
Pulang sekolah Zela dan Hana pun berencana untuk nongkrong di cafe. Mereka pergi ke cafe diantar Kang Maman. Kang Maman pun setia menunggu di dalam mobil. Sesampainya disana mereka berdua memilih tempat di dekat jendela. Mereka pun saling berbagai cerita satu sama lain. Hingga mereka bosan dan memilih keluar dari cafe menuju taman kota. Mereka berjalan jalan memutari taman kota, Hana pun senang karena ini pertama kali bagi Hana. Mereka jalan jalan masih dalam keadaan menggunakan seragam.
"Zel gue haus, gue ke alfa dulu ya," pinta Hana.
"Ya udah, mau gue temenin nggak?" tanya Zela.
"Udah lah enggak usah, cuma seberang jalan doang, emang gue anak bayi," jawab Hana.
"Ya udah, hati hati ya," ucap Zela.
"Ah iya, gue enggak akan kembali," ucap Hana sambil berlari meninggalkan Zela.
Hana pun berjalan menuju Alfamart. Hana melihat anak kecil yang bolanya menggelinding ke jalan raya dan anak itu pun berlari hendak mengambilnya tapi dihalangi oleh Hana.
"Kamu sini aja ya, biar tante yang ambil bola kamu," ucap Hana, anak kecil itu pun mengangguk.
Hana menyebrang dengan hati hati, setelah mendapatkan bolanya, tiba tiba saja ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Brakkkk
Kecelakaan itu pun menjadi pusat perhatian, mobil yang menabrak Hana langsung saja kabur. Darah segar mengucur dari kening Hana. Zela yang melihat kerumunan orang tersebut penasaran. Zela pun memutuskan bertanya seseorang.
"Maaf bu itu ada apa ya kok ada kerumunan di jalan raya?" tanya Zela.
__ADS_1
"Itu dek ada cewe kecelakaan," jawab ibu tersebut.
Apa itu Hana? ah nggak mungkin.Batin Zela.
"Ciri cirinya seperti apa bu?" tanya Zela.
"Cewe cantik, masih pake seragam sekolah, trus seragamnya mirip sama punya kamu," jawab ibu tersebut.
"Oh ya udah bu terimakasih," ujar Zela sambil berlari menuju kerumanan tersebut. Sesampainya disana, benar ternyata Hana yang mengalami kecelakaan. Zela langsung memangku kepala Hana.
"Han bangun Han," ucap Zela sambil menepuk pipi Hana.
"Pak tolong panggilkan taxi," ujar Zela.
Sesampainya di rumah sakit, Hana langsung dibaringkan di atas brangkar dan langsung dibawa ke ruang UGD.
"Maaf dek, jangan masuk dan tolong hubungi orang tua temen kamu," ucap suster.
"Iya sus sebentar," jawab Zela.
Zela pun mencoba menghidupkan hp Hana. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya hp Hana pun hidup.
Ah **** gue, kan hp Hana pake password, mana gue nggak tau lagi password nya. Aduh gimana ni. Gue juga enggak punya nomor Kang Maman. Kang Maman juga masih di cafe. Ah gue ke cafe aja deh, gue titip Hana sama suster.Barin Zela.
__ADS_1
"Sus tolong jaga temen saya, saya mau ke rumah temen saya beri tahu orang taunya. Ini hp nya enggak bisa dihubungi," ucap Zela sambil berlari menuju depan rumah sakit dan menyetop taxi.
Sesampainya di cafe Zela langsung berlari le parkiran mobil Kang Maman. Zela pun langsung memberi tahu apa yang terjadi dengan Hana. Kang Maman pun langsung menjeput Nek Ida.
Mereka pun kembali lagi ke rumah sakit. Hana sedang ditangani oleh para dokter di ruang UGD, dan Kang Maman pun langsung mengisi formulir di tempat. Zela dan Nek Ida pun masih setia menunggi Hana didepan ruang UGD.
Nek Ida juga sudah menghubungi kedua orang tua Hana supaya pulanh ke Surabaya. Tetapi orang tua Hana tidak bisa kembali ke Surabaya saat ini, melainkan besok pagi.
Setelah menunggu, akhirnya dokter pun keluar dari ruang UGD, Nek Ida dan Zela pun langsung menghampiri dokternya tersebut.
"Dok gimana kondisi cucu saya?" tanya Nek Ida.
"Pasien masih belum siuman," ucap dokter.
"Apa sudah boleh masuk dok?" tanya Zela.
"Boleh tapi hanya 2 orang," jawab dokter.
"Ya udah makasih dok," ucap Zela.
"Sama sama," jawab dokter.
Zela dan Nek Ida pun langsung masuk kedalam ruang UGD. Disana terlihat Hana terbaring lemas di brangkar UGD dengan tangan yang masih diinfus.
__ADS_1