
Keesokan harinya Lisa sedang duduk diatas tempat tidur, Vina yang melihat Lisa duduk diatas tempat tidur pun menghampiri Lisa.
"Bu aku bosen dirumah aku sekolah yaa," ucap Lisa memohon dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Iya deh ngak papa sekolah kamu kan juga udah baikan," ucap Vina.
"Tuh mata kenapa kena belek emang kedip kedip mulu," ledek Vina.
"Ah ibuu," rengek Lisa.
Lisa pun bergegas ke kamar mandi. Setelah beberapa menit dikamar mandi munculah Lisa dari kamar mandi dengan wajah yang sangat segar. Lisa pun mengenakan pakain sekolahnya dan bersiap siap ke sekolah. Lisa mengoleskan bedak tipis tipis dan lipbalm di bibirnya. Setelah selesai Lisa keluar kamar dan langsung menghampiri kedua orang tuanya di meja makan.
"Pagi ayah ibu," sapa Lisa.
"Pagi sayang," jawab keduanya bersamaan.
"Kamu mau berangkat sekolah?" tanya Rizky.
"Iya yah Lisa udah bosen dirumah terus pengin ketemu temen temen kangen juga suasana sekolah," jelas Lisa.
"Ya udah nanti ayah anterin," ucap Rizky.
Selesai sarapan Lisa dan Rizky masuk ke dalam mobil. Rizky melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang ke SMA Harapan. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya sampai juga di SMA Harapan.
"Yah Lisa berangkat dulu," ucap Lisa sambil mencium tangan ayahnya.
"Ya udah sana belajar yang rajin," ucap Rizky sambil mengelus kepala Lisa. Lisa pun keluar dari mobil, dia langsung menghampiri teman temannya.
"Udah sembuh lo?" tanya Diva.
"Lo liat bagaimana," jawab Lisa santai.
"Iya deh sayang," ucap Fira. Mereka pun masuk kedalam kelas walaupun bel masuk belum berbunyi.
"Eh gue bawa roti selai coklat ni," ucap hana sambil memberikan bekalnya kepada teman teman temannya.
"Eh enak deh kayaknya," ucap Fira.
"Iya lah kan Hana yang bikin," ucap Hana menyombongkan diri.
"Ya elah tinggal roti tawar dioles sama selai coklat, siapa aja mah bisa," ucap Diva.
"Ya udah abisin," ucap Hana. Mereka pun menghabiskan bekal yang dibawa hana.
"Nih gue juga bawa jus apel buat kalian," ucap Fira sambil menaruh gelas jus apel ke meja.
"**** masih pagi kaya gini kok malah minum es," ucap Diva.
"Udah lah nggak papa enak nih seger," ucap Fira.
"Emang lo bawa jus apel ini darimana?" tanya Hana.
"Rezeki Allah" jawab Fira.
"Gayamu Fir Fir" ledek Diva.
__ADS_1
"Haii siapa yang ambil jus apel gue," ucap dani berteriak, Diva Lisa dan Hana pun menatap tajam ke arah fira.
"Nih Fira yang ambil Dan," ucap Lisa sambil memanggil Dani langsung saja Dani menghampiri Diva Lisa hana dan Fira.
"Eh ngapain lo Fir ambil jus apel gue," ucap Dani.
"Lo kan temen gue yang baik hati tidak sombong bolehlah buat gue jus apelnya," ucap Fira sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ah ***** lo. Ya udah deh lo kan temen gue," ucap Dani pasrah.
"Lah gitu kan gantengnya nggak dilihat dari gagang permen," puji Fira.
"Udah ah kalian gesrek semua melas gue," ucap Dani sambil meninggalkan mereka dengan rasa kesal.
Bel masuk SMA Harapan berbunyi. Guru yang mengajar di kelas X Ipa pun sudah masuk dan memulai menerangkan materi yang disampaikan. Diva Lisa Hana dan Fira malah tertidur saat guru menjelaskan.
Setelah pelajaran selesai, bel istirahat SMA Harapan berbunyi tetapi Diva Lisa Hana dan Fira masih saja terlelap dimejanya. Dani yang melihat tiba tiba muncul ide jail di kepala Dani.
"Indah gue pinjem botol minum lo," ucap Dani, Indah pun langsung memberikan botol minumnya kepada Dani, Dani langsung membuka tutup botol lalu menuangkan sedikit air ke tangannya, laku dani meneteskan diatas Diva Lisa Hana dan Fira.
"Hujan hujan," teriak Fira sambil membuka matanya.
"Eh ***** nih air apaan ya," ucap lisa langsing bangun dari tidurnya. Diva dan hana pun ikut bangun.
"Eh Dani *****, kerjaan lo ya," ucap Lisa kesal.
"Salah siapa lo molor mulu," jawab Dani santai.
"Itu kewajiban," jawab Fira tak mau kalah dari Dani.
"Eh sekarang jam pelajaran apa Indah?" tanya Hana sambil memperhatikan sekitar.
"Udah istirahat putri tidur," jawab Indah.
"***** udah istirahat aja padahal gue baru aja tidur sebentar," celetuk Fira.
"Ya udah yuk kita ke kantin," ajak Diva, mereka pun pergi ke kantin.
"Eh Fir sana lo yang pesen," ucap Lisa.
"Males gue masih ngantuk," jawab Fira.
"Ya udah lo sama hana aja pesen deh," usul Lisa, Hana dan Diva pergi berjalan memesan makanan para ndoro ndoro.
"Eh Lis gue cuci muka dulu ya nih ngantuk suka banget sama gue jadi nggak mau lepas," ucap Fira.
"Lo nggak papa kan sendiri disini?" tanya Fira memastikan lagi.
"Ya udah sana gue nggak papa kok," jawab Lisa. Fira pun langsung pergi meninggalkan Lisa dan menuju kamar mandi. Kini Lisa sendiri di meja kantin. Rafli dan teman temannya datang langsung saja menghampiri Lisa.
"Hai Lis," sapa Rafli,tetapi tidak ada jawaban dari Lisa.
"Gimana keadaan lo," tanya Rafli lagi.
"Mata lo rabun. Nih lo liat kan gue nggak papa," jawab Lisa ketus.
__ADS_1
"Jangan marah gitu dong Lis," rayu Rafli. Lisa tak menjawab sepatah kata apapun.
"Lis pacar gue mana?" tanya Angga.
"Heh sejak kapan lo punya pacar" ucap Dimas kesal.
"Oh itu Fira lagi ditoilet bentar lagi palingan dateng", jawab Lisa. Kemudian datanglah Diva dan Hana yang membawa pesanan.
"Ih pindah yuk Lis nggak nafsu makan liat orang gila disini," sindir Hana kepada Rafli dan teman temannya.
"Ya udah yuk gue juga jijik," jawab Lisa. Diva Lisa dan Hana pun pindah ke meja yang agak jauh dari sebelumnya. Fira pun datang bingung teman temannya ada dimana, Hana pun melambaikan tangannya, Fira pun langsung menghampirinya.
"Kenapa pada pindah?" tanya Fira yang bingung.
"Males ada orang gila di meja kita yang tadi," jawab Hana.
"Ohh gituu," ucap Fira sambil manggut manggut paham.
"Eh Fir lo tadi dicariin Angga," ucap lisa.
"Udah biarin aja bodoamat," tanggapan Fira tidak peduli.
"Hey ingat hubungan lo sama angga lo juga pernah kencan kan," ucap Lisa.
"Kita kan marahnya sama rafli bukan temen temennya," imbuh Hana.
"Emang kenapa lo marah sama Rafli?" tanya Lisa bingung.
"Ah udah ah makan yuk nggak usah diambil pusing sampah sampah kaya dia," ucap Diva. Mereka berempat pun melanjutkan makannya.
Di meja Rafliii.........
"Wah Lisa cuek bebek pake banget banget sama kamu Fli," ucap Dimas.
"Iya gue juga bingung kok cuek banget gituu," jawab Rafli.
"Jangan menyerah Fli," ucap Opal.
"Kalo beneran sayang ya diperjuangin," sindir Dimas kepada Angga dan Rafli.
"***** nggak usah nyindir," ucap Angga dan Rafli bersamaan.
"Eh Fli gimana coba kalo Fira marah sama gue," ucap Angga.
"Gara gara lo sih kemaren," ucap Angga mendengus kesal.
"Kokk gue si," ucap Rafli sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ya lu ngapain coba ribut gitu sama temen temennya Lisa," jawab Angga.
"Eh tapi galak galak ya," ucap Dimas.
"Udah ah bodoamat," ucap Rafli tidak peduli.
"Ya udah yuk makan," ajak Dimas. Mereka berempat pun memesan makanan. Setelah makanannya datang mereka menikmatinya dengan obrolan dan candaannya.
__ADS_1