
Hari weekend biasanya di habiskan untuk orang orang untuk tidur sepanjang hari, ada juga yang bangun pagi untuk bersiap siap ke suatu tempat. Kini anak anak bar bar alumni SMA Harapan sedang berada di salah satu tempat Car Free Day.
Begitupun dua sejoli yang dari Surabaya. Mereka sedang memperdebatkan untuk datang ke tempat Car Free Day. Hana beralasan masih mengantuk, masih ingin tidur dan ingin bangun siang, sedangkan Zela tak henti hentinya merengek dan memaksa Hana untuk pergi ke tempat Car Free Day.
"Ayolah Han bangun," ucap Zela sambil menggoyangkan goyangkan tubuh Hana.
"Apasih gue masih pengen tidur," ucap Hana yang masih memejamkan matanya.
"Ayo ke tempat Car Free Day," ajak Zela.
"Males gue sana lah sendiri aja, minta anter sama Pak Jajang," jawab Hana lalu meraih guling dan memeluknya.
"Nggak mau gue, entar kesasar lagi, gue kan belum kenal Jakarta," ujar Zela yang terus merengek. Seperti anak yang merengek kepada ibunya wkwk.
"Gue juga nggak tahu, udah lah sana. Entar kalo kesasar elo telepon Pak Jajang aja," ucap Hana yang terus mencari alasan.
"Nggak mau ah, gue malu sendiri," ucap Zela.
"Ya udah kalo nggak usah ke tempat Car Free Day," jawab Hana.
"Ayo Han ayo," ucap Zela terus menggoyangkan goyangkan tubuh Hana.
Dengan berbagai cara akhirnya Hana pun mau bangun dari tempat tidur dan bersiap siap untuk pergi ke tempat Car Free Day. Walaupun dengan kekesalan dan kemalasan, Hana tetap mengikuti kemauan temannya itu.
__ADS_1
Sesampainya di tempat Car Free Day Hana memilih duduk sambil menikmati bubur ayam, sedangkan Zela sedang joging seorang diri. Tadi dia sempat meminta Hana untuk ikut joging bersamanya tetapi kali ini pendirian Hana terlalu kokoh sampai Zela tak dapat menggoyahkan.
Sedangkan anak anak bar bar alumni SMA Harapan juga sedang joging, bahkan Firman pun yang biasanya pemalas kini tak ketinggalan juga.
Dimas yang sudah merasa lelah pun ketinggalan di belakang agak jauh dari teman temannya. Zela yang terlalu bersemangat pun tak sengaja menabrak orang di depannya.
"Maaf maaf nggak sengaja," ujar Zela menghentikan langkah kakinya.
"Iya nggak papa," jawab seorang itu.
"Alan, Puput," ucap mereka bersamaan.
"Ah gue buru buru, maaf ya tadi gue duluan," ucap Zela langsung berlari meninggalkan Dimas. Ya laki laki itu adalah Dimas.
Tak terasa cairan bening pun lolos dari pelupuk matanya. Dengan cepat Zela pun menghapus air matanya itu.
Diva kebetulan menoleh ke belakang, ternyata Dimas masih diam di tempat yang tadi. Diva pun menghentikan langkahnya.
"Dim elo ngapain bengong disitu," ucap Diva, lalu anak anak bar bar alumni SMA Harapan pun ikut menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
"Awas lo, bengong disitu ketabrak entar," ledek Firman.
"Apaan sih elo, gue tadi cape makanya berhenti," ucap Dimas lalu menyusul teman temannya itu.
__ADS_1
"Udah yok lanjut lanjut," ucap Dimas. Mereka pun meneruskan langkahnya.
Sedangkan Zela, sudah merasa lelah dan langsung menghampiri Hana berada.
"Woi," ucap Zela sambil menepuk pundak Hana.
"Astaghfirullah, ngagetin gue aja elo," ujar Hana. Zela pun langsung duduk dan meminum minuman yang Hana pesan.
"Ih elo, kalo mau pesen sendiri dong," ujar Hana kesal.
"Iya iya, ya maaf," jawab Zela dengan senyum secerah mentari.
Kini anak anak bar bar alumni SMA Harapan sudah lelah untuk joging, lalu mereka pun memutuskan untuk beristirahat dan sarapan. Lagi lagi terjadi entah disengaja atau tidak tempat yang mereka pilih, samping nya adalah tempat Hana.
"Wah itu Hana gaes," ujar Fira.
"Iya, samperin yuk," ajak Diva yang sangat bersemangat.
"Nggak usah, ntar Hana tambah nggak suka sama kita, trua masik marah sama kita," ujar Lisa.
"Iya bener mending kita disini aja," ucap Fira.
"Ya udah deh," jawab Diva yang hanya pasrah.
__ADS_1