CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 126


__ADS_3

Sore harinya mereka pun pulang, sebenarnya mereka masih ingin disana menemani Hana tetapi Hana menyuruh mereka untuk pulang terlebih dahulu dan bisa menjenguk kembali nanti malam.


Opal paling awal datang ke rumah sakit, dia mendahului pada anak anak bar bar. Saat masuk ke dalam ruangan Hana, disana terdapat Hana yang sedang melamun, memikirkan sesuatu entah itu apa. Disana juga ada Bayu, tetapi begitu melihat Opal masuk, Bayu langsung keluar dan membiarkan anaknya berdua dengan teman baiknya.


"Haiii Han," ucap Opal mendekati brangkar Hana. Dia pun duduk di kursi yang berada di sebelah brangkar Hana.


"Eh iya, udah dateng? Yang lain mana?" tanya Hana melihat sekeliling, tak ada orang di belakang Opal, hanya ada Opal disana.


"Yang lain belum dateng, gue dateng sendiri, sengaja pengen ketemu sama elo duluan," ujar Opal.


"Han?" ucap Opal lembut dengan mata menatap Hana. Tatapan itu memiliki arti yang sangat dalam.


"Hah? Iya," jawab Hana yang salah tingkah.


"Gue mau nanya?" tanya Opal.


"Iya mau nanya apa, silahkan?" ujar Hana.


"Kenapa elo selama ini ngehindain gue terus," tanya Opal to the poin. Karena Opal ingin mengetahui alasan dari orangnya langsung.


"Karena gue nggak mau elo berharap sama kondisi gue yang saat ini," jawab Hana lirih, tapi masih bisa di dengar Opal menarik nafas panjang, ia bisa memahami apa yang selama ini Hana lakukan.


"Tapi, kenapa elo nggak bilang dari awal?" tanya Opal.


"Gue nggak mau, bikin elo dan kalian semua temen temen gue khawatir sama kondisi gue," jawab Hana.


"Tapi kalo elo bilang dari awal, setidaknya banyak orang yang bisa jagain elo dan bisa kasih support untuk kesembuhan elo," ujar Opal.


"Tapi waktu tidak akan kembali," jawab Hana cepat. Seolah sudah ikhlas dengan semua yang terjadi.


"Han gue mau bilang, kalo gue sayang sama elo, gue cinta sama elo, gue suka sama elo," ucap Opal tanpa memikirkan apapun, seolah tak ada beban. Mungkin saatnya, Opal mengungkapkan perasaannya pada Hana.


"Gue juga, elo jaga diri baik baik ya," jawab Hana.

__ADS_1


"Gue mohon, elo jangan pergi," ucap Opal dengan tatapan sendu, sambil menggenggam tangan Hana.


"Pal, kita nggak bisa melawan takdir, semua udah terjadi," ucap Hana.


"Ayolah semangat Han, kita mulai sama sama," ucap Opal.


"Gue emang sayang elo, suka sama elo, cinta sama elo. Tapi kalo elo sayang sama gue, cinta sama gue tolong ikhlasin gue buat pergi," ucap Hana penuh makna. Tanpa Hana sadar, cairan bening pun menetes dari kelopak matanya.


"Jujur Han gue belum bisa ikhlas, tapi demi elo gue berusaha mengiklaskan," jawab Opal. Opal pun menghapus air mata Hana.


"Gue sayang sama elo, i love you," ucap Hana.


"Gue juga, i love you too," balas Opal.


Pintu terbuka lebar, terlihat anak anak bar bar yang berebutan masuk ke dalam ruangan Hana. Opal dan Hana pun mengakhiri percakapan mereka. Akhirnya mereka semua bisa masuk setelah berebutan.


"Nih gue bawain martabak," ucap Dimas dengan bangganya.


"Begoo," ucap Rafli menjitak kepala Dimas.


"Ya mana gue tahu, saya kan ikan," jawab Dimas dengan gaya sok polosnya.


"Ikan ikan mata elo buta, elo manusia Dim," timpal Fira.


"Woi woi udah ngapasih ribut mulu, baku hantam aja yok," ucap Zela.


"Emang ya, kalian itu gesrek semua," ucap Opal.


"Suka suka dong, emang elo lesu kaya sayuran kemaren," canda Dimas.


"Apasih, bercandanya garing banget," timpal Lisa.


"Eh ini martabatnya kalian makan aja deh, Hana kan nggak makan ginian," ucap Dimas menawarkan kepada teman temannya. Dengan senang hati, anak anak bar bar memakannya.

__ADS_1


"Lah gue heran sama elo, tau orang sakit kok di bawain martabak, yang keren dikit napa," ledek Fira.


"Ya udah si yang penting gue bawa, lah elo tangan kosong," jawab Dimas.


"Tangan gue pegang martabak, jadi nggak kosong tuh," timpal Fira.


"Serah deh," jawab Dimas yang malas meladeni setiap ocehan yang keluar dari mulut Fira.


Sepanjang mereka disana yang keluar dari mulut mereka adalah ocehan ocehan receh, tak jarang mereka akan berdebat. Semata mereka lakukan untuk menghibur Hana.


Hingga tak terasa malan semakin larut, Hana pun memaksa teman temannya untuk pulang ke rumah masing masing.


"Udah sana kalian balik," ucap Hana.


"Enggak deh, gue mau disini aja temenin elo," ujar Zela.


"Iya kita juga," jawab anak anak bar bar yang lain.


"Woi, elo pikir disini tempat penginapan, ini rumah sakit woii, mana bisa nampung orang orang sebanyak ini," ujar Hana.


"Lah gampang itu mah, kita gelar tikar aja," jawab Diva.


"Elo pikir lagi piknik pake gelar gelar tikar. Udah sana pulang," ucap Hana.


"Tapi Han, kita pengen temenin elo," ucap Diva.


"Nggak usah, udah kalian pulang aja deh," jawab Hana.


Setelah acara tawar menawar, akhirnya anak anak bar bar mau di suruh pulang oleh Hana.


"Eh gue minta sama kalian, kalian jaga diri baik baik. Kalian jangan lupain gue sebagai teman kalian. Kalian juga harus ikhlasin kalo gue pergi," ujar Hana.


"Apaan sih, elo ngomong apa hah," timpal Hana.

__ADS_1


"Zel, gue minta elo dan yang lain buat ikhlasin gue pergi. Kalo gue udah nggak ada, sering sering doain ya. Jangan lupa semangat buat masuk ke pendidikan yang lebih tinggi," ucap Hana dengan senyuman yang begitu sempurna.


"Han," ucap anak anak bar bar itu. Mereka pun larut dalam pelukan Hana.


__ADS_2