
Mereka berada di depan kelas, mereka belum masuk ke kelas, di kelas ternyata Hana sedang duduk dengan tangan melipat di atas meja lalu kepalanya berada di atas tangan. Entah apa yang Hana lakukan, mungkin merenungi nasib atau berpikir bagaimana cara mendapatkan Firman.
"Tuh Hana kenapa?" tanya Opal.
"Nangis kali," ucap Lisa.
"Hayo lo gue enggak ikut ikutan ah," ucap Fira.
"Enak aja enggak ikutan, kita semua yang ketawain si Hana," ucap Divaa.
"Tapi emang bener lucu tau jidat Hana kaya ada benjol," ucap Rafli sambil tertawa.
"Rafli!" ucap mereka sambil memandang Rafli dengan tatapan mematikan, Rafli pun langsung mengehentikan tawanya dan seyum pepsodent.
"Iya deh maap," ucap Rafli.
"Trus gimana nih," ucap Angga.
"Gimana kalo kita suruh Firman jalan sama Hana atau gimana gitu biar Hana seneng," usul Fira.
"Boleh juga tuh," jawab Dimas.
"Enggak, gue enggak setuju," ucap Opal, sontak saja mereka menatap Opal.
"Iya gue tau gue ganteng gue juga imut tapi kalian enggak usah liatin gue kaya gitu," ucap Opal.
"Pd amat elo," ujar Fira.
"Harus dong," jawab Opal.
"Lo kenapa enggak setuju Hana jalan sama Firman?" tanya Lisa.
"Ntar Hana nyarasin Hana lagi," jawab Opal.
"Kalo enggak pulangnya nangis nangis, disakitin sama Firman," imbuh Opal.
"Mana mungkin lah Firman kaya gitu," ujar Diva.
"Kata kata Firman ke Hana aja pedes banget, kaya gula," ucap Opal.
"Kok gula sih, pedes kan cabe," ucap Rafli.
__ADS_1
"Biar beda dari people people," jawab Opal.
"Ya udah deh terserah elo," ucap Lisa.
"Eh kita kagetin yuk," ajak Opal.
"Ya udah ayo," ajak Dimas penuh semangat.
"Enggak, ntar tambah marah lagi," ujar Lisa.
"Udah enggak papa," jawab Opal. Mereka pun mendekati meja Hana.
"1".
"2".
"Dorrrrr," ucap mereka serempak.
"Astaghfirullah," ucap Hana langsung bangun sambil memegang dadanya. Hana melihat sekeliling ternyata adalah temannya langsung saja Hana pergi meninggalkan mereka.
"Dini yuk ke kantin," ajak Hana.
"Ya udah ayo," jawab Dini, mereka pun pergi ke kantin.
"Disamperin aja langsung pergi," imbuh Hana.
"Gimana nih," tanya Opal.
"***** baperan banget si," ucap Dimas.
"Namanya juga cewe ya baperan lah," ucap Lisa.
"Ya udah emang iya cewe mah selalu benar," jawab Angga. Sedangkan di kantin Hana sedang makan bersama Dini.
"Elo kenapa sih Han, ada masalah sama mereka?" tanya Dini.
"Enggak gue enggak papa kok," jawab Hana.
"Eh Dini gue ke toilet bentar ya, titip makanan gue," ucap Hana.
"Iya iya sana buruan," jawab Dini, Hana pun pergi ke toilet. Setelah sampai toilet Hana pun langsung menangis.
__ADS_1
Maafkan aku teman teman, gue enggak marah kok sama kalian, gue kaya gini, jauhin kalian ada alasan yang enggak bisa gue beritahu. Semoga kalian bahagia ya.~Batin Hana.
Hana pun membersihkan air mata yang jatuh, lalu kembali lagi ke kantin menemui Dini.
"Abis nangis ya?" tanya Dini.
"Apa? gue nangis, enggak banget lah," jawab Hana dengan memasang senyum ceria.
"Iya deh gue percaya sama elo," jawab Dini. Bel masuk SMA Harapan berbunyi.
"Udah bel masuk yuk," ajak Dini, Hana pun mengangguk, langsung saja mereka pergi ke kelas. Sesampainya di kelas, Hana langsung duduk dengan menyibukkan diri membaca novel.
"Hana," panggil Lisa.
"Hana elo marah sama kita ya," imbuh Diva.
"Maafin kita ya Han," imbuh Fira.
"Enggak," jawab Hana ketus tanpa menoleh.
Jam pulang sekolah yang ditunggu tunggu pun tiba. Mereka pun berkemas kemas barang mereka.
"Han pulang bareng kita yuk," ajak Lisa. Hana tidak menjawab dia langsung keluar meninggalkan kelas.
"Buruan ayo kejar Hana," ajak Diva, di delan kelas X Ipa, mereka bertemu dengan para cowo.
"Hana mana?" tanya Opal.
"Udah ayo buruan kejar Hana, dia pergi tadi," jawab Lisa, mereka pun pergi ke depan gerbang SMA Harapan, mereka menenukan Hana sedang berdiri, mereka pun menghampiri.
"Hana," ucap Opal.
"Kita pulang bareng yuk," ajak Dimas.
Aduh taksi buruan datang, ayo jadi penyelamatku.Ah itu akhirnya datang juga.~Batin Hana.
Hana pun langsung masuk ke dalam taksi, Hana mengeluarkan air matanya di dalam taksi.
"Ah Hana udah pulang," ucap Fira kesal.
"Tuh anak bener bener marah deh sama kita," ucap Lisa.
__ADS_1
"Ya udah kita pulang dulu, besok kita pikirkan lagi," ucap Rafli.