
Sekarang Fira sudah berada di kamarnya, dia sedang bersandar di tempat tidur, tapi tiba tiba hp Fira berbunyi.
+62 865 **** ****: Hai cantik
Firaaddd: Siapa ya?
+62 865 **** ****: Abang Angga
Firaaddd: Ohh babang Angga ya😍
+62 865 **** ****: Iya neng
+62 865 **** ****: Jadi jalan nggak neng?
Firaadd: Jadi dong bang
+62 865 **** ****: Ya udah kamu siap siap sebentar lagi aku jemput kamu
+62 865 **** ****: Rumah kamu dimana?
Firaadd: Perumahan mawar nomor 7
+62 865 **** ****: Ya udah kamu siap siap ya
Firaadd: Okee
Fira pun langsung mandi dan setelah selesai mandi Fira dandan secantik mungkin.
"T**ing tong ting tong". Bel rumah Fira berbunyi, Fira langsung lari untuk membuka membuka pintu.
"Eh Angga silahkan masuk," ucap Fira sambil tersenyum.
"Nggak usah kita langsung berangkat aja," ucap Angga.
"Ya udah bentar gue ambil tas dulu ya," ucap Fira dan diiyakan oleh Angga, lalu Fira pun pergi ke kamarnya untuk mengambil tas selempang miliknya. Setelah itu Fira kembali menemui Angga.
"Yuk berangkat," ajak Fira.
Fira pun naik ke atas motor Angga. Setelah beberapa menit perjalanan kini mereka sudah berada di sebuah taman.
"Ke taman Ngga?" tanya Fira.
"Iya,apa kamu suka?" tanya Angga.
"Suka banget Ngga," jawab Fira, lalu mereka pun berjalan jalan mengelilingi taman.
"Angga beli permen kapas itu yuk," ajak Fira sambil menunjuk pedagang permen kapas. Setelah mereka membeli permen kapas mereka duduk di sebuah bangku. Angga memperhatikan Fira yang sedang menikmati permen kapas itu.
"Bagi dong Fir," rengek Angga.
"Aaaaaa," Fira menyuapi Angga permen kapas.
__ADS_1
"Sini gantian dong," ucap Angga, tetapi malah Fira berlari langsung saja Angga mengejarnya.
"Wlee nggak kena," ucap Fira sambil menjulurkan lidahnya seperti anak kecil.
Astaghfirullah ternyata dia seperti anak kecil, dia imut juga, gemes deh gue pengin nyubit pipinya.~Batin Angga.
"Awas aja kamu ya kalo kena", ucap Angga sambil terus berlari mengejar Fira, sementara Fira yang terus berlari tidak memperhatikan jika depannya ada batu.
"Awas Fir ada batu," ucap Angga berteriak dan Fira pun jatuh karena tersandung batu, dengan cepat angga menangkap tubuh Fira, seketika pandangan mereka pun bertemu.
A**duh cantik juga ya nih cewe.~Batin Angga.
W**ah angga keliatan cool banget gantengnya tambah kelihatan.~Batin Fira.
"Cie cie kakak lagi pacaran," ucap salah satu anak kecil.
"S**uitttt suittt kakak lagi mesra mesraan ya," ucap salah satu anak itu, lalu mereka pun menyadari, Angga langsung melepaskan tubuh Fira.
"Eh udah sana anak kecil," ucap Angga.
"Sono belajar yang bener dulu," imbuh Fira, segerombolan anak anak kecil itu pun pergi.
"Lo nggak papa?" tanya Angga.
"Iya nggak papa," jawab Fira.
"Beneran kamu nggak papa?" tanya Angga memastikan.
"Ya udah ayo kita duduk lagi," ajak Angga, mereka pun kembali duduk di bangku itu.
"Eh lo ada yang marah nggak kalo kita duduk berdua kaya gini," ucap Angga.
"Siapa juga yang mau marah," jawab Fira.
"Lah kalo elo ada yang marah nggak kalo kita kaya gini?" tanya Fira balik.
"Enggak lah," ucap Angga santai.
"Eh tadi gue kirain lo cuman bercanda ngajak gue jalan eh malah taunya beneran," ucap Fira.
"Tadinya juga gue bercanda, waktu lo kasih nomor lo kirain lo boong eh ternyata beneran, terus setelah dipikir pikir masa gue nggak jalan sama cewe cantik kaya elo sih," ucap Angga genit.
"Apaan sih, biasa aja kali," ucap Fira dengan pipi yang merah.
"Bener deh kamu cantik," ucap Angga sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga Fira, Fira semakin malu lalu menutup muka dengan kedua tangannya.
Di taman itu para pedagang berjejeran menawarkan dagangan yang mereka jual, tentu saja itu sangat menggiurkan lidah seseorang, tak terkecuali dengan Fira. Fira langsung berlari ke salah satu stand penjual makanan.
"Awas jangan lari, penjualnya nggak akan kemana mana," ucap Angga sambil tersenyum.
T**adi aja udah jatuh sekarang dibilangin malah ngeyel.~Batin Angga.
__ADS_1
"Bu pesen cumi bakarnya 2 porsi ya," ucap Fira kepada ibu pedang itu.
"Ya udah neng duduk dulu sambil nunggu," ucap ibu itu, Fira pun duduk di bangku yang telah disediakan. Setelah mengejar Fira, kini Angga sudah berada di samping Fira.
"Kamu seneng?" tanya Angga sambil tersenyum.
"Lo udah nanya itu tadi," ucap Fira.
"Udah sekarang gue nanya lagi,lo seneng?" tanya Angga mengulangi ucapannya.
"Iya lah seneng, apalagi berburu jajanan gini," ucap Fira tersenyum. Angga pun menggenggam tangan Fira lalu mencium punggung tangannya.
"Cie cie kakak lagi pacaran ya," ucap anak laki laki.
"Aduh pegang pegang tangan juga," imbuh anak laki laki yang lain.
"Mesra mesraan lagi," imbuh anak perempuan.
As**taghfirullah berapa banyak bocil yang gangguin gue pas lagi adegan mesra.~ Batin Angga.
Ni**h bocil pada keliaran mulu deh, besok besok sebelum jalan jalan gue ikut dulu ah.~ Batin Fira.
"Adik adik yang baik jangan gangguin kakak ya," pinta Angga sopan.
"Pasti mau berduan nih kakak," ucap salah satu dari mereka. Fira pun langsung melototkan matanya.
"Iya deh kak kita pergi". Lalu anak anak kecil yang menggangu mereka pun pergi.
"Idih serem ya, bocil aja pada takut," ledek Angga.
"Lo mau gue jitak apa mau gue sentil," ucap Fira dengan nada sok berkuasa.
"Iya deh iya maaf," ucap Angga.
"Ini neng cumi bakar pesenan eneng," ucap ibu ibu penjual itu sambil menyerahkan kantong kresek yang berisi cumi bakar itu. Fira pun mengeluarkan uang hendak membayar.
"Udah nggak usah, biar gue aja," ucap Angga sambil menyerahkan uang itu pada ibu si penjual.
"Nggak usah biar gue aja," ucap Fira.
"Udah nggak papa," ucap Angga.
"Aduh neng itu pacarnya baik banget," ucap ibu penjual itu.
"Semoga kalian langgeng ya," imbuh ibu penjual itu.
"Kami nggak pacaran kok bu," ucap Fira malu.
"Tapi kalian cocok buat jadi pasangan kekasih," ucap ibu penjual itu.
"Apaan sih bu,kita pamit dulu ya," ucap Fira meninggalkan stand penjual makanan itu.
__ADS_1
Fira tidak hanya pergi ke stand makanan cumi bakar tapi dia juga ke stand penjual jagung bakar dan sate. Setelah puas membeli itu semua Fira dan Angga kembali ke rumah masing masing, tapi sebelum angga pulang ke rumahnya dia mengantarkan Fira pulang terlebih dahulu.