CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 80


__ADS_3

"Assalamualaikum maaf Bu Laila Fira terlambat," ucap Fira melebarkan senyumnya lalu duduk ke tempat duduknya. Aura bar bar Fira pun sudah terlihat. Bu Laila hanya menoleh tanpa menanggapi.


"Lo kerasukan ya," ledek Lisa sambil menempelkan tangan di kening Fira, lalu Fira pun menepiskan tangan Lisa.


"Apaan sih gue baik baik aja," jawab Fira kesal.


"Lah kemarin?" tanya Lisa penasaran. Fira pun tersenyum getir.


"Entar deh gue ceritain," jawab Fira.


Mereka pun melanjutkan acara belajarnya, hingga tak terasa bel istirahat pun berbunyi. Para cewe bar bar itu pun langsung ke kantin tanpa menunggu para cowo bar bar.


Saat cowo bar bar itu ke kelas X Ipa, mereka bingung kenapa tidak cewe bar bar disana.


"Dan," panggil Dimas.


"Paan," jawab Dani acuh dan lebih fokus ke gamenya.


"Temen temen gue mana?" tanya Rafli.


"Emang elo punya temen," ledek Dani.


"Nih anak udah nggak waras!" ujar Angga kesal.


"Maksud gue itu loh Lisa sama kawan kawan, dimana mereka?" tanya Rafli.


"Nggak tau, tadi langsung keluar kelas," jawab Dani tanpa menoleh.


"Ke kantin mungkin," imbuh Dani.


Setelah mendengar ucapan Dani mereka pun langsung menuju kantin tanpa menjawab ucapan Dani.

__ADS_1


Udah nanya langsung ditinggal. Dani menggerutu kesal.


Di kantin, Fira pun seperti orang yang mencuri yang dihakimi para warga.


"Lo kemarin kenapa, tadi katanya mau jujur," ucap Lisa mendesak.


"Jadi guee__," ucapan Fira pun terpotong karena datangnya para cowo bar bar itu.


"Jahat banget sih pake acara ninggal ninggalin kita," ucap Opal kesal.


"Alah, elo juga nyusul kan," jawab Fira.


"Kaya nggak tau aja jalan mau ke kantin," imbuh Lisa.


"Iya deh iya," jawab Opal pasrah.


"Tadi pada ngapain serius amat," ujar Angga penasaran.


"Iya, kenapa elo Fir?" tanya Opal.


"Dari kemarin murung terus, di rumah gue juga," imbuh Dimas.


"Ya makanya, gue juga tanya gitu tadi eh kepiting deh gara gara elo dateng," jelas Lisa.


"Kepotong!" ucap mereka bersamaan, Lisa hanya menampakkan senyumannya.


"Iya elo Fir, dari kemarin membisu," ucap Rafli.


"Jadi kemarinnn guee___" ucap Fira menggantung.


"Apa apa," tanya mereka penasaran.

__ADS_1


"Gue lagi renungin, gimana nasih gue," jawab Fira.


"Kemaren gue ngrasa hidup itu nggak adil," imbuh Fira.


"Emang elo kenapa sih?" tanya Lisa.


"Iya, buruan lanjut lanjut," ucap Angga bersemangat.


"Orang tua gue mau cerai," jawab Fira.


"Apa!" jawab mereka serempak.


Mereka masih tidak percaya apa yang Fira ucapkan. Ada rasa iba dan kasihan kepada anak itu.


"Yang sabar Fir pasti elo kuat kok ngejalanin," ucap Fira.


"Tenang Fir, masih ada kita semua yang selalu bersama lo, kita bakal selalu support elo kok!" imbuh Rafli.


"Mungkin ini yang terbaik dari Allah," ujar Diva.


"Allah tau yang terbaik untuk lo sama buat orang tua lo," imbuh Opal.


"Iya makasih temen temen," jawab Fira.


"Kalo ada masalah cerita sama kita, biar kita tau, jangan membisu kaya kemarin," ucap Angga.


"Ya walaupun belum tentu kita kasih solusi, tapi kan setidaknya beban elo berkurang karna elo udah cerita, udah lega gitu," imbuh Dimas.


"Kamu mau mikirin boleh, tapi kamu jangan sampai melupakan apa yang ada disekitarmu, orang orang yang meyangimu," ujar Lisa.


"Iya deh, sekarang nggak usah sedih sedih lagi," ucap Diva.

__ADS_1


"Iya iya deh kita gue nggak sedih lagi," jawab Fira dengan senyum yang memancarkan kebahagiaan.


__ADS_2