
Satu minggu berlalu, dengan sabar anak anak bar bar alumni SMA Harapan menunggu kepulangan orang tua Hana yang bekerja di luar kota. Akhirnya, kemarin pun orang tua Hana pulang kemarin dan mereka akan menjelaskan kepada anak anak bar bar alumni SMA Harapan hari ini. Mereka semua berkumpul di sebuah tempat makan yang cukup terkenal di tempat itu.
"Jadi gimana tante?" tanya Diva yang sudah bersemangat sekali.
"Sabar kali Div," ucap Lisa mendekatkan mulutnya ke telinga Diva lalu berbisik.
"Kurang lebih dua tahun lalu Hana kena amnesia," ujar Ambar.
"Wah udah lama ya tante," ucap Fira yang mulai antusias dengan cerita Ambar.
"Ya gitulah, setelah dia pindah ke Surabaya, pokoknya kejadian itu ya pas Hana kelas X," giliran Bayu yang menjelaskan.
Anak anak bar bar alumni SMA Harapan pun mempersiapkan telinga untuk mendengar penjelasan dari Ambar dan Bayu. Mereka penasaran bagaimana teman baik seperti mereka di lupakan.
"Dulu pas tante sama om sampai di bandara kan langsung ke rumah sakit karena khawatir banger sama keadaan Hana, eh malah pas sampai sana kita diusir," jelas Ambar.
Mereka pun terkejut dengan perkataan Ambar, bagaimana seorang anak yang tidak mengenal ibunya dan yang lebih parah lagi adalah mengusirnya.
"Pas tante diusir akhirnya gimana?" tanya Diva penasaran.
"Ya pulanglah dulu ke rumah neneknya Hana, trus kita ke rumah sakit lagi bareng sama neneknya Hana, karena Hana itu udah percaya sama neneknya," ujar Bayu.
__ADS_1
"Pantesan kita itu bingung om kenapa kelakuan Hana ke kita itu gimana," jelas Opal.
"Maafkan anak om yang semua," ucap Bayu.
"Iya om sama sama," jawab mereka bersamaan.
"Trus sekarang gimana tan?" tanya Rafli.
"Ya dia hanya mengingat saat saat dia di Surabaya, waktu om ajak pulang kesini aja kaya orang bingung tapi tetepi diiyain," ujar Bayu.
"Sekarang kalo sama tante sama om gimana?" tanya Lisa.
"Oh gitu ya tante, kita sekarang mau ketemu Hana tapi takut dia nuduh yang enggak enggak lagi kaya kemarin kemarin," jelas Fira.
"Gimana kalo kalian ke rumah tante, ntar deh tante bicarain baik baik sama Hana, semoga aja Hana bisa menerima," ujar Ambar.
"Ah boleh banget tante," ucap Diva dengan semangat membara. Akhirnya Diva bisa melepas rindu dengan teman baiknya selama 2 tahun lebih nggak ketemu.
"Tapi maaf ya nggak bisa sekarang, karna tante sama om masih ada kerjaan yang lain, besok pagi aja gimana kalian dateng ke rumah tante," ucap Ambar.
"Yah," ucap Diva agak kecewa, dia berharap hari ini juga dia melepaskan rindu dengan teman baiknya.
__ADS_1
"Maaf ya," ucap Ambar yang merasa tak enak hati.
"Ah iya ngggak papa tante," jawab Lisa.
"Ya udah tante sama om pamit dulu ya," ucap Ambar dan Bayu yang beranjak bediri. Mereka pun salaman sebagai tanda pengakhiran pertemuan mereka hari ini. Setelah itu mereka benar benar pergi meninggalkan tempar itu.
"Oh ternyata Hana kena amnesia pantesan nggak kenal kita," ucap Diva.
"Makanya nggak usah pada langsung ambil keputusan," ucap Lisa.
"Gimana ya caranya biar Hana bisa inget sama kita," ucap Rafli.
"Bawa aja ke tempat tempar yang pernah di datangi sama sama," usul Dimas.
"Boleh tuh, sekalian liburan," jawab Angga.
"Gue harap, Hana nggak usah kenal lagi sama elo," ucap Fira menunjuk Firman.
"Kok gue," jawab Firman.
"Ya takutnya Hana suka lagi sama elo," ledek Fira.
__ADS_1