CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 95


__ADS_3

Hari ini alumni anak anak bar bar SMA Harapan sudah utuh seperti dua tahun yang lalu. Mereka berencana akan menghabiskan waktu hari ini di rumah Fira.


Hana kini sedang berada di kamarnya, menarik narik tangan Zela supaya Zela ikut pergi dengannya. Hana juga meminta supaya Zela itu berkenalan dengan temannya. Selama ini, Zela tak pernah ikut andil dalam urusan mereka satu minggu yang lalu.


Zela hanya dirumah, palingan ntar kalo Hana pulang, Hana akan bercerita tentang apa yang ia dan teman temannya lakukan. Tak jarang, nasehat nasehat pun terlontar dari mulut Zela untuk mengingatkan sahabatnya itu.


"Ayo lah Zel, elo kan belum kenal sama temen temen gue," ajak Hana dengan Zaila masih rebahan di atas kasur.


"Ah maleh sumpah gue, enak gini tiduran," jawab Zela yang masih saja menolak.


"Kemarin aja gue mau di ajak elo pergi ke Car Free Day," ucap Hana.


*Gue juga nyesel Han udah pergi ke Car Free Day. Nyesel nyesel nyesel banget* ~Batin Zela.


"Iya deh gue ikut, bentar gue siap siap," ucap Zela mengalah karena tak kuat dengan Hana yang tak berhenti merengek. Senyum kemenangan Hana pun terlukis di bibirnya.


Sesampainya di rumah Fira ternyata sudah pada kumpul semua, Hana dan Zela pun datang sebagai pelengkap.


"Gue terlambat ya," ucap Hana diringi tawa kecil.


"Nggak papa kok," jawab Diva.

__ADS_1


"Eh Dimas mana, nggak keliatan orangnya?" tanya Hana yang tak melihat keberadaan Dimas.


*Alan kan nama panggilannya Dimas. Apa jangan jangan Dimas yang dimaksud adalah Alan. Ah nggak mungkin, dunia besar, mungkin Dimas yang lain kali, positif thingking aja.* ~Batin Zela.


"Oh Dimas di kamar mandi," jawab Opal. Hana dan Zela pun menempatkan diri di sofa yang tersedia.


"Zel elo kenalin diri ngapa, jangan **** **** amat," ucap Hana menyenggol bahu Zaila.


"Ah kenalin, gue Zela temen Hana". Hanya kata itu yang terlontar dari mulu Zela. Anak anak bar bar alumni SMA Harapan pun hanya membalas dengan senyum sejuta wat kecuali Firman. Dari pada merasakan suasana yang canggung Fira pun memainkan hp nya.


Dimas pun sudah kembali dari kamar mandi. Dilihat Hana sudah sampai, apalagi Hana membawa seorang teman. Dimas pun langsung menyapanya.


"Hai Han apa kabar?" tanya Dimas.


"Han sama siapa elo?" tanya Dimas sekedar basa basi.


"Sama cewe nih Dim, barangkali minat," ledek Hana.


"Cih sama sama masih, tetep ngeselin," ujar Dimas.


"Hai kenalin gue Dimas temennya Hana," ucap Dimas sambil menjulurkan tangannya.

__ADS_1


Zaila dengan pandang ke bawah yang sangat fokus dengan hp nya tak sadar jika ada uluran tangan yang sedang menantinya. Hana yang melihat itu pun segera menyenggol bahu Zela.


Zela yang sadar pun segera mengalihkan pendangannya. Zela pun terkejut tenyata dia adalah orang yang selama ini ia sudah lupakan, sama halnya dengan Dimas, ia pun ikut terkejut atas apa yang ia lihat di depannya.


Mata mereka pun beradu pandang. Tersirat antara kekecewaan, amarah dan harapan, semua menjadi satu. Terdapat makna yang sangat dalam dalam tatapan mata itu.


Deheman dari Rafli pun membuyarkan tatapan itu. Mereka pun sadar dan segera mengakhirinya. Untuk menghilangkan rasa canggung Zela pun membalas uluran tangan Dimas.


"Oh iya kenalin gue Zela," ucap dengan senyum untuk menutupi semuanya. Lalu dengan cepat Zela pun menarik kembali uluran tangan itu.


"Kalian udah saling kenal ya?" tanya Fira dengan jiwa penasaran memberontak.


"Eng eng gak kok," ucap Zela terbata bata.


"Iya enggak, gue cuma kaget ternyata Hana punya temen, gue pikir enggak," ucap Dimas santai supaya menutupi jiwa kepo Fira.


"Enak aja," jawab Hana.


"Kalo elo disana gimana Han?" tanya Fira.


"Ya baik baik aja, tadinya gue juga males di Surabaya, rasanya gue ingin terbang ke Jakarta," ujar Hana.

__ADS_1


"Ya udah terbang aja sono," ledek Opal.


Hari ini mereka pun menghabiskan waktu untuk makan, mengobrol, becanda ria dan bermain main.


__ADS_2