
Setelah acara di kolam renang usai, mereka pun mempersiapkan diri untuk party kecil kecilan di rumah Fira. Party kali ini bertema coklat, walaupun para cowo bar bar menolak ini semua, para cewe bar bar mempunyai 1001 jurus agar para cowo bar bar menyetujuinya.
"Nih," ucap dua orang cowo bar bar secara bersaman. Dua cowo itu pun sama sama menyodorkan paper bag yang berisi kado si empu ulang tahun.
Lisa pun bingung mau menerima yang mana terlebih dahulu di antara dua cowo itu. Akhirnya Lisa pun mengambil hadiah dari Rafli lalu Firman. Ya cowo itu yang tak lain adalah Rafli dan Firman.
Disisi lain, Dimas terus berusaha mendekati Zela, tetapi Zela terus saja menghindar, Dimas yang tak menyerah pun terus saja mendekati.
"Nih buat kamu," ucap Dimas menyodorkan sebatang coklat di depan Zela, sontak membuat semua anak anak bar bar menoleh ke arah Dimas.
"Makasih, tapi nggak usah," ucap Zela menahan malu. Zela pun mengambil coklat dari Dimas dan meletakkan di atas meja.
Berharganya Zela di mata Dimas. ~ Batin Diva.
"Kesambet elo Dim?" ledek Opal.
"Pepet trus Dim, jangan kasih kendor," ucap Angga yang juga meledek.
"Iya dong tentu aja," ucap Dimas dengan bangganya.
Dimas bener bener berjuang buat dapat Zela kembali. ~Batin Diva.
"Apasih kalian, sengklek semua," ucap Zela.
Sore hari, acara party kecil kecilan pun telah selesai. Kini mereka sedang berada di depan rumah Fira.
"Zel ayo, elo sama gue," ucap Dimas secara terang terangan.
Tanpa gue bilang dan gue minta sendiri, Dimas udah narik Zela aja. ~Batin Diva.
"Apaan sih males gue sama elo," ucap Zela.
__ADS_1
"Elo sama Diva aja lah Dim," imbuh Zela.
"Enggak usah, gue sama Firman aja," jawab Diva.
"Enggak enggak gue mau sama Firman," ucap Hana mendekati motor Firman.
"Apaan sih gue males sama elo," ucap Firman kasar.
"Jangan gitu dong sama cewe," ucap Opal tak terima dengan perlakuan Firman kepada Hana.
"Ya udah kalo gue nggak mau gini, ambil aja nih pacar elo," ucap Firman ketus.
"Enggak, gue nggak mau, gue maunya sama Firman," ucap Hana yang tetap pada pendiriannya.
"Udah ah sana elo pergi. Ayo Lis elo sama gue," ucap Firman. Dengan wajah di tekuk, Hana pun kembali lagi ke motor Opal.
"Ah makasih Firman, tapi nggak usah, gue sama Rafli aja," jawab Lisa sambil memperlihatkan senyumnya.
"Aduh kasihan banget sih, ututututu ," ucap Fira yang juga meledek seperti Angga.
"Sial, diem ah pada, bikin kesel aja," jawab Firman emosi.
"Santai aja dong," timpal Angga.
"Ampun bang jagoo," ledek Fira.
"Ayo Zel, elo sama gue," ucap Dimas.
"Apasih Dim, males gue sama elo, sana deh elo sama Diva aja," ucap Zela yang terus saja menolak Dimas.
"Diva sama Firman iya kan Div?" ucap Dimas menatap Diva, lalu menyuruh supaya Diva mengiyakan. Diva yang di tatapa pun gelagapan.
__ADS_1
"Iy- iya," jawab Diva terbata bata.
Hati siapa coba yang nggak sakit? Melihat orang yang kita kagumi dan sukai mengusir kita secara terang terangan dan memilih wanita lain di depan kita sendiri. Sakit deh bener, sakit tak berdarah.
"Tuh kan, Diva aja iya sama kamu enggak," jawab Dimas.
"Itu kan Diva bukan gue! Gue ya gue! Gue nggak mau sama elo," ucap Zela.
"Lah trus, Diva sama siapa?" tanya Lisa.
"Sama Opal," jawab Hana secara spontan.
"Kok sama Opal sih?" tanya Fira.
"Iya kok gitu, bukannya elo yang sama Opal," ucap Lisa.
"Kan gue tadi dah bilang, gue sama Firman," ucap Hana bangga.
"Gue nya yang nggak mau sama elo!" ucap Firman membentak.
"Ya udah elo pilih, elo mau sama Diva apa sama Hana," ucap Fira.
"Ya sama Lisa lah," jawab Firman santai.
"Elo waras nggak sih! Ada nya kan Diva sama Hana kok Lisa sih," ucap Rafli kesal.
"Ya udah gue sama Diva aja," jawab Firman pasrah.
Yes, akhirnya gue sama Hana. ~Batin Opal.
Lambaian tangan Fira pun menjadi perpisahan di pertemuan hari ini.
__ADS_1