CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 59


__ADS_3

Pagi ini mereka berangkat naik motor. Setelah mereka meletakkan motornya mereka pun masuk ke kelas. Seperti biasa mereka duduk dan berbincang bincang. Firman pun datang menghampiri mereka.


"Hallo gaes," ucap Firman.


"Jijik gue, ngapain kaya gaes gaes kaya perempuan lagi bikin konten," ujar Rafli.


"Hargain dikit ke," ucap Firman kesal.


"Iya deh terserah kamu," jawab Dimas.


"Nih Lisa buat kamu," ucap Firman sambil menaruh setangkai bunga mawar di hadapan Lisa.


"Apaan sih enggak ada romantis romantisnya," ledek Rafli.


"Enggak sekalian aja tuh kembang kuburan," imbuh Dimas meledek.


"Iri bilang bos," ucap Firman.


"Jijik gue iri sama manusia bentukan kaya elo," jawab Rafli.


"Sayang kamu udah sering ya aku kasih bunga begituan jadi udah biasa kan," tanya Angga.


"Iya sayang," jawab Fira.


"Apa apaan kok kalian pamer si," ucap Firman protes.


"Suka suka gue lah," jawab Angga.


"Ya udah gue terima nih Firman, tapi kalian semua pergi dari kelas kita. SEKARANG!" ucap Lisa.


"Iya deh," jawab mereka pasrah, mereka pun keluar dari kelas X Ips.


Hana pun merasa iri dan sakit hati karena Firman telah memberikan Lisa bunga mawar. Lisa yang melihat Hana sedih pun langsung memberikan bung mawar itu kepada Hana.


"Nih buat kamu," ucap Lisa.


"Beneran Lis?" tanya Hana kegirangan.


"Iya buat kamu anggap aja dari Firman," ujar Lisa.


"Ah makasih," jawab Hana, Lisa pun mengangguk.


"Han kenapa sih elo enggak tunjukkin kalo elo itu suka sama Firman," ucap Diva.


"Gue tunjukin tapi kadang kadang," jawab Lisa.


"Elo bisa bisanya sih suka sama Firman yang aneh itu," ucap Fira.


"Entahlah, cinta datang tiba tiba tanpa aku meminta," jawab Hana.


"Jangan jangan elo mulai bucin lagi sama Firman," ucap Lisa.

__ADS_1


"Apaan si," jawab Hana.


Bel SMA Harapan berbunyi para siswa berbondong bondong ke dalam kelas. Setelah 1 jam menunggu, bu Laila pun tidak datang datang.


"Nih beneran bu Laila enggak datang?" tanya Lisa.


"Entahlah," jawab Dani.


Tiba tiba pak Kuat pun masuk ke dalam kelas X Ipa. Mereka pun langsung duduk di tempat masing masing.


"Pagi anak anak," ucap oak Kuat.


"Pagi pak," jawab mereka serempak.


"Hari ini bu Laila tidak hadir karena ada halangan, kalian belajar sendiri ya, mbaca mbaca buku atau ngapain lah terserah kalian," ucap pak Kuat.


"Iya pak," jawab mereka serempak.


"Ya udah kalo gitu bapak ke luar dulu," ucap pak Kuat.


Pak Kuat sudah pergi meninggalkan kelas X Ipa, kelas pun menjadi rame kembali seperti semula.


"Sayang sayang aku kantin yuk," ajak Hana.


"Tumben kamu ngajak ke kantin biasanya kan yang ngajak Diva," jawab Lisa.


"Hehe, hari ini kan jadwal olahraga kelasnya Rafli kan," ucap Hana dengan senyum pepsodent.


"Iya dong," jawab Hana penuh semangat.


"Ya udah ayo kita ke kantin," ajak Hana, mereka pun setuju.


Hana pun sangat bersemangat, disaat sudah berada di pinggir lapangan, Hana melihat Firman sedang bermain futsal, Hana pun terus menatap Firman tanpa mengalihkan tatapannya. Tanpa Hana sadari depan Hana pun sudah ada tiang penyangga.


"Han awas depan kamu," ucap Lisa.


"Awas Han nabrak kamu," imbuh Diva.


"Eh jangan liat Firman mulu, liat depan kamu," imbuh Fira.


Brukkk


"Aduh," ucap Hana sambil mengelus elus keningnya.


"Hahahaha," para teman temannya pun tertawa terbahak bahak.


"Aduh kenapa sih kalian enggak bilang kalo depan gue udah tembok," ucap Hana kesal.


"Elo aja kali yang enggak denger, kita udah teriak teriak," ujar Fira.


"Masa sih," jawab Hana malu karena sudah menuduh teman temannya.

__ADS_1


"Iya lah, ya udah kita ke kantin aja," pinta Diva. Mereka pun ke kantin dan langsung memesan makanan.


"Eh bawa cermin enggak kalian?" tanya Hana.


"Nih gue bawa," jawab Fira sambil memberikan cermin kepada Hana. Hana pun langsung melihat wajahnya dari cermin.


"Aaaaaaaa," teriak Hana, Diva langsung saja menutup mulutnya.


"Ah ah lepasin," ucap Hana, Diva pun langsung melepaskan.


"Ngapain sih elo teriak teriak brisik tau," ucap Lisa kesal.


"Nih liat jidat gue benjol," ucap Hana.


"Hahahaha," tawa mereka pecah.


"Tuh kan kalian ketawain gue," ucap Hana.


"Ya udah deh minta maap," ucap Lisa.


"Lagian elo kenapa sih liatin Firman segitunya," tanya Diva.


"Enggak tau pengen liat aja," jawab Hana. Para cowo pun datang dengan keringat di mana mana.


"Ih jorok kalian," ucap Lisa.


"Bau ih, tuh keringatnya banjir," ucap Diva.


"Ya maap kita kan abis olahraga jadi keringat ya dimana mana," jawab Dimas.


"Jidat elo kenapa Han?" tanya Opal, para cowo itu pun melihat ke arah Hana.


"Hahahhaha," tawa mereka pecah kembali.


"***** males ah gue sama kalian," ucap Hana lalu pergi meninggalkan mereka.


"Diem, tuh liat Hana pergi," ucap Lisa.


"Aduh pasti ngambek dia," ucap Opal.


"Ya udah ntar deh kita menghampiri Hana," ucal Fira. Tiba tiba Firman pun datang sambil menendang meja.


"Apaan sih elo dateng dateng tendang meja," ucap Fira.


"Biar keren," jawab Firman.


"Lis gimana bunga yang aku kasih?" tanya Firman.


"Eh kita susul Hana yuk," ajak Rafli.


"Ya udah ayo keburu ngambek lagi," ucap Lisa. Mereka pun pergi meninggalkan Firman seorang diri.

__ADS_1


"Ah ***** ditinggal," ucap Firman.


__ADS_2