CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 84


__ADS_3

Pagi harinya mereka pun beraktivitas seperti biasa. Sekolah hari senin, trus upacara, murid muridnya kaya ikan teri di jemur wkwk. Kepala sekolah kasih pidato panjang kali lebar, kaki keburu pegel. Pas bubar desak desakan deh.


Selesai upacara mereka mereka pun kembali ke kelas masing masing. Anak anak bar bar itu pun terpisah.


"Huh gerah banget," ucap Fira dengan mengibas ngibaskan tangannya. Suara hati dan pikiran Fira pun kembali tenang dan damai setelah pulang dari perkebunan kemarin.


"Gini nih, makanya gue nggak suka upacara," jelas Diva.


"Udahlah nikmatin aja wkwk," ucap Lisa.


"Eh elo udah belum pr bahasa Indonesia?" tanya Fira.


"Udah," jawab Diva.


"Pinjem dong," ucap Fira.


"Iya bentar," jawab Diva malas. Diva pun sudah tau jika temannya itu suka nyontek. Kebiasaan yang nggak ilang ilang, pasti selalu saat ada pr. Heran deh.


Diva pun mengambil buku di dalam tasnya, lalu memberikan kepada Fira. Fira dengan senyum yang merekah pun langsung menerima dengan senang hati.


"Biasanya gue kan nyonteknya sama Hana," ucap Fira.


"Ah iya, jadi kangen ama Hana gue," jawab Lisa.


"Gimana ya kabar tuh anak," ujar Diva.


"Gue nggak tau lah, gue juga nggak bisa ngehubungin dia," ujar Fira.


"Iya, kayaknya nomornya juga nggak aktif deh," pinta Diva.


"Gue masih penasaran kenapa Hana tiba tiba pindah," ucap Lisa sambil mengerutkan keningnya dengan tangan yang mengetuk ngetuk meja.


"Iya, gue juga masih penasaran aja nih sampai sekarang," jawab Diva.


"Mungkin mau ngehindarin Firman kali," jawab Fira asal.


"Nggak lah, masa sebegitunya sama Firman, dia kan juga baru kenal," ucap Lisa dengan raut wajah sedang memikirkan sesuatu.


"Iya sih, ngomongin Hana jadi kangen deh sama Hana," ucap Diva.

__ADS_1


"Awww jika kangen kita ama Hana meronta ronta," ujar Fira.


"Ah udah elo buruan kerjain deh jangan ngikut ngerumpi," ujar Diva.


"Iya iya," jawab Fira kesal.


Fira pun kembali melanjutkan acara menyalin pr Diva. Ya walaupun kesal, tapi Diva lebih suka sikap Fira saat ini yang ceria daripada murung seperti kemarin kemarin.


"Eh ngomong ngomong pr nya buat kapan sih?" tanya Fira dengan tangan yang masih menulis.


"Iya untuk jam ini," jawab Lisa santai.


"Apa apaan, gilaaaa," ucap Fira terkejut, maka dengan cepat Fira pun menyalin tugas Diva. Pr yang dikerjakan ini memang hanya 5 soal, tapi jawabannya satu lembar.


"Nih gue bawa buah potong," ucap Lisa mengeluarkan bekalnya.


"Enak tuh kayaknya, nyobain dong," ucap Diva langsung mengambil dan memasukkan ke dalam mulutnya.


"Eh gue mau dong," ucap Fira dengan tangan yang masih menulis.


"Selesain dulu pr nya baru deh nyobain," pinta Diva.


"Tau aja elo, udah buruan lanjut nulis, ntar gurunya keburu masuk lagi," ucap Diva dengan senyum yang menampakkan giginya.


Dengan kesal, Fira pun kembali melanjutkan acara menulisnya. Sedangkan tangan Lisa dan Diva tak henti hentinya memasukkan potongan buah seger itu ke dalam mulutnya. Hingga tak terasa, buah yang sekarang masuk ke dalam mulut Lisa dan Diva pun potongan buah yang terakhir.


Lisa pun kembali menutup tempat bekalnya dan menyimpan kembali di dalam tas.


"Astaghfirullah udah abis? gue nggak kebagian," ucap Fira kesal.


"Ya maap nggak kerasa kita langsung masuk aja ke dalam mulut," jawab Lisa.


"Ya udah deh," jawab Fira lesu.


"Eh kok gurunya belum dateng dateng sih, seharusnya kan udah dateng," ujar Diva.


"Eh elo mau gue dihukum," jawab Fira sewot, menandakan bahwa Fira masih saja kesal dengan kedua temannya.


"Ya nggak gitu, biasanya kan udah nongol tuh guru, kok sekarang belum, tumben tumben," ucap Diva.

__ADS_1


"Iya yah, lama amat nih," jawab Lisa.


Mereka menunggu hingga Fira pun selesai menyalin pr Diva. Fira pun lega akhirnya biasa menyelesaikan pr sebelum gurunya datang. Mereka pun melanjutkan obrolan mereka hingga tak terasa bel istirahat pun berbunyi.


"Ish sialan banget, gue udah bela belain ngerjain ngebut ngebutan, mana tangan gue pegel banget, jawaban satu lembar, udah gitu nggak kebagian buahnya. Eh sekarang malah gurunya nggak dateng, emang tuh guru," ucap Fira sangat kesal dan emosi.


"Selow bos," ucap Diva.


"Awas aja besok, sialan sialan," ucap Fira yang tak henti hentinya mengumpat.


Hingga anak cowo bar bar pun menghampiri mereka. Tak ketinggalan pula Firman bersama mereka. Mungkin lagi pada akur sama Firman wkwk.


"Kantin yuk," ajak Dimas.


Mereka pun melangkahkan kakinya menunu kantin. Sesampainya di kantin mereka pun langsung menempatkan diri masing masing. Dimas dan Rafli pun langsung memesan makanan untuk mereka.


"Fir," panggil Angga.


"Apa," jawab Fira ketus.


"Kok gitu sih jawabnya," ujar Angga.


"Diem ah, gue lagi kesel," jawab Fira ketus.


"Kenapa emamg?" tanya Angga yang masih sabar dengan jawaban Fira.


"Tanya mereka aja tuh," ucap Fira menunjuk Lisa dan Diva.


"Kenapa?" tanya Angga. Lisa pun menjelaskan apa yang terjadi dengan Fira. Mendengar cerita Lisa, Angga pun langsung berdiri dan menuju tempat Rafli dan Dimas memesan.


Setelah itu, Angga pun kembali dengan segelas es teh dengar banyak es batu didalamnya


"Nih biar pikiran kamu dingin," ucap Angga memberikan segelas es teh kepada Fira. Tanpa menjawab, Fira pun langsung menerima dan meneguknya hingga hanya tersisa es baru saja.


"Gila nih cewek," ucap Firman membuka suara.


"Diem lu," jawab Diva.


"Gimana sekarang?" tanya Angga.

__ADS_1


"Mendingan," jawab Fira dengan nada kembali seperti semula.


__ADS_2