
Tak terasa anak ana bar bar itu pun sudah melewati berbagai macam ujian. Hingga Ujian Nasional mereka lewati dengan baik, gigih dan mengerjakan soal dengan sungguh sungguh.
Kini mereka pun cemas menunggu hasil dengan apa yang telah mereka kerjaan beberapa waktu lalu. Pikiran mereka pun berkecamuk, apakah lulus dengan nilai yang bagus atau lulus dengan nilai pas pasan atau malah nggak lulus.
Seorang gadis yang hilang ingatan sekitar 1 tahun lalu kini sedang berada di Bandara Internasional Juanda bersama temannya itu. Gadis yang hilang ingatan itu sudah mengenal siapa keluarga dan teman yang berada di Surabaya yaitu Zela, tatapi tidak untuk teman yang berada di Jakarta.
Hana dan Zela akan perjalanan menuju Jakarta. Orang tua Hana meminta supaya Hana kembali ke Jakarta dan melanjutkan pendidikannya di sana, Hana pun hanya mengiyakan. Sebenarnya Hana heran, kenapa kembali ke Jakarta, kata kembali lah yang membuat Hana heran, yang saat ini Hana tau adalah dia asli orang Surabaya.
Begitupun dengan Zela, dia ikut pergi ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan disana. Beruntung Papa Zela pun mengizinkannya. Karena Zela pun sadar teman yang dia punya hanya Hana. Zela nantinya akan tinggal di rumah Hana, dan juga berbagi kamar dengan Hana, mungkin sudah kaya saudara kembar wkwk.
Hana dan Zela pun sudah melaksanakan acara perpisahan dan sudah lulus dengan hasil yang memuaskan. Beruntung Hana adalah anak yang cerdas.
Pesawat yang ditumpangi Hana dan Zela pun lepas landas menuju Jakarta. Di dalam pesawat mereka memilih untuk mengobrol dari pada tidur, karena waktu penerbangan yang cukup singkat yaitu kurang lebih satu setengah jam .
Sementara itu, anak anak bar bar SMA Harapan sedang berada di salah satu tempat nongkrong anak muda. Mereka memilih nongkrong untuk menghilangkan kecemasan mereka.
"Gila, gimana ya hasilnya besok pagi," ucap Opal sambil menyeruput kopi yang ia pesan.
"Santai aja kali, cuma kertas doang," jawab Firman yang sangat sangat santai seperti orang yang tidak ada beban.
"Kertas sih kertas, berharga juga kali," timpal Angga.
"Gimana ya kalo nggak lulus," ucap Fira yang mulai negatif thingking.
__ADS_1
"Santai aja, pasti kita lulus kok, nggak ada yang nggak lulus," jawab Firman.
"Ish kamu santai banget sih," tanya Diva yang mulai agak kesal.
"Gue nggak santai, cuma positif thingking terus," jawab Firman.
"Udah ah terserah lo," jawab Fira kesal.
"Kalo elo gimana Lis?" tanya Diva menatap Lisa.
"Ya khawatir, cemas gitu lah, gimana nilai gue ntar," jawab Lisa.
"Elo kan pintar santai aja kali," timpal Fira.
"Ya biarin lah, suka suka gue," jawab Fira dengan memperlihatkan wajah garangnya.
"Eh kalo Hana gimana ya dia," ucap Opal yang tiba tiba mengingat nama Hana.
"Alah pasti dia lulus, secara dia kan paling pinter diantara kita," jawab Fira tanpa ada kebohongan.
"Iya lah pasti nilainya tinggi tuh, memuaskan banget nilainya," imbuh Diva.
"Eh menurut kalian, Hana bakal balik lagi nggak sih ke Jakarta?" tanya Opal pendasaran.
__ADS_1
"Kangen elo Pal," ledek Angga.
"Nggak nggak, nggak kangen gue," jawab Opal mencoba mengelak.
"Kalo gue sih kangen banget sama Hana, udah 2 tahun lebih nggak ketemu," ucap Fira spontan.
"Nggak nanya!" jawab Firman.
"Ih bener bener ngeselin," jawab Fira kesal.
"Bener juga Fira, tuh anak sekarang jadi kaya apa ya," ucap Lisa mengenang masa masa dulu mereka bersama.
"Iya juga tuh, 2 tahun lebih nggak ada kabarnya sama sekali kan, pas mau pindah eh tiba tiba ngilang nggak ngomong apa apa," ucap Rafli membuka suara.
"Mungkin nggak sih, Hana bakal kuliah disini?" tanya Angga.
"I don't know," jawab Firman sambil menaikan pundaknya.
"Lah emang, elo apa yang ngerti," jawab Fira kesal.
"Ya udah berdoa aja semoga kita cepet ketemu Hana," ucap Rafli.
"Amiin," jawab mereka serempak.
__ADS_1