
Hari ini mereka sudah sah selesai di ulangan semester ini, kini mereka saat berlomba untuk mengisi kelas meeting kali ini.
Kelas meeting SMA Harapan kali ini mengadakan pertandingan futsal putra/putri dan lomba paduan suara. Kini geng para cowo, menghampiri ke kelas geng para cewe.
"Hai," sapa Rafli.
"Ya," balas para cewe bersamaan.
"Tanding kapan nih kelas X Ipa?" tanya Angga.
"Enggak tau nih, ini juga mau ambil nomor undiannya," jawab Diva.
"Lah kalo kalian gimana X Ips?" tanya Fira.
"Enggak tau ah, males gue ikutan kaya gitu," jawab Dimas.
"Eh ya udah yuk ke kantin," ajak Opal.
"Bentar gue mau nanya sama si Dani, siapa aja yang jadi perwakilan X Ipa," ucap Lisa, lalu Lisa pun menghampiri Dani yang sedang mabar di pojokan kelas.
"Dan!" panggil Lisa tegas.
"Apaan sih Lis," jawab Dani masih fokus dengan game onlinenya.
"Kelas kita siapa aja yang ikut futsal putri?" tanya Lisa.
"Mendingan kamu aja sama temen temenmu itu, trus Indah," ucap Dani.
"Kalo yang paduan suara?" tanya Lisa.
"Kalo lo sendiri gimana," usul Dani.
"Kan udah jelas dani paduan suara bukan nyanyi solo," ucap Lisa emosi.
"Ya selow girl," ucap Dani.
"Firaa kamu mau ikut paduan suara nggak?" ucap Dani berteriak.
"Jangannn!" ucap Hana Diva dan Lisa.
"Emang kenapa?" tanya Dini ikut nimbrung.
"Wah kalo Fira ikut paduan suara bisa bisa pecah gendang telinga jurinya," ucap Hana.
"Wah parah lo Fir," ucap Indah.
__ADS_1
"Ya udah lah yang ikut padus Lisa Hana Diva Indah Dini trus gue Adrian sama Azam," ucap Dani.
"Ya udah," ucap Lisa.
"Trus gimana dan latihan nggak?" tanya Hana berteriak.
"Ntar ah tanggung nih gue," ucap Dani.
"Ketua kelas macam apa kau!" ucap Dini.
"Entar deh," jawab Dani.
"Ya udah deh gue juga mau ke kantin dulu," ucap Lisa, lalu menghampiri teman temannya lagi.
"Yuk ke kantin," ajak Lisa, mereka pun berjalan ke kantin, sesampainya di kantin mereka langsung menempatkan diri di kursi masing masing. Kali ini yang memesan Rafli dan Angga, setelah memesan mereka menikmati bersama sama.
"Nih gue mau nanya," ucap Dimas.
"Apaan?" jawab Rafli penasaran.
"Permen apa yang besar," ucap Dimas.
"Permen lollipop," ucap Lisa.
"Permen kapas," ucap Angga.
"Enggak enggak, nyerah belum?" tanya Dimas.
"Iya udah deh kita nyerah, jawabannya apa," ucap Hana.
"Jawabannya candy Borobudur," ucap Dimas sambil tertawa.
"Wah ***** nih tebak tebakan apaan," ucap Lisa.
"Udah lah kalian ngaku aja kalah," ucap Dimas sombong.
"Iya udah deh yang waras ngalah," ucap Lisa.
"Angga, lo nggak kasihan sama si Fira" ledek Opal.
"Emang kenapa?" ucap Angga bingung.
"Aduh jadi cowok nggak peka banget si," ucap Hana.
"Aduh kalian kompak banget si," ucap Angga.
__ADS_1
"Pas para cewe cewe ini lomba, Fira sendirian dong," ucap Lisa.
"Ya kan ada gue yang nemenin," ucap Angga sombong.
"Apaan lo ngga, Fir jangan mau sama Angga, palingan cuman di beliin es teh," ledek Rafli.
"Oh malah bukan es teh,tapi air comberan," ledek Dimas,mereka pun tertawa.
"Aduhai teman temanku sayang," ucap Angga.
"Jijik gue Angga," ucap Opal.
"Wah Fir bisa bisanya lo mau sama orang kaya dia," ucap Rafli sambil menunjuk Angga.
"Ya jelas Fira mau lah, secara gue kan ganteng dari lahir, pinter dari lahir," ucap Angga sombong.
"Genteng kali bukan ganteng," ledek Opal.
"Wah parah lu jadi temen," ucap Angga.
"Gue pensaran siapa ya yang traktir kita," ucap Opal.
"Kayaknya si Angga deh" ucap Diva.
"Wah wah wah sekarang Dimas di belain," ledek Hana.
"Apaan sih kalian," ucap Diva malu.
"Kalo kalian kalah, kalian mau traktir apaan?" tanya Opal.
"Gue traktir es teh deh disini," ucap Angga.
"Apaan tuh, es teh mah sering," ucap Opal.
"Kalo gue traktir di cafe biasa kita nongkrong deh," ucap Dimas.
"Mending traktir kita di Jogja," usul Lisa.
"Enak aja, bangkrut gue di Jogja" ucap Dimas.
"Iya lah, kalian juga makannya banyak banget lagi," imbuh Angga.
"Pelit banget si kalian," ucap Opal.
"Bodoamat," ucap Angga dan Dimas berbarengan.
__ADS_1