CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 22


__ADS_3

Bel masuk SMA Harapan berbunyi para siswa berhamburan menuju kelasnya.


"Eh udah bel masuk yuk," ajak Hana.


"Bentar nih es jeruk gue tanggung," jawab Diva.


"Buruan ntar keburu bu Laila datang," ucap Fira.


"Eh lo udah pada kerjain tugasnya bu Laila yang kemaren?" tanya Lisa panik.


"Belum," jawab Fira santai.


"Ya udah deh ngga papa kan gue ada temennya," ucap Lisa bahagia.


" Lo belum kerjain Lis?" tanya Hana.


"Iya belum," ucap Lisa sambil tersenyum pepsodent.


"Udah abis yuk ke kelas keburu ada bu Laila," ajak Diva. Lisa Diva Hana dan Fira pun menuju kelasnya syukur belum ada bu Laila.


"Eh Han gue pinjem buku lo," ucap Fira dan Lisa sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ya udah ambil aja diloker," ucap Hana. Lisa dan Fira pun langsung mengambil buku Hana dan mencatat jawaban Hana. Bu Laila pun masuk ke dalam kelas.


"Eh buruan *****, itu bu Laila udah dateng," ucap Hana agak panik.


"Iya iya bentar," ucap Lisa dan Fira. Lisa dan Fira pun langsung ditambah kecepatan nulisnya.


"Anak anak sekarang kita nilai tugas yang kemarin ibu beri," ucap bu Laila.


"Iya buu," jawab anak anak kelas X Ipa.


"Eh **** buruan," ucap Hana panik.


"Iya ini, makasih sayang," ucap Lisa dan Fira senyum pepsodent.


Bel pulang SMA Harapan berbunyi para siswa mengemasi barangnya lalu berhamburan ke gerbang sekolah. Diva Lisa Hana dan Fira kini mereka sedang duduk menunggu jemputan mereka.


"Eh masa kita dari SMP gini trus kalo nggak naik angkutan umum," ucap Fira.


"Pengin gitu gue naik motor," imbuh Diva.


"Ya udah besok lah kalo udah punya SIM," jawab Hana.


"Iya deh iya," ucap Fira pasrah.


"Eh gue duluan ya ayah gue udah jemput," ucap Lisa.


"Iya hati hati ya," jawab Diva Hana dan Fira. Lisa pun pergi menuju mobil ayahnya.


"Eh itu papah gue juga udah jemput. Gue duluan ya," ucap Diva.


"Ya udah sana hati hati," ucap Hana dan Fira bersamaan. Kini tinggal Hana dan Fira yang masih menunggu.


"Eh hubungan lo gimana sama si Angga?" tanya Hana.


"Ya biasa aja si kaya temen gituu," jawab Fira.


"Pas kencan gimana rasanya?" tanya Hana yang terus penasaran.


"Seneng plus deg degan," jawab Fira.


"Namanya juga orang jatuh cinta," ledek Hana.


"Tau ah males gue," ucap Fira kesal.

__ADS_1


Tin tin


Sebuah mobil berhenti di depan mereka, ternyata itu adalah sopir ayah Hana yang diutus untuk menjemput Hana.


"Eh Fira sayang gue duluan, pak Jajang udah jemput nih," ucap Hana.


"Iya udah ati ati," jawab Fira.


"Awas lo sendirian," ucap Hana menakut nakuti Fira.


"Udah diem sana pergi," ucap Fira mendengus kesal. Mobil yang ditumpangi Hana pun sudah melaju, kini tinggal Fira seorang diri yang menunggu.


20 menit setelah kepergian Hana, Fira merasa bosan tetapi tidak ada orang yang dikenalnya, Fira berjalan mondar mandir seperti setrika. Tiba tiba sebuah sepeda motor berhenti didepan Fira.


"Angga," ucap Fira terkejut.


"Ngapain kamu Fir sendirian gini, trus mondar mandir lagi?" tanya Angga.


"Gue lagi nunggu jemputan nggak dateng dateng," jelas Fira.


"Ya di telfon kalo nggak di WhatsApp," ucap Angga.


"Udahah tapi nggak diangkat dan nggak dibales," jawab Fira.


"Ya udah sini bareng gue aja," ajak Angga.


"Tapi Angga," ucap Fira raguu.


"Udah nggak papa lo ijin dulu sana sama ayah lo," ucap Angga.


"Ya udah deh," ucap Fira pasrah. Fira langsung meminta izin melalui WhatsApp.


"Udah?" tanya Angga, Fira mengangguk.


"Ya udah nih pakai helm nya," ucap Angga sambil memberikan helmnya pada Fira, langsung saja Fira memakainya. Setelah Fira naik ke atas motor, motor pun melaju ke jalanan kota.


"Iyaa ini udah," jawab Fira langsung memegang jaket Angga.


"Jangan kaya gitu tapi kaya gini," ucap Angga sambil memegang tangan Fira lalu memindahkan ke perut.


