
Saatnya kini bel pulang sekolah untuk siswa SMA Harapan, para siswa pun bergegas untuk pulang ke rumahnya atau mampir ke suatu tempat. Kini mereka sedang berjalan melewati koridor untuk ke parkiran sekolah.
Mereka kini sudah bisa menerima Firman menjadi teman mereka ya walaupun Rafli merasa agak berat. Sikap mereka ke Firman juga masih ketus dan seenaknya. Hanya Hana yang diam ketika teman temannya berbicara tentang Firman, mungkin karena rasa suka Hana.
"Eh gue nebeng ya sama kalian, kita se mobil rame rame," ucap Firman.
"Enggak!" jawab mereka bersamaan kecuali Hana.
"Kenapa sih kalian barengan gitu," ucap Firman heran.
"Udah lah sana elo pulang sendiri," ucap Diva kesal.
"Ngapain sih ikut mobil kita," imbuh Angga.
"Lagian elo bawa motor sendiri kan," imbuh Opal.
"Iya sih gue bawa motor, tapi kenapa si gue enggak diijinin bareng kalian," ujar Firman.
"Firman gue kan udah bilang kemaren, sekarang kamu inget inget deh," ucap Lisa.
"Ya udah deh gue pulang sendiri naik motor," ucap Firman pasrah.
"Ya udah gue temenin juga enggak papa," ucap Hana.
"Gue enggak butuh elo, udah sana elo pergi aja," jawab Firman ketus. Hana hanya tersenyum untuk menutupi kesedihannya.
"Ya udah ayo kita masuk mobil aja," ajak Lisa.
Mereka pun masuk kedam mobil, Rafli pun melajukan mobilnya ke rumah Dimas karena mereka berencana ingin ke rumah Dimas tanpa sepengetahuan Firman. Sesampainya di rumah Dimas, mereka pun langsung masuk ke dalam rumah. Disana hanya ada ibunya Dimas.
"Ah anak anak tante lama enggak ketemu, terakhir ketemu di bandara waktu jemput kalian," ucap Linda.
"Iya tante kita juga baru sempet main," ucap Fira.
"Ya udah kalian ngobrol dulu biar tante buat minum," pinta Lina.
"Iya tante makasih, repot repot deh," ujar Diva.
"Enggak kok," jawab Linda.
Linda pun pergi ke dapur untuk membuatkan minuman mereka. Tiba tiba seorang anak kecil berusia 2 tahun menghampiri mereka sambil memanggil Dimas.
"Om om Imas," panggil balita tersebut agak cedal sambil menghampiri Dimas.
"Eh ponakan om yang ganteng," ucap Dimas sambil mengambil Fikri supaya duduk di pangkuannya.
"Om Imas itu tapa?" tanya balita itu.
"Itu temennya om Dimas," jawab Dimas.
"Eh ponakan elo tuh," ucap Lisa.
__ADS_1
"Iya lah, imut kan kaya gue," jawab Dimas percaya diri.
"Elo itu amit amit, ponokan elo baru imut," jawab Lisa.
"Iya deh terserah," ucap Dimas.
"Dim namanya siapa?" tanya Opal.
"Ama aku Iki om," ucap balita itu.
"Noh dijawab kan ama anaknya, dia namanya Fikri karena masih cedal jadi panggil nya Iki," jelas Dimas. Lina pun datang membawa nampan.
"Eh tante makasih ya," ucap Diva.
"Iya sama sama," jawab Lina.
"Eh cucu oma ikut sama temen temennya om Dimas ya," ucap Lina, Fikri pun mengangguk.
"Ya udah enggak papa, Oma tinggal ya sayang," ucap Lina, mereka pun mengangguk, Lina pun pergi.
"Dim sini gue pengen pangku dia," ucap Lisa.
"Ya udah kalo dia mau," jawab Dimas.
"Iki sayang sini sama tante ya," ucap Lisa sambil membentangkan tangannya, Fikri pun berjalan menghampiri Lisa langsung saja Lisa mendudukan di pangkuannya. Karena gemas Lisa pun mencubit pipi chubby milik Fikri.
"Ante tapa?" tanya Fikri.
"Ah gemes gue Dim sama ponakan elo," ucap Diva.
"Sini Lis gantian, sekarang ke pangkuan ku," ucap Diva, Lisa pun memberikan Fikri duduk di atas pangkuan Diva. Ela ( kakak Dimas) pun datang menghampiri mereka.
"Astaghfirullah Fikri sayang kenapa kamu disini," ucap Ela kaget.
"Emang Fikri kenapa mba?" tanya Dimas.
"Dia itu kabur pas mba mau suapin dia," jelas Ela.
"Ya udah sini deh biar Dimas yang suapin Fikri," ucap Dimas.
"Ya udah nih," ucap Ela sambil memberikan piring makanan ke Dimas.
"Ini semua temen kamu Dimas," ucap Ela bingung.
"Iya mba," jawab Dimas.
"Maaf mba enggak tau yang cewek yang tau cuma nih cowo cowo ganteng," ucap Ela. Para cewe pun memperkenalkan diri mereka.
"Oh ya udah, mba ke atas dulu," ucap Ela.
"Oh iya kalo Fikri mau makan sendiri biarin aja," imbuh Ela.
__ADS_1
"Siap mba," jawab Dimas, Ela pun pergi meninggalkan mereka.
"Eh Lisa elo sama gue duduknya tukeran ya" ucap Dimas.
"Iya iya nih," jawab Lisa lalu mereka pun bertukar tempat duduk, kini Dimas bersebalahan dengan Diva, dan Lisa menjadi bersebelahan sama Rafli.
"Aaaaaa makan ya Ki," ucap Dimas sambil menyuapi Fikri, dengan senang hati Fikri pun membuka mulutnya. Beberapa suapan pun lolos kedalam mulut Fikri.
"Khem kalian cocok deh udah," ucap Opal sambil mengacungkan jempol.
"Iya, udah kaya mama muda sama papa muda," imbuh Lisa.
"Ada ada aja elo," jawab Diva.
"Iya deh beneran haha aduh kalian ini," ucap Fira.
"Iya deh terserah kalian," pinta Diva. Akhirnya selesai juga acara makan Fikri.
"Eh Opal jangan diabisin," ucap Hana merebut toples dari Opal.
"Bodoamat," jawab Opal.
"Hei Dimas Dimas," ucap seseorang berteriak di depan rumah Dimas. Mereka pun saling menatap.
"Firman!" ucap mereka bersamaan.
"Aduh gimana nih tuh anak ngikutin trus," ucap Lisa.
"Ya udah deh temuin, trus kita pulang aja," ucap Rafli
"Bener tuh kata Rafli biar dia ikut pulang, kalo dia masuk takut bikin rusuh disini," imbuh Fira. Mereka pun keluar untuk menemui Firman.
"Wah kalian semua disini," ucap Firman.
"Iya," jawab Rafli ketus.
"Gue ikutan dong," ucap Firman.
"Enggak!" ucap Fira.
"Kita udah mau pulang," imbuh Diva.
"Ah ya udah deh," jawab Firman pasrah.
"Ya udah Hana temenin Firman jalan jalan deh," ucap Hana.
"Ngapain, sana pergi gue enggak butuh elo," jawab Firman.
"Ya udah deh kita pulang dulu ya Dim," ucap Rafli.
"Ya udah ati ati," jawab Dimas.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke mobil dan segera melajukan mobilnya. Firman hanya mengikuti di belakang mobil.