
Angga bangun karena ingin sekali minum, Angga melirik jam ternyata 23:40, Angga pun memutuskan untuk turun ke dapur mengambil air minum. Sesampainya di dapur Angga buru buru minum, saat sudah habis air yang ada di gelas tiba tiba saja mati lampu. Suara horor pun terdengar jelas di telinga Angga.
"Ya Allah astaghfirullah".
"Bismillahirrahmanirrahim aamin".
"Eh jin apaan elo".
"Eh setan awas ya jangan deket deket gue atau gue sentil jidat elo".
"Atau mau dijitak aja".
"Gue bacain ayat kursi nih".
"Apa sekalian aja gue bacain surat Yasin".
Begitulah kata kata yang di keluarkan Angga saat ini. Redup redup cahaya pun datang ke arah Angga, semakin dekat hingga semakin jelas cahaya itu.
Happy birthday Angga
Happy birthday Angga
Happy birthday happy birthday
Happy birthday Angga
"Happy birthday Angga sayang," ucap Fira sambil membawa kue tart bertuliskan Happy Birthday Sayang. Angga yang melihat pun bingung, bukannya dia sudah tidak ada hubungan dengan Fira.
"Selamat ulang tahun Angga," ucap mereka dengan Lisa membawa kue tart bertuliskan Happy Birthday ke 17.
"Udah udah ayo sekarang kita ke ruang tamu aja," ajak Wina. Mereka pun berjalan bersama ke ruang tamu. Mereka pun duduk di kursi masing masing.
"Fira kenapa kamu disini?" tanya Angga bingung.
"Maafin aku Angga, aku enggak bermaksud buat kamu sakit hati, itu hanya prank aja," ucap Fira sambil senyum pepsodent.
"Kalian enggak putus kok, itu cuman adegan biar lebih dramatis," imbuh Diva.
"Eh jelasin deh," pinta Angga.
"Ya udah besok aja jelasinnya, sekarang kita potong kue dulu," ucap Lisa.
"Eh tiup lilin dulu," ucap Dimas. Disana sudah ada 2 kue tart, yang 1 spesial dari Fira dan yang 1 dari teman teman. Angga pun mulai meniup lilin.
"Wah sayang ternyata kamu udah besar ya, semoga panjang umur jadi anak sopan, pandai, berguna, jangan bandel terus," ucap Wina.
"Semoga anak papa sehat selalu, panjang umur, jadi anak rajin, dengerin kata kata orang tua, jangan bandel," ucap Rian.
"Ah kakak selamat ulang tahun ya, semoga jadi anak yang berbakti, enggak jailin aku mulu, tambah banyak kalo ngejajanin," ucap Ninda.
"Ah iya makasih Mama Papa Ninda," ucap Angga bahagia.
"Happy birthday Angga, semoga panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu no galau galau," ucap Fira.
__ADS_1
"Iya makasih ya Fira," ucap Angga.
"Selamat ulang tahun Angga," ucap Lisa.
"Semoga panjang umur," imbuh Rafli.
"Enggak ngeselin lagi," imbuh Dimas.
"Engga genit genit lagi," imbuh Diva
"Wish you all the best," imbuh Hana.
"Semoga yang di semogakan tersemogakan," imbuh Opal.
"Iya makasih temen temen gue ga ada akhlak," ujar Angga.
"Enak aja, kita baik gini nih," pinta Lisa.
"Eh iya deh, itu kenapa ucapannya di gabung jadi satu," ujar Angga.
"Kita kan satu jiwa," jawab Dimas.
"Gayamu Dim Dim," ujar Angga.
"Udah udah, sekarang kuenya mau di potong sekarang apa besok pagi," tanya Wina.
"Sekarang aja deh tante," jawab Opal tanpa malu.
"Mending besok pagi aja, kita juga kan besok libur," ucap Lisa.
"Ya udah kalian tidur aja," ucap Rian.
"Tidur dimana mereka mah, mereka kan banyak," pinta Angga.
"Yang cowo di kamar kamu sama di kamar tamu, yang cewe di makar Ninda sama di kamar tamu juga," jelas Wina.
"Ya udah kalo gitu," ucap Angga.
Angga pun tidur bersama Opal, Dimas dan Rafli di kamar tamu, Fira di kamar Ninda dan sisanya di kamar tamu. Mereka pun terlelap bersama hingga pagi hari pun tiba.
Kini mereka sedang sarapan di rumah Angga, mereka bukan menumpang tidak tahu malu, mereka juga ikut membantu beres beres.
"Kenala rumah gue kaya penginapan ya," ucap Angga.
"Enak aja," ujar Opal.
Mereka berencana meneruskan acara mereka tadi malam di ruang tamu. Roti tart dan kado pun sudah bejejer di atas meja. Orang orang yang merayakan pun sama seperti tadi malam karena Angga tidak ingin banyak orang.
Lagu pun mulai di nyanyikan, sekarang ada saatnya potong kue untuk Angga. Suapa pertama di berikan untuk mama lalu papa dan adiknya. Selanjutnya yaitu untuk Fira. Angga pun hendak menyuapi Rafli tapi di tahan oleh Rafli.
"Ngapain elo mau nyuapin gue, homo elo ya *****," ucap Rafli.
"Enak aja jijik gue, karna elo temen lama gue jadi gue mau suapin lah," ujar Angga.
__ADS_1
"Enggak usah disuapin kurnya ntar juga bakalan abis kok," ucap Opal tersenyum licik.
"Oh ini pasti ada niat mau ngabisin kue gue kan," ucap Angga.
"Ya iya lah masa enggak," jawab Dimas santai.
"Wah parah kalian," ucap Angga.
"Eh gimana sih kalian kok nyusuh Fira sama cowo lain," ucap Angga.
"Ya udah biar gue aja yang jelasin," ucap Lisa.
Flash back on
Malam ini mereka sedang di taman Pelangi menikmati cahaya lampion, kebetulan Angga sedang pergi ke toilet.
"Eh Fira Angga besok ultah tahu," ucap Rafli.
"Masa sih kok gue enggak tahu," jawab Angga.
"Gimana sih elo jadi pacarnya," ucap Dimas.
"Bodoamat," jawab Fira.
"Kita nge prank aja yuk, elo pura pura jalan sama cowo lain, trus biar Angga panas, entar elo putusin deh," usul Lisa.
"Jangan putus deh gue sayang banget," ucap Angga.
"Ini kan cuma biar prank nya tambah lancar," ucap Hana.
"Gue punya temen cowo ganteng lagi," ucap Diva.
"Siapa?" tanya Fira penasaran.
"Dito anak Bahasa," jawab Diva.
"Ya udah oke kita mulai prank setelah kita udah mulai masuk sekolah," ucap Opal. Tiba tiba Angga pun datang.
"Ada apa kok kaya asyik banget gitu," tanya Angga.
"Enggak papa," jawab Fira.
Flash back off
"Oh gituu, berati kita enggak putus dong," ucap Angga, Fira pun menggeleng.
"Cie cie akur nih," ledek Lisa.
"Kemaren aja galaunya enggak ketulungan," ledek Rafli.
"Diem lu," pinta Angga.
______________
__ADS_1
Author butuh like vote and rate bukan butuh harapan. Jangan lupa tinggalkan jejak mereka di novel ini. Jangan lupa komen juga ya......