CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 31


__ADS_3

Kini Lisa sudah 3 bulan bersekolah di SMA Harapan. Hari harinya ia lewati dengan baik. Lisa juga sering berkumpul dengan tujuh teman temannya. Hubungan mereka pun semakin hari semakin akrab. Hari ini mereka seperti biasa, sedang menikmati pesanan mereka di kantin.


"Eh kita jalan jalan yuk ke bukit," ucap Dimas.


"Cape gue kalo harus ndaki," ucap Diva.


"Kita kan cuman ke bukit bukan ke gunung, ntar kan kita ndakinya nggak lama kok," ucap Dimas.


"Ya udah mau kapan nih?" ucap Lisa.


"Ya biasa lah kalo kita liburan kan pasti weekend," jawab Opal.


"Kita mau naik mobil?" tanya Fira.


"Tapi ntar kalo naik mobil, gue takut mobil yang kita naiki nggak bisa manjat," jelas Hana.


"Ya udah kita naik motor, boncengan seperti biasa," ucap Dimas.


"Seneng banget loh ya kali suruh boncengan sama si Diva," canda Hana.


"Iya lah, kan calon masa depan," ledek Rafli.


"Aduh besok pasti pas duduk deket deketan," ledek Opal.


"Astaghfirullah ya allah berikanlah hamba kesabaran," ucap Dimas.


"Selow bos," ucap Hana.


_______________


Weekend yang ditunggu mereka pun datang. Kini mereka sudah berada di rumah Lisa bersiap siap untuk ke bukit.


"Eh anak anak ayo sarapan dulu," ucap Vina ramah.


"Kalian kan pasti belum sarapan," imbuh Vina.


"Makasih tante," ucap mereka. Kini mereka sudah duduk dimeja makan. Acara makan pun dimulai, hanya dentingan sendok yang terdengar. Setelah melahap masakan ibu Lisa, kini masakan tersebut pun habis.


"Bu kita pamit dulu ya," ucap Lisa bersalaman kepada ibunya.


"Iya tante kita juga pamit dulu," ucap Diva. Mereka pun bersalaman kepada ibu Lisa, setelah itu merek pergi ke motor.


"Ya udah kalian hati hati ya," ucap Vina.


"Assalamualaikum," salam mereka bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab Vina, motor motor tersebut pun melaju meninggalkan rumah Lisa.


Perjalanan menuju bukit pun cukup jauh, sekitar satu jam perjalan mereka sampai pada lokasi dekat bukit. Saat mereka ingin menaiki bukit dengan motor mereka, mereka malah dihadang oleh petugas.


"Maaf adik adik sekalian peraturan disini tidak boleh ada motor yang sampai atas, jalanan untuk naik tidak memungkinkan untuk dilewati motor, sebaiknya setelah ini adek adek jalan kaki untuk mencapai sampai atas bukit, dan untuk motornya adek adek bisa taruh disana, di parkiran yang telah kami sediakan," ucap bapak itu sambil menunjuk arah parkiran.


"Oh iya pak makasih sudah diingatkan, maaf pak kami baru pertama kali kesini jadi nggak tau deh," jelas Rafli.


"Ya udah nggak papa dek, silahkan parkir," ucap bapak itu ramah.


Mereka pun memarkirkan motornya, karena tidak mau terjadi hal hal yang buruk jika motornya ikut naik mendaki.


"Eh kita istirahat dulu yuk," ajak Lisa.

__ADS_1


"Iya nih pantat gue capek abis naik motor 1 jam," imbuh Hana.


"Ya udah kita ke gubuk itu," ucap Rafli. Mereka pun sekarang beristirahat disana.


"Eh minumnya mana?" tanya Opal.


"Tuh ditas gue," ucap Dimas.


"Kalo makanan dimana?" tanya Diva.


"Nih ditas gue," ucap Angga. Mereka pun beristirahat sambil menikmati makanan yang mereka bawa.


Setelah 30 menit beristirahat, mereka pun merasa cukup untuk istirahat, mereka pun melanjutkan jalan kaki untuk sampai di atas bukit.


"Aduh capek nih gue," ucap Fira.


"Yah gitu aja cemen," ucap Lisa.


"Ayo sayang semangat," ucap Angga


"Nih kita aja yang bawa tas kuat, para cewe yang nggak bawa apa apa harusnya lebih kuat," ucap Opal. Mereka pun terus melanjutkan perjalanan hingga sampai di atas bukit.


