
Bel istirahat SMA Harapan berbunyi, para siswa berbondong bondong ke kantin, para cowo pun menghampiri para cewe di kelas X Ipa.
"Eh Lisa elo masuk?" tanya Rafli.
"Iya gue masuk, tadi aja cuma terlambat," jawab Lisa.
"Kok bisa?" tanya Rafli.
"Entar deh Lisa jelasin ayo kita ke kantin dulu," ajak Opal.
"Ya udah ayo," ujar Hana.
Mereka pun sampai di kantin dan langsung duduk. Opal dan Hana pun memesan, lalu mereka pun menikmatinya.
"Gimana elo bisa terlambat Lis?" tanya Rafli.
"Gue tadi bangun jam setengah 7, gue kaget lah langsung mandi eh gue juga kejebak macet," jawab Lisa.
"Ngapain elo bangun jam setengah 7?" tanya Diva.
"Gue nonton film tadi malam," jawab Lisa.
"Makanya ga usah gaya gadang gadang nonton film," ucap Hana.
"Bodoamat ah yang penting udah terjadi," jawab Lisa.
Beberapa anak cewe lewat di samping meja Lisa dan teman temannya itu, mereka sedang membicarakan tentang anak baru.
"Eh gue denger denger ada anak baru ya".
"Eh katanya ganteng".
"Anak Ips kan, ah *****".
"Aduh klepek klepek gue".
Itulah beberapa ucapan mereka tentang anak baru.
"Eh emang iya ada anak baru?" tanya Diva.
"Emang anak Ips?" tanya Hana.
"Enggak ada anak baru tuh yang masuk ke kelas kita," jawab Dimas.
"Oh mungkin dia bolos enggak masuk kelas," ujar Lisa.
"Kok elo bisa tahu sih Lis?" tanya Rafli penasaran.
"Dia telat bareng gue, trus kita bareng deh manjat pagar belakang trus pas udah sampai kita ketahuan deh sama kak Arif, trus kita suruh bersihin halaman sekolah," jelas Lisa, Rafli yang mendengar pun merasa cemburu.
"Anak baru langsung nemplok," ledek Hana.
"Apaan sih, dia juga kayanya bad boy deh," ucap Lisa.
"Kok elo bisa tau sih Lis?" tanya Dimas.
"Ya keliatan kelakuan sama gaya bicaranya," jawab Lisa.
"Wah panas nih kuping gue mau meledak," ledek Angga.
__ADS_1
"Gebetan ilang diambil orang," ledek Opal.
"Apaan sih kalian enggak jelas deh," ujar Lisa.
"Oh ya gue ke kamar mandi bentar ya," ucap Rafli.
"Udah sono," jawab Dimas, lalu Rafli pun berlari menuju kamar mandi.
Setelah Rafli pergi, Firman pun tiba tiba datang dan duduk di tempat yang tadi diduduki oleh Rafli.
"Hai Lisa," sapa Firman.
"Ngapain sih kamu kesini," ucap Lisa.
"Mau makan lah bareng kalian," jawab Firman.
"Emang elo siapa main gabung gabung sama kita," ucap Dimas.
"Oh gue Firman anak Ips murid baru," ujar Firman.
"Gue juga anak Ips kok nggak liat kamu tadi ya," ucap Opal heran.
"Gue dihukum sama kak Arif sampai istirahat," jawab Firman.
"Kasihan," ujar Hana.
"Ih orang gini kok dikasihani," ucap Dimas.
"Kalian kenalin dong siapa kalian," ujar Firman.
"Gue Hana anak Ipa," ucap Hana.
"Gue Angga anak Ips pacarnya Fira," ucap Angga.
"Kalian mau ngenalin nama apa status sih, pamer banget," ujar Firman.
"Udah diam masih untung kita mau kenalan sama elo," pintu Angga.
"Ya udah lanjut," ucap Firman.
"Gue Dimas anak Ips yang paling ganteng," ucap Dimas dengan percaya diri.
"Hah songong lo, padahal sih elo kagak ada tuh cakep cakep nya," ledek Hana.
"Ganteng kaya gini," ucap Dimas.
"Bodoamat emang gue peduli," jawab Hana.
"Gue Diva anak Ipa," ucap Hana.
"Gue Naufal biasa di panggil Opal umur gue 16 tahun, rumah gue," ucap Opal dan dipotong oleh Dimas.
"Lo mau kenalan apa mau jabarin data diri elo," ucap Dimas kesal.
"Ya secara gue kan anak kece," jawab Opal santai. Tiba tiba Rafli pun datang menghampiri mereka.
"Eh minggir lo ngapain sih elo duduk disini," ucap Rafli kesal.
"Dari tadi gue juga duduk disini ko," jawab Firman santai.
__ADS_1
"Itu tempat Rafli, dia tadi ke toilet sekarang elo pindah," ucap Lisa secara halus.
"Males ah orang gue juga udah pw," ujar Firman. Bel masuk SMA Harapan pun berbunyi.
"Ya udah ayo masuk aja, tinggalin bocah tengik kaya dia," ucap Rafli kesal lalu pergi dan diikuti oleh teman temannya. Mereka pun sampai di kelas masing masing.
"Eh si Firman ganteng banget ya," ucap Hana heboh.
"Biasa aja tuh, ganteng Angga," jawab Fira.
"Mata lo rabun jelas jelas ganteng Firman," jelas Hana.
"Terserah elo deh," jawab Fira.
"Kayaknya elo suka deh sama si Firman," ucap Lisa.
"Mungkin sih bisa jadi," jawab Hana.
"Ya udah selamat berjuang," ucap Diva.
"Pasti dong," jawab Hana penuh semangat.
Sedangkan di kelas X Ips, suasananya pun tak jauh dari berbeda dari X Ipa.
"Eh ada saingan baru deh," ledek Dimas.
"Aduh harus berjuang lebih keras deh," imbuh Angga meledek.
"Jangan sampai gebetan ilang diambil orang," imbuh Opal yang juga ikut meledek.
"Ah diem kalian," ucap Rafli kesal.
"Gue kan udah sayang sama Lisa dari SMP," ujar Rafli.
"Makanya, sekarang elo harus lebih keras berjuang," ujar Opal.
"Oh pasti," jawab Rafli.
"Tapi ngomong ngomong dia siapa sih?" tanya Rafli penasaran.
"Oh dia itu Firman anak X Ips," jawab Opal.
"Anak X Ips? berati sekelas dong sama kita," ucap Rafli.
"Iya lah," jawab Dimas. Tiba tiba Firman pun datang menghampiri mereka.
"Tuh dia nongol," ujar Dimas.
"Hai bro," sapa Firman.
"Ngapain sih kamu kesini," ucap Rafli.
"Cuma mau gabung sama kalian," ucap Firman.
"Kit enggak butuh teman lagi, kita udah bahagia 8 anak," jawab Rafli.
"Lah masa gitu sih," rengek Opal.
"Bodoamat," jawab Rafli.
__ADS_1