Nggak tahu deh bu, tapi tadi ninggalin ruang tamu, Fikri juga di ajak," jawab Ela.
Di ruang tamu rumah Dimas pun suasananya mencengkam. Para anak anak bar bar meminta penjelasan kepada Dimas, termasuk Firman yang kadang tidak peduli dengan hal semacam itu.
"Gue emang udah curiga sih sama kalian sejak awal kalian bertemu. Tatapan kalian itu beda banget nggak sama, sama yang lain," ucap Hana dengan tatapan mengintrogasikan.
"Iya elo apaan Dim, katanya temen kok main rahasia rahasian," ucap Angga.
"Kalian tenang dong, gue kan bingung mau jelasin," jawab Dimas.
"Bingung gimana sih, tinggal ngomong aja susah," ucap Fira nyolot.
"Dim, Fikri mana?" tanya Ela.
"Di belakang kak sama ayah," jawab Dimas. Mendengar ucapan adinya, Ela pun pergi meninggalkan ruang tamu menuju ke tempat anaknya berada.
"Eh iya gue lupa tanya, kenapa Zela lengket banget sama ayah elo? Padahal elo nggak kaya gitu deh, pas sama ibu elo juga Zela gitu," ujar Lisa.
"Iya bener tuh, sebenarnya sedekat apa hubungan kalian?" tanya Rafli.
"Makanya bentar gu?e jelasin dulu, nggak usah deh pada nyerocos mulutnya," ucap Dimas kesal.
"Kok elo nyolot sih Dim," ucap Fira memperotes.
"Ya makanya pada diem," jawab Dimas.
__ADS_1
"Gue sama Zela itu dulu," ucap Dimas yang lagi lagi terpotong. Tiba Tiba Zela datang membawa nampan yang berisi teko yang berisi air jeruk peras dan gelas.
"Ngapain sih Zel pakai acara dateng segala," ucap Fira kesal.
"Ya gue mau nawanin kalian minum, haus kan, gue tahu gue baik, makasih," ujar Zela lalu meletakkan nampan itu di atas meja.
"Eh elo jangan balik ke dapur lagi loh, gue juga mau minta penjelasan sama elo," ucap Hana menatap Zela dengan tatapan galak.
"Minta penjelasan apasih Han?" tanya Zela pura pura tidak tahu.
"Nggak usah pura pura **** lo," ucap Fira.
"Udah ah gue mau balik ke dapur, mau bantuin ibu masak," ucap Zela membalikkan badan, tapi dengan cepat Hana menarik tangan Zela.
"Udah lah nggak usah banyak alasan, gue juga tahu elo itu nggak bisa masak," ucap Hana yang paham betul jika Zela tidak bisa memasak, memasak telor saja dapur serasa hutan.
"Ya kan gue bisa ngerjain yang lain," jawab Zela.
"Udah duduk buruan," ucap Hana menarik tangan Zela untuk duduk. Zela pun pasrah dan duduk di samping Hana.
"Ada apasih kalian semua, kenapa gue serasa maling yang di hakimin warga," ucap Zela yang risih dengan tatapan teman temannya.
"Gue mau tanya. Elo sama Dimas jawab yang jujur, awas aja kalo nggak jujur," ucap Hana sambil memperlihatkan genggaman tangannya, seolah tanda jika akan menonjok.
"Sebenarnya kalian ada hubungan apa sih?" tanya Lisa.
"Gue sama Dimas temen, kalo nggak percaya tanya aja sama Dimas," jawab Zela santai. Bahkan Zela tak memberi kode apapun kepada Dimas.
"I-iya gue sama Zela emang temen," jawab Dimas.
"Lah elo kok manggilnya ayah ibu trus kaya udah akrab banget," tanya Hana.
__ADS_1
"Ah iya bu, bentar Zela dateng," ucap Zela berlari kabur dari teman temannya.