
Nek Ida dan Zela yang menunggu Hana sadar pun ikut terlelap. Malam hari pun tiba, Hana mulai membuka matanya. Tangannya meraba raba disampingnya. Zela merasa ada yang bergerak pun langsung bangun.
"Hana kamu udah sadar?" tanya Zela.
"Nek Hana udah sadar," ucap Zela, dan Nek Ida pun langsung menghampiri brangkar Hana.
"Kalian siapa?" tanya Hana.
"Gue Zela Han temen elo di Surabaya," jawab Zela.
"Dan ini nenek lo, Nek Ida," imbuh Zela.
"Enggak, gue enggak tau," ucap Hana.
"Han sadar, gue Zela temen elo masa elo nggak kenal si," ujar Zela.
"Gue enggak kenal sama elo," jawab Hana.
Zela pun menyerah dengan kelakuan Hana, Zela langsung keluar mencari dokter yang menangani Hana. Nek Ida dan Zela pun keluar dari ruang UGD menunggu Hana yang sedang diperiksa. Dokter pun keluar, Zela dan Nek Ida pun langsung menghampiri.
"Gimana keadaan cucu saya dok?" tanya Nek Ida.
"Cucu nenek terkena amnesia," jawab dokter.
"Untuk penjelasan lebih detail, mari perwakilan ikut saya," ucap dokter.
"Ya sudah saya akan ikut dokter, nak Zela tolong jagain Hana ya," ucap Nek Ida.
"Pasti nek," jawab Zela.
Zela pun masuk ke ruang UGD, terlihat Hana yang sedang berbaring.
__ADS_1
"Ngapain elo kesini! elo siapa?" tanya Hana.
"Han gue Zela, temen elo baru baru ini," jawab Zela.
"Gue enggak inget apa apa, maaf ya," ucap Hana.
"Iya gue tahu kok, elo pasti bisa lewatin ini semua," ujar Zela. Nek Ida pun datang dari ruang dr Rania yang menangani Hana.
"Hana kenapa nek?" tanya Zela.
"Hana kena amnesia sementara, kata dr Rania kita harus sering bawa Hana ke tempat tempat kenangan Hana," ujar Nek Ida.
"Ah iya nek," jawab Zela.
"Hana sayang ini nenek kamu," ucap Nek Ida sambil mengelus punggu Hana.
"Maaf nek, Hana enggak tau, nenek tolong ingatkan semua tentang Hana ya," ucap Hana.
"Iya sayang, sekarang kamu istirahat," ucap Nek Ida.
"Kamu pulang aja Zela, kasihan orang tua kamu, pasti mereka khawatir sama kamu," ujar Nek Ida. Memang Nek Ida belum mengetahui keadaan Zela yang sebenernya. Zela pun menanggapi dengan senyumnya.
"Enggak lah nek, Zela disini aja, pengen temenin Hana. Mending nenek aja yang pulang, nenek kan juga pasti sering kecapean kan," ujar Zela.
"Ya udah, nenek ngalah, kamu yang jagain Hana, sebentar lagi juga dokter kesini, Hana sudah mau dipindah ke ruang rawat," ucap Nek Ida.
"Iya nenek sayang," ucap Zela.
"Entar nenek kirim bibi buat bantu jagain Hana," ucap Nek Ida.
"Ya udah nenek pamit dulu ya sayang," ucap Nek Ida. Zela dan Hana pun salim kepada Nek Ida. Nek Ida pun pulang kerumah.
__ADS_1
Setelah kepergian Nek Ida, benar saja sekarang ada perawat yang siap memindahkan Hana ke ruang rawat inap. Setelah Hana dipindahkan ke ruang rawat inap, Zela pun setia menemani Hana dengan duduk di samping brangkar Hana.
"Zel lo marah sama gue enggak?" tanya Hana.
"Ngapain gue marah sama elo, elo kan sahabat gue," jawab Zela.
"Udah sekarang elo istirahat aja, enggak usah mikirin apa apa," ucap Hana.
Hana pun pura pura memejamkan matanya. Zela pun sama, dengan tangan sebagai bantalan. Hana melihat Zela tertidur pulas pun tidak tega kenapa Hana bisa tidak mengingat teman sebaik Zela.
Hana pun memejamkan matanya mencoba mengingat ngingat, keringat dingin pun mulai mengucur. Bibi yang dikirim Nek Ida yang baru datang pun langsung menghampiri brangkar Hana.
"Non, Non Hana," ucap bibi. Hana pun mulai membuka matanya.
"Non kenapa, kok keringatnya mengucur, bentar bibi pangggilkan dokter," ucap bibi sambil berlari meninggalkan ruang Hana.
Bibi pun kembali dengan membawa dokter. Dengan segera, dokter pun memeriksa Hana, Zela pun terbangun karena suara dokter.
"Hana kenapa dok?" tanya Zela dengan wajah kebingungan.
"Dek Hana, jangan terlalu memaksa ingatan anda, bisa saja membahayakan nyawa anda, saya yakin ingatan Dek Hana ini akan pulih kembali," ujar dokter.
"Iya dok makasih," ucap Zela.
"Iya sama sama, kalau begitu saya permasi dulu, mau menemui pasien yang lain," ucap dokter lalu pergi meninggalkan ruangan Hana.
"Elo kenapa sih Na lakuin ini," ucap Zela.
"Gue pengen inget orang orang baik disekitar gue," jawab Hana.
"Udah enggak usah dipaksa, besok besok pasti akan pulih kok," ucap Zela.
__ADS_1
"Makasih ya Zela canteq," ucap Hana dengan nada mengejek.
"Iya Hana bangke," jawab Zela.