
Ada seorang gadis cantik sedang menangis diatas bangku taman rumahnya, dibawah temaran sinar rembulan.Gadis cantik itu yang tak lain adalah Fira. Setelah mendengarkan berita tentang perceraian kedua orang tuanya, Fira langsung berlari tanpa arah, dan akhirnya sampai di taman dekat kolam renang.
Flash back on
Fira sedang berbaring terlentang di atas kasur, tangan yang sibuk bermain hp dengan tv yang menyala.
Tok tok tok
Karena tidak ada jawaban, Bi Lilis pun memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar Fira.
"Non, Nyonya sama Tuan udah pulang tuh dari luar kota," ucap Bi Lilis. Fira hanya mendengarkan ucapan bi Lilis tanpa menolehnya.
"Ya udah kalo gitu saya mau kembali ke dapur dulu non," ucap Bi Lilis lalu meninggalkan kamar Fira dan kembali ke dapur.
Setelah Bi Lilis pergi, Fira pun langsung keluar kamar mencari kedua orang tuanya.Tujuan utama Fira adalah ruang keluarga, karena Fira fikir mereka sedang berkumpul disana.
Sesampainya di ruang keluarga ternyata tidak ada orang, Fira pun duduk karena Fira fikir pasti orang tuanya akan menyusul ke ruang keluarga.
Setelah 30 menit menunggu, orang tua Fira pun tak kunjung menyusul Fira ke ruang keluarga, maka Fira pun memutuskan untuk kembali kamar.
Pada saat lewat didepan pintu kamar orang tuanya, Fira mendengar perdebatan orang tuanya itu. Fira pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan menguping di depan pintu.
__ADS_1
Di dalam kamar
"Mana buktinya kalo aku selingkuh," ucap Lia.
"Ada seorang yang sering ngirim foto kamu sama laki laki lain," jawab Rino.
"Aku juga pernah liat kama di kantor berdua duan sama laki laki lain," imbuh Rino dengan nada tinggi.
"Kamu juga suka kan mas sama wanita wanita cantik dan seksi! Kamu juga sering kencan kan sama mereka!" pinta Lia kesal.
"Aku udah bilang berapa kali! aku nggak pernah main sama wanita manapun dibelakang mu!" ujar Rino kesal.
"Aku cape sama kamu! Tiap kita pulang kaya gini ribut terus! Nggak kasihan apa kamu sama Fira, harusnya kita pas pulang di rumah ngajak komunikasi Fira, malah kamu ngajak ribut terus!," ujar Rino dengan wajah marah.
"Ya udah lebih baik kita CERAI," ucap Lia dengan lantangnya.
"Aku tunggu kamu di pengadilan," jawab Rino.
Pranggg
Suara vas bunga jatuh di luar kamar orang tua Fira. Secara tidak sengaja Fira menyenggol vas bunga tersebut. Fira pun langsung berlari meninggalkan kamar orang tuanya.
__ADS_1
Flash back off
Orang tua Fira pun langsung keluar kamar dan langsung mencari keberadaan Fira. Orang tua Fira langsung ke kamar Fira, karena berfikir Fira akan menenangkan diri di kamar.
"Kamu sih mas, Fira jadi hilang kan," ucap Lia kesal.
"Kamu ngapain tadi ribut ribut! sampai Fira tau!" jawab Rino.
"Udahlah ngapain kita ribut! Mending kita cari Fira dulu! Awas aja sampai Fira hilang beneran!" imbuh Rino.
Orang tua Fira pun berpencar untuk mencari Fira. Akhirnya Rino pun menemukan Fira yang sedang duduk diatas bangku. Rino pun segera menghampiri putri kesayangannya itu dan langsung duduk disampingnya.
"Fira," panggil Rino sambil mengelus rambut putrinya.
"Sayang, kamu kenapa? bicara dong sama ayah," imbuh Rino lagii.
"Sayang ayah bisa jelasin kok sama kamu," ujar Rino.
Tak ada jawaban, Fira pun langsung pergi meninggalkan Rino sendiri. Sekarang tujuan Fira adalah kamarnya. Saat menuju ke kamar, Fira berpapasan dengan Lia.
"Sayang sayang, Fira sayang tunggu ibu," ucap Lia sambil memgejar Fira. Fira mempercepat langkahnya dan langsung menuju kamar dan menguncinya.
__ADS_1