"Wah cantik," ucap Lisa.


"Makasih" jawab Fira.


"Ih jijik, gue kan bilangnya bukitnya yang cantik bukan kamu," ucap Lisa.


"Bagus nih bisa liat seluruh kota," ucap Angga.


"Eh kita foto yuk," ajak Fira.


"Oh gue bukan pansos tapi buat kenang kenangan," jawab Fira santai.


"Ya udah deh terserah kamu," ucap Diva pasrah.


"Udah ayo buruan," ucap Fira.


"Emang siapa yang mau fotoin kita," ucap Dimas.


"Tuh," ucap Fira sambil menunjuk mas mas ganteng.


"Eh mas ganteng tolong dong fotoin kita," ucap Lisa.


"Gue," ucap mas itu sambil menunjuk diri sendiri.


"Ya iya lah emang siapa lagi," ucap hana kesal. Mereka pun melakukan beberapa pose foto.


"Makasih mas," ucap Diva.


"Iya sama sama".


"Eh gue minta minum dong sekalian makan," ucap Opal.


"Di otak lo isinya makanan semua ya Pal?" tanya Diva.


"Geran gue sama lo," imbuh Hana.


"Kita jatuhin aja nih Opal dari sini biar otak nya bersih tanpa mikirin makanan," canda Dimas.

__ADS_1


"Bagus juga ide lo, dia kan bukan temen kita," canda Rafli.


"Kalian semua sunggu jahat," ucap Opal penuh drama.


"Ih jijik banget gue liatnya," ucap Hana. Mereka pun menikmati pemandangan dari atas bukit. Kini menunjukkan pukul setengah dua belas.


"Eh udah panas,kita turun yuk," ajak Diva.


"Ya udah lah ayok," jawab Rafli. Mereka pun turun perlahan untuk ke parkir motor mereka. Setelah beberapa menit, mereka sudah sampai di gubug mereka berteduh tadi.


"Eh kayanya di deket sini ada air terjun," ucap Lisa.


"Mau kesana?" tanya Dimas. Mereka pun mengiyakan pertanyaan Dimas.


"Ya udah ntar kita tanya sama penjaga disini," ucap Dimas.


"Ya udah yuk kita otw ke air terjun," ucap Lisa penuh semangat.


"Ya udah Lis kita tanya dulu sama penjaganya," ucap Hana. Lisa dan hana pun menghampiri penjaga tersebut.


"Permisi pak, saya dengar dengar di dekat sini ada air terjun, apakah benar?" tanya Lisa.


"Oh iya dek memang benar kalo di dekat sini ada air terjun," jawab petugs itu.


"Dimana ya pak?" tanya Hana.


"1 km dari sini, ke arah pulang," jawab petugas itu.


"Oh makasih pak," ucap Hana.


"Sama sama,". Lisa dan Hana pun kembali ke tempat teman temannya.


"Gimana?" tanya Rafli.


"Ya udah ayo kita berangkat, ntar gue arahin jalannya," ucap Lisa. Mereka pun sudah siap di motor masing masing.


Motor pun melaju menuju air terjun. Setelah pengerahan dari Lisa, mereka pun sampai di air terjun. Mereka pun jalan kaki 100 meter dari parkiran motor. Setelah berjalan, mereka pun sampai pada air terjun.


"Wah enak banget nih," ucap fira.angga mengejutkan Fira dari belakang, hingga byurrr fira pun masuk kedalam air terjun.


Byurrrr


"Noh Fira udah nyebur giliran elo," ucap Lisa sambil mendorong Rafli.


"Lisa kita barengan yuk turun ke bawah," ajak Diva.


"Ya udah ayo," jawab Lisa.


"1".


"2".


"3".


Byurrrr


Diva dan Lisa pun sudah terjun, karena Hana cewe sendiri yang belum turun, Hana pun langsung terjun.Opal yang sedang melamun pun langsung didorong oleh Angga, Angga yang baru mendorong Opal pun didorong oleh Dimas, yang terakhir Dimas pun ikut nyebur.


Mereka menikmati air terjun hingga sore hari. Mereka baru sadar jika mereka sudah basah kuyup dan tidak ada baju ganti, terpaksa mereka pulang basah basahan naik motor.

__ADS_1


__ADS_2