
"Assalamualaikum," salam mereka.
"Waalaikumsalam" jawab Lisa sendiri, karena kebetulan di rumah Lisa tidak ada orang.
"Udah yok masuk," ajak Lisa, mereka pun berebut masuk ke dalam rumah Lisa. Mereka pun duduk di ruang tamu rumah Lisa.
"Aduh tenggorokan gue kering," sindir Dimas sambil mengusap usap tenggorokannya.
"Iya nih panas panas gini kinum es enak banget," ucap Opal.
"Enggak usah nyindir kalian," ucap Lisa. Lisa pun dapur membuatkan minum untuk mereka.
"Nih minum nggak usah nyindir nyindir," canda Lisa sambil meletakkan minuman di atas meja.
"Nah gitu kan good," ucap Opal sambil menunjukan jempol.
"Makanannya mana?" tanya Angga.
"Suruh nih para cewe ambil di kulkas gue mau ke kamar dulu naroh tas," ucap Lisa lalu pergi ke kamar.
"Eh Fir sana lo ambil makanannya," ucap Angga.
"Iya iya," jawab Fira dengan langkah menuju ke dapur. Setelah mendapatkan banyak makanan Fira kembali ke ruang tamu. Lisa pun juga sudah duduk disana.
"Banyak banget lo ambilnya," ucap Lisa.
"Nggak papa Lis sedekah," jawab Opal dengan senyum pepsodent.
"Eh siang siang gini bikin rujak enak tuh," ucap Fira.
"Lo nyidam Fir?" tanya Diva.
"Enggak lah enak aja, lo kira gue pengen makan rujak itu karena hamil gituu," jelas Fira kesal.
"Ya udah ayok, kita cari buah buah nya," ucap Lisa.
"Emang mau buah apa aja?" tanya Hana.
"Mangga muda, pepaya, jambu air" ucap Diva.
"Eh gue punya nanas tuh dikulkas," ucap Lisa.
"Oh iya sama bengkoang," ucap Opal.
"Ya udah beli yuk," ajak Fira.
"Tuh rumah samping gue punya pohon mangga sama pohon jambu air," ucap Lisa.
"Oh iya gue juga tadi liat," ucap Rafli.
"Ya udah sana lo sama dimas minta," ucap Lisa.
"Trus bengkoang sama pepaya nya, biar Angga sama Opal yang beli," ucap Hana.
"Eh Lis lo ikut kita ngapa, gue takut ntar yang punya galak," ucap Dimas.
__ADS_1
"Ya udah iya," jawab Lisa.
"Kalian bertiga siapin bumbu sama kupas buah yang ada," ucap Lisa.
"Siap bos," jawab mereka.
"Ya udah kita ke pasar dulu," ucap Opal. Mereka pun melanjukan motornya ke pasar.
"Ya udah yuk Lis berangkat," ajak Dimas, Lisa mengangguk. Lisa Dimas dan Rafli berjalan menuju rumah tetangga Lisa.
"Assalamualaikum bu yayan," ucap Lisa didepan pagar.
"Eh Lisa yuk masuk," ajak bu Yayan, mereka pun duduk diteras.
"Bu, Lisa sama temen temen kesini mau minta jambu airnya sama mangga yang masih muda," jelas Lisa.
"Ya silahkan ambil sepuasnya, ibu masuk dulu ya mau ambil kantong kresek buat kalian," ucap bu Yayan.
"Iya bu makasih," jawab Lisa. Rafli Dimas dan Lisa pun berjalan menuju pohon mangga.
"Ini nggak manjat kan?" tanya Rafli.
"Enggak, tuh ada galah," ucap Lisa sambil menunjuk galah tersebut. Dimas pun mengambil galah tersebut dan mulai memainkannya pada pohon mangga.
"Dim lo jangan ambil yang muda semua, ambil beberapa yang udah mateng, biar ntar kita makan selesai makan rujak," jelas Lisa.
"Iya iya bentar," ucap Dimas.
"Ini lis kantong kresek nya," ucap bu Yayan.
"Udah Dim, sekarang jambu air," ucap Rafli.
"Enak aja,masa gue mulu, gantian dong," ucap Dimas.
"Yaa udah sini gue aja," ucap Rafli sambil memegang alih galah.
"Sebelah situ Fli," ucap Dimas.
"Iya iya situ," ucap Dimas heboh.
"Diem ngapa, kalo nggak gue sumpel mulut lo pake galah ini," canda Rafli dengan nada mengancam. Setelah merasa cukup, Rafli meletakkan galahnya kembali ke tempat semula.
"Nih udah semua," ucap Dimas.
"Ya udah kita pulang," ucap Rafli.
"Bu Yayan makasih banyak ya ini buahnya," ucap Lisa
"Iya Lis sama sama nggak papa kok," jawab bu Yayan.
"Ya udah Lisa pamit dulu ya bu, assalamualaikum," ucap Lisa.
"Waalaikumsalam," jawab bu Yayan.
Lisa Dimas dan Angga pun kembali berjalan ke rumah Lisa, sesampainya disana ternyata Angga dan Opal sudah pulang.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucap Lisa Dimas dan Rafli.
"Waalaikumsalam," jawab mereka.
"Cepet banget beli buahnya," ucap Dimas.
"Iya lah, kan cuman beli didepan," jawab Opal.
"Nih mangga sama jambu air nya," ucap Dimas sambil memberikan kantong kresek itu kepada Hana.
Karena bumbunya sudah jadi, mereka tinggal mengupas buah yang bisa dikupas dan memotong kecil kecil. Setelah selesai mereka menyajikannya.
"Wah enak nih," ucap Rafli.
"Seger banget nih," imbuh Dimas. Mereka pun memulai menikmati rujak buatan mereka.
"Beneran nih enak, asam manis pedes wah seger," ucap Opal.
"Iya lah kan kita," ucap Fira sombong. Mereka memakan dengan lahap tak terasa tujak itu pun ludes.
"***** makannya pada cepet cepet banget nih," ucap Opal.
"Dibelakang masih ada mangga tapi manis kaya aku kalo mau ya asem liat aja mukanya Rafl" ucap lisa.
"***** elo gue juga manis kali," protes Rafli.
"Ya udah bawa sini trus kupas kita makan sama sama," ucap Angga. Mereka pun menikmati mangga yang sudah manis, buah buahan pun selesai mereka santap.
"Yah udah abis aja" ucap Opal.
"Ya udah besok lagi kapan kapan," ucap Diva.
"wah para cewe kalian cuci alat alat yanga kalian pakai, terus beresin tuh dapur dan para cowo kalian beresin ruang tamu, gue nggak mau diomelin ibu gara gara rumah kaya kapal pecah," jelas Lisa.
"Iyaa deh iya," jawab Fira. Mereka pun mulai mengerjakan pekerjaannya masing masing. Setelah selesai mereka kembali lagi duduk di ruang tamu.
*Ti*ng ting ting
"Eh ada tukang bakso lewat beli yuk," ajak Dimas.
"Nggak usah deh, kita kan baru makan rujak," jelas Diva.
"Ya udah deh," ucap Opal pasrah.
"Pal gue heran sama lo, emang beras emak lo dirumah nggak abis apa buat makan lo?" tanya Lisa.
"Iya yah, dia kan makan terus," imbuh Diva.
"Ya enggak lah, emak gue kan baik," jelas Opal.
"Eh kalo gue pengen makan gimana?" tanya Opal sedih.
"Depan lo banyak makan tuh," ucap Dimas.
"Iya deh iya," ucap Opal pasrah.
__ADS_1