"Aku malu Angga," ucap Fira lirih, pipinya pun merah karena malu.


"Udah nggak papa," jawab Angga santai. Tiba tiba motor Angga berhenti disebuah taman.


"Angga ngapain kesini?" tanya Fira bingung.


"Ya makan apa gituu laper gue," ucap Angga.


"Emang kamu makan apa?" tanya Fira.


"Yang enak apa ya," jawab Angga bingung.


"Tau ah pulang aja yuk kaya gini cuman bingung bingung," ucap Fira mendengus kesal.


A**duh parah nih kalo betina udah keluar tanduk, mendingan gue pesen sate enak juga kali ya. ~Batin Angga.


"Ya udah kita beli sate," ucap Angga pasrah, Angga dan Fira pun berjalan ke arah penjual sate.


"Bang satenya 100 tusuk," ucap Fira.


"Pake lontong enggak neng?" tanya penjual sate itu.


"Pake pak, dimakan sini," ucap Fira.


"Ya udah neng duduk dulu," ucap penjual sate itu mempersilahkan duduk. Fira dan Angga pun langsung duduk.

__ADS_1


"Fira," panggil Angga. Fira pun menoleh ke arah Angga.


"Lo nggak marah kan sama gue?" tanya Angga.


"Menurut lo?" jawab Fira.


"Lo nggak marah?" ucap Angga.


"Udah lah males ngebahas itu," ucap Fira lalu mengambil hpnya dan memainkannya. Angga melihat ada tukang bunga lalu Angga menghampiri tukang bunga itu.


"Pak itu bunganya berapaan?" tanya Angga.


"Ini 1 tangkai 10.000 aja dek," jawab penjual bunga itu.


"Ya udah saya beli 1 ya," ucap angga.penjual bunga itu pun memberikan satu tangkai bunga kepada Angga, Angga pun langsung membayarnya. Setelah selesai membeli bunga Angga kembali lagi ke tempat penjual sate itu. Angga tiba tiba menutup mata Fira dari belakang.


"Angga kamu ngapain sih pake nutup nutup mata aku," ucap Fira.


"Udah ngga buruan buka," imbuh Fira, dan masih tidak ada jawaban dari Angga.


"Angga!" ucap Fira kesal dan membentak. Angga yang merasa dibentak langsung membuka mata Fira, saat Fira membuka mata pertama yang ia lihat adalah setangkai bunga mawar.


"Nih buat tuan putriku," ucap Angga sambil menyerahkan serangkai bunga mawar itu.


"Makasih Angga," jawab Fira sambil senyum senyum.


"Bahagia?" tanya Angga, Fira pun mengangguk. Kemudian tukang sate datang dan memberikan pesanan mereka, dengan segera Fira melahap sate sate yang ada didepannya.


"Pelan pelan makannya nggak ada yang rebut kok," jelas Angga.


"Ya maap," ucap fira sambil terus melahap sate sate itu hingga habis.


"Itu ada bekas sambelnya," ucap Angga, langsung saja Angga mengambil tisu lalu mengelap ke bibir Fira.


"Makasih" ucap Fira.


"Udah yuk pulang," ajak Fira. Angga pun membayar sate yang telah dimakan mereka, sebenarnya Fira merasa tidak enak tetapi kalo dia menolak pasti akan debat dan akhirnya Fira juga yang kalah.


Setelah Angga selesai membayar, Angga dan Fira berjalan menuju motor, tetapi mata Fira terbinar karena melihat perjual es krim, tanpa pikir panjang Fira pun langsung lari menghampirinya.


"Bang beli 2 ya," ucap Fira.


"Rasa apa neng?" tanya penjual es krim.


"Rasa coklat sama stoberi," jawab Fira.


Angga mulai menyadari jika Fira sudah tidak ada disampingnya. Angga pun melihat sekeliling dia menemukan Fira yang berada di penjual es krim, langsung saja Angga menghampirinya.


"Ini neng," ucap penjual es krim sambil memberikan es krimnya.


"Makasih pak" ucap Fira, Fira pun langsung membayar es krim itu. Saat membalikkan badan dia langsung bertemu dengan badan Angga.


"Astaghfirullah angga," ucap Fira.


"Ngapain lo kabur", ucap Angga.


"Gue nggak kabur gue cuman beli es krim," jawab Fira.


"Iya deh gue percaya," jawab Angga pasrah.


"Makannya sambil duduk," tegur Angga. Fira pun langsung duduk di bangku dekat Fira disusul dengan Angga, Fira pun sangat menikmati es krim yang dibelinya, Fira melahap sampai habis.


"Udah abis?" tanya Angga, Fira pun mengangguk.


"Ya udah kita pulang," ajak Fira.

__ADS_1


"Ya udah ayuk," jawab Angga. Mereka pun menuju parkiran motor Angga. Setelah naik di atas motor, Angga langsung melajukan menuju rumah Fira, kemudian pulang ke rumahnya.


__ADS_2