
Petualang pencarian kampus yang cocok untuk anak anak bar bar sementara di hentikan. Kini anak bar bar mau menghabiskan waktu di rumah Fira.
Semenjak perpisahan kedua orang tua Fira, rumah Fira menjadi tempat untuk mereka singgahi, seperti basecamp. Karena bebas tidak ada orang tua, rumah Fira pun sangat cocok untuk di jadikan basecamp.
Tetapi jika mereka janjian, mereka milih rumah Lisa, emang sih dari dulu apa apa rumah Lisa. Keluarga Lisa yang baik dan ramah ramah pun tak masalah akan hal itu.
Tanpa Lisa ketahui, anak anak bar bar telah menyiapkan kejutan untuk Lisa. Ternyata hari ini adalah tanggal lahirnya Lisa pertama kali melihat dunia.
Byurrrrrr
Hana mendorong tubuh Lisa dengan sangat sengaja ke dalam kolam renang. Lisa pun kaget dengan apa yang di lakukan oleh Hana.
Mereka memutuskan untuk menceburkan Lisa ke kolam renang juga sudah di bicarakan baik baik. Karena Lisa bisa renang, tak masalah jika Lisa di ceburkan ke kolam renang, pasti dia bisa menyelamatkan diri dan berenang ke tepian.
Berbeda jika Lisa tak bis renang, bisa bisa Lisa tenggelam dan akhirnya rumah sakit akhir dari acara itu.
Tiba tiba muncul suara dari sebuah speaker dan suara dari mulut anak anak bar bar, sebuah lagu happy birthday.
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday, happy birthday
Happy birthday to you
Tiup lilinnya
Tiup lilinnya
__ADS_1
Tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga
Lisa pun berhasil ke tepian dan di bantu oleh Rafli dan Firman keluar dari kolam renang.
"Nih tiup lilinnya," ucap Diva sambil menyodorkan kue ulang tahunnya.
"Jangan lupa berdoa," imbuh Rafli.
Lalu Lisa pun mulai meniup sebuah kue ulang tahun yang di penuhi coklat dan di bawakan oleh Diva.
Potong kuenya
Potong kuenya
Potong kuenya sekarang juga, sekarang juga, sekarang jugaaaaaa
Sudah selesai memotong, Rafli dan Firman sama sama berharap menerima suapan pertama dari Lisa, namun tak di sangka sangka, ternyata suapan pertama, Lisa berikan kepada mulutnya sendiri.
"Makasih temen temen gue yang pada sengklek," ucap Lisa dengan senyum penuh kebahagiaan.
Lalu, Diva pun meletakkan kue ulang tahun yang tadi di potong di atas meja. Kolam renang rumah Fira sekarang kembali menjadi sasaran.
Hana menceburkan kembali Lisa ke dalam kolam renang, sedangkan Hana di dorong oleh Opal, makanya ikut masuk bersama Lisa.
Anak anak bar bar berada di luar kolam renang pun tertawa atas aksi Hana. Firman, dia orang yang paling kencang tertawa. Saat perut lagi sakit karena tertawa, tiba tiba ada yang mendorong Firman untuk masuk ke dalam kolam renang. Tangan jahil Angga lah yang berhasil memasukan Firman ke dalam kolam renang.
Bukan Firman namanya kalo hanya diam tanpa protes. Setelah berhasil menguasai diri, Firman pun mulai protes.
"Apa apan sih elo Ngga!" ucap Firman agak tinggi.
__ADS_1
"Ya selow kali," jawab Angga berjalan santai lalu menceburkan diri ke kolam renang.
"Wih parah elo deh Ngga," ucap Opal, lalu....
Byurrrrrr
Opal di dorong oleh Rafli, lalu dengan cepat Diva mendorong Rafli, jadilah mereka berdua masuk ke kolam renang.
Kini yang masih utuh tinggal Diva, Fira, Zela dan Dimas. Wah di situ tinggal Dimas yang laki.
Diva pun mendorong Fira ke dalam kolam renang, tinggalah mereka bertiga yang memiliki kisah cinta yang sangat rumit. Karena tidak mau mengganggu suasana mereka, Diva pun berjalan mendekati kolam dan menceburkan diri.
Tinggalah Dimas dan Zela. Dimas pun bahagia akhirnya hanya dirinya dan Zela yang masih di atas. Berbeda dengan Zela, dia sangat merasa tidak nyaman.
"Woii ayo ikut," ucap Rafli.
"Iya lo Dim, apaan cuma berdiri doang, curang banget sih elo Dim," protes Opal.
"Zela, ayo ikut masa tinggal elo sama Dimas," ucap Hana.
"Woi jangan di situ terus, mau pacaran kalian," ucap Angga meledek.
"Udah jadian aja," ucap Fira yang ikut meledek seperti kekasihnya.
"Apaan sih kalian ngaco banget," jawab Zela mencoba santai menanggapi ucapan anak anak bar bar itu.
Dimas pun tiba tiba menggandeng tangan Zela dan berlari, Zela pun hanya bisa pasrah dengan apa yang Dimas lakukan. Lalu Dimas dan Zela pun beraama sama menyebur ke dalam kolam renang dengan kondisi tangan yang berpegangan.
Terlihat dengan jelas di mata anak anak bar bar apa yang di lakukan Dimas dan Zela, sontak membuat mereka terkejut, dan menerka nerka apa yang terjadi.
__ADS_1