
"Udahlah kalian banyak banget alasannya. Mau ngomong selalu ada halangan, Zela pakai kabur lagi," ujar Hana mengeluarkan unek uneknya.
"Ya udah deh kita tanya besok aja, disini juga rumahnya Dimas jadi nggak enak sama yang lain," ujar Rafli.
Suasana ruang tamu rumah Dimas pun kembali seperti semula. Kini mereka membahas apa yang bias mereka bahas. Mereka akan menunda acara introgasi Dimas dan Zela besok. Tak lama kemudian, Zela pun kembali datang menghampiri mereka.
"Kalian di suruh makan, masakannya ibu udah pada mateng," ujar Zela.
"Iya makasih," jawab Lisa.
Mereka pun berjalan menuju ruang makan. Disana sudah tertata rapi ayam goreng, nasi liwet yang masih mengepul asapnya dan tidak lupa sambel dan lalapan sebagai pelengkap hidangan itu. Mereka pun mulai mengambil satu persatu.
"Nggak mau di suapin sayang?" ledek Linda.
"Apaan sih bu, Zela kan udah gede," jawab Zela malu malu. Mereka pun melanjutkan makan makannya.
Hingga tak terasa matahari pun berada tepat di atas kita. Cuaca yang panas cocok untuk menikmati es atau sesuatu yang dingin dingin. Tapi, anak anak bar bar pun memutuskan untuk pulang lalu nanti sore atau malam mereka akan berkumpul lagi di salah satu cafe untuk mengintrogasi Dimas dan Zela. Sebenernya mereka berencana besok, tapi lebih cepat lebih baik.
Saat hendak pulang, Linda dan Panji meminta Zela untuk tidak pulang dan ingin berada di rumahnya. Malah malah mereka juga meminta untuk Zela menginap di rumahnya.
"Udah ayo sayang sini aja, temenin ibu ya," ujar Linda.
"Kan ada Dimas yang temenin ibu," jawab Zela.
"Dimas cowo nggak asik," ucap Linda.
"Tapi, Zela nggak bawa baju bu, baju Zela di rumah Hana semua. Ini bajunya juga bau keringet, trus gerah banget" ucap Zela. Dia selalu beralasan karena malas jika bertemu dengan Dimas.
"Ya udah kalo ambil baju trus kesini lagi," ucap Linda.
"Iya ya sayang, kamu nginep sini aja," ujar Panji.
"Gimana ya yah," ucap Zela bingung sambil menggaruk rambutnya. Sebenernya Zela sangat ingin tinggal di situ tapi gara gara Dimas yang membuat Zela tidak nyaman. Zela juga tidak hati jika harus menolak ajakan Linda dan Panji.
__ADS_1
"Ya udah deh yah, tapi ambil baju dulu di rumah Hana trus kesini lagi," ucap Zela.
"Ya udah, Dimas kamu anterin dong,", ujar Linda.
"Ah nggak usah bu biar Zela naik taksi, Zela bisa sendiri kok," ujar Zela.
"Enggak, pokoknya harus sama Dimas, ibu nggak mau kamu kenapa napa," ujar Linda.
Zela pun menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. Zela pun pasrah dan menuruti keinginan Linda. Suara motor anak anak bar bar pun mulai menjauh dari rumah Dimas.
Sesampainya di rumah Hana, Zela dan Hana pun masuk ke dalam rumah. Sedangkan Dimas, dia di suruh Zela untuk menunggu di luar saja. Zela pun mengambil barang barang dan baju seperlunya saja, tak perlu banyak banyak.
"Han gue nginep di rumah ibu nggak papa kan?" tanya Zela sambil memasukkan baju ke dalam tas.
"Iya nggak papa, hati hati ya," ujar Hana.
"Ya udah gue duluan," ucap Zela yang selesai mengemas bajunya. Tak lupa juga pelukan perpisahan untuk mereka.
Sesampainya di rumah Dimas, Zela pun langsung turun tanpa basa basi. Saat masuk, ternyata ada Linda dan Panji yang menunggu mereka di ruang tamu.
"Sayang sini, bair ibu bawa barang baranya. Mungkin kamu mau ngobrol sama Dimas," ujar Linda.
"Enggak usah tante biar nanti Zela bawa sendiri, mungkin ayah sama ibu mau istirahat dulu, silahkan," ucap Zela.
"Ya udah ayah sama ibu mau istirahat dulu. Nanti kalo butuh apa apa panggil aja Dimas atau ayah atau ibu," ujad Linda.
"Eh iya bu, kamar Zela dimana?" tanya Zela.
"Oh di sebelah kamar Dimas, tanya aja sama Dimas," jawab Linda.
"Oke tante makasih," jawab Zela. Linda dan Panji pun meninggalkan kedua anak temaja itu. Dirasa sudah pergi, Zela pun mulai membuka pembicaraannya.
"Apa mau elo hah?" tanya Zela dengan emosi.
__ADS_1
"Gue mau elo kembali sama gue. Kita kaya dulu lagi, elo kan juga udah ketemu lagi sama ayah ibu," ujar Dimas.
"Hah? elo **** Dim," jawab Zela.
"Gue udah bilang kan berapa kali, kalo gue nggak bakal kembali sama elo. Mungkin iya sekarang gue udah ketemu sama ayah ibu, tapi semua nggak bakal bisa kaya dulu," ujar Zela.
"Gue juga udah bilang berapa kali. Elo pikirin deh perasaan orang lain, lo pikir Diva nggak sakit lihat ini semua? Hah," ucap Zela kesal.
"Ya gue tahu," jawab Dimas.
"Ya kan elo tahu, kenapa elo nggak lakuin hah. Sekarang elo balik deh sama Diva, deketin Diva lagi, elo sama Diva kaya dulu lagi," ucap Zela.
"Tapi gue nggak bisa," jawab Dimas.
"Nggak bisa kenapa?" tanya Zela.
"Gue masih sayang sama elo," jawab Dimas.
"Omong kosong apa itu. Pokoknya gue minta elo kembali lagi sama Diva. Elo mikir dong perasaan Diva. Gue juga cewe Dim, bisa aja gue rasain apa yang Diva rasain," ujar Zela.
"Tapiii," ucap Dimas menggantung.
"Ayo lah Dim, kita berteman baik dan elo kembali sama Diva," ucap Zela penuh permohonan.
"Tapiii Zel, bukan itu yang gue inginin," ujar Dimas.
"Tapi itu yang gue inginin," jawab Zela.
"Udahlah ya pusing gue, anterin gue ke kamar," ucap Zela berdiri membawa tasnya. Lalu Dimas pun beranjak berdiri dan mendahului Zela.
_______
Mohon dukungannya untuk novel ini. Like, vote dan rate sangat penting bagi author. Dan komen juga bisa membantu semangat author. Jangan lupa juga share ke temen atau saudara kalian, pokoknya siapapun itu. Bantu vote untuk masuk 20 besar.
__ADS